3 Penyebab Ibu Hamil Lebih Sering Buang Air Kecil

Oleh dr. Grace Valentine pada 11 Des 2017, 14:56 WIB
Anda lebih sering buang air kecil selama masa kehamilan? Temukan penyebab dan solusinya di sini.
3 Penyebab Ibu Hamil Lebih Sering Buang Air Kecil (arkom suharsini / Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Frekuensi buang air kecil yang semakin sering selama hamil umumnya merupakan keluhan yang tidak disukai hampir semua ibu hamil. Keluhan ini dirasakan pada awal kehamilan, setelah rahim membesar dan keluar dari rongga panggul ke dalam rongga perut.

Pada trimester 2 kehamilan, keluhan ini sedikit berkurang. Namun, akan kembali dirasakan pada trimester 3 kehamilan. Pertanyaannya: Kenapa ibu hamil lebih sering buang air kecil?

Berikut beberapa hal yang menyebabkan ibu hamil lebih sering buang air kecil daripada biasanya:

  • Perubahan hormonal saat kehamilan

Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke ginjal semakin cepat dan banyak, sehingga kandung kemih terisi lebih cepat. Dengan begitu, rangsangan buang air kecil pada ibu hamil lebih sering.

  • Volume darah selama kehamilan meningkat

Kenaikan jumlah darah naik hingga 50% lebih banyak dari pada sebelum hamil. Hal ini menandakan semakin banyak cairan tubuh yang harus diproses melalui ginjal, yang kemudian di keluarkan ke kandung kemih.

  • Pembesaran uterus

Hal ini akan menyebabkan kandung kemih yang terletak didepan rahim tertekan. Akibatnya kapasitas penampungan kandung kemih untuk menyimpan air kencing semakin berkurang.

Pada akhir trimester 3, bagian terbawah janin akan masuk ke dalam rongga panggul dan semakin menekan kandung kemih. Hal ini membuat keluhan akan semakin memberat.

Apa yang dapat Anda lakukan saat mengalaminya di tengah masa kehamilan?

  • Kosongkan kandung kemih dengan posisi agak menunduk ke depan selama buang air kecil. Selanjutnya Anda dapat melakukan double-voiding (buang air kecil lagi setelah selesai buang air kecil pertama).
  • Jangan kurangi asupan cairan untuk menghindari buang air kecil. Tubuh Anda dan janin dalam kandungan membutuhkan asupan carian yang cukup selama kehamilan. Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan air ketuban berkurang dan infeksi saluran kencing pada ibu hamil.
  • Kurangi minuman yang dapat menambah frekuensi buang air kecil sebelum tidur, seperti kafein (kopi, teh).

Agar masa kehamilan Anda tetap menyenangkan, ikutilah cara-cara di atas untuk menangani kondisi meningkatnya buang air kecil. Jika Anda merasa nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, adanya perubahan warna air kencing menjadi coklat, keruh atau merah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RH]

wawan okvitawawan okvita

apakah boleh dok saat istri saya hamil usia 3minggu berhubungan intim