Cara Aman Nonton Kembang Api jika si Kecil Alergi Debu atau Asap

Oleh dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A pada 28 Des 2017, 10:59 WIB
Perayaan tahun baru identik dengan kembang api. Namun, jika si Kecil alergi debu atau asap, bagaimana cara aman menikmati pesta kembang api?
Cara Aman Nonton Kembang Api jika si Kecil Alergi Debu atau Asap (Beeboys/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selebrasi pergantian tahun tak dapat dipisahkan dari meriahnya pesta kembang api. Di berbagai penjuru kota, kembang api dalam berbagai variasi semarakkan malam tahun baru. Setelahnya, kepulan asap di udara seakan menggunung. Bagi sebagian orang, hal ini tidak terlalu mengganggu. Namun bagaimana pengaruhnya terhadap si Kecil yang memiliki alergi debu atau asap?

Alergi adalah suatu reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bahan-bahan tertentu yang disebut alergen. Alergen dapat berupa makanan, bahan yang dihirup, kontak dengan tubuh ataupun injeksi. Reaksi terhadap alergi dapat berupa gejala ringan seperti bersin dan gatal, hingga gejala berat yang dapat mengancam nyawa.

Debu dan asap sebenarnya tidak termasuk alergen. Pada umumnya, jika si Kecil dikatakan menderita alergi terhadap debu atau asap, mereka sebetulnya mengalami reaksi terhadap kutu debu atau serbuk sari. Apakah aman bagi si Kecil untuk menonton pertunjukan kembang api?

Menurut American College of Allergy, Astha and Immunology, penderita alergi dan asma harus waspada terhadap pemicu kambuhnya gejala. Kembang api yang sering dinyalakan selama perayaan tahun baru bisa menjadi salah satu pemicu tersebut.

Asap yang dihasilkan selama pembakarannya dapat menjadi suatu bahan iritan (bahan yang karena reaksi kimia dapat menimbulkan kerusakan atau peradangan bila berkontak dengan permukaan tubuh yang lembap, seperti kulit, mata dan hidung). Hal ini dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan memicu munculnya gejala asma dan reaksi alergi.

Jika si Kecil menderita alergi, sebaiknya jauhi asap kembang api. Apabila jaraknya dekat, maka usahakan untuk terus berada di tempat di mana angin membawa asap ke arah berlawanan. Alternatif lainnya adalah menggunakan masker N95 dan selalu membawa inhaler pereda gejala sesak yang biasa digunakan.

Meski si Kecil memiliki alergi debu atau asap, bukan berarti ia tak dapat menikmati gemerlapnya kembang api perayaan akhir tahun. Adalah peran Ayah dan Bunda untuk melakukan persiapan, langkah pencegahan dan senantiasa menjaga si Kecil dari asap yang dihasilkan kembang api, sehingga reaksi alergi dapat dihindari. Selamat menikmati kembang api tahun baru!

(RN/ RH)