Awas, Jajanan Pasar bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi

Oleh dr. Vito A. Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA pada 23 Des 2017, 10:42 WIB
Meski murah dan mudah didapat, jajanan pasar bisa menyebabkan kadar kolesterol tinggi. Apa yang harus dilakukan?
Awas, Jajanan Pasar bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi (Maridav/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berbicara tentang kolesterol tinggi memang tidak akan ada habisnya. Sebab salah satu penyebab penyakit jantung dan stroke ini kerap bersemanyam di makanan, salah satunya jajanan pasar.

Ya, jajanan pasar memang umumnya mengandung kadar kolesterol tinggi. Hal ini umumnya disebabkan karena cara mengolah makanan tersebut, yaitu dengan mencelupkan makanan ke dalam minyak panas (deep fry).

Seperti diketahui, deep fry merupakan metode memasak yang membuat makanan terpapar minyak dalam jumlah banyak. Hal ini membuat kadar kolesterol jahat (LDL) dalam makanan bertambah banyak, sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Beberapa contoh jajanan pasar yang diolah dengan cara tersebut, antara lain cireng, comro, bakwan, kroket, risoles, serta gorengan tahu atau tempe. Anda tentu sudah mengenal makanan-makanan tersebut.

Lalu, apakah jajanan pasar jenis lainnya aman dikonsumsi? Sebaiknya, carilah makanan yang pengolahannya dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.

Tapi ingat, batasi jumlah yang Anda konsumsi. Sebab, meski jajanan pasar pilihan Anda tidak menggunakan metode deep fry, kolesterol tinggi bisa tetap terjadi jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini nantinya akan menyebabkan gangguan regulasi gula darah, serta peningkatkan kadar lemak darah (trigliserida).

Daripada ngemil jajanan pasar, lebih baik Anda mengonsumsi buah, sayur, smoothies atau serealia yang mengandung plant stanol ester. Ini karena asupan dengan kandungan tersebut sangat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang pada akhirnya turut memperkecil risiko penyakit jantung dan stroke.

(NB/ RH)