Pengertian

Penyakit enterobiasis merupakan salah satu jenis penyakit cacingan. Penyakit ini terjadi akibat infeksi cacing kremi. Pada umumnya penyakit ini lazim ditemukan pada anak-anak.

Infeksi dapat terjadi karena tertelannya telur cacing kremi yang sudah dibuahi. Biasanya proses tersebut berlangsung melalui jari-jari yang kotor, makanan yang terkontaminasi, atau inhalasi udara yang terdapat telur cacing kremi.

Diagnosis

Diagnosis penyakit enterobiasis dilakukan dengan mengumpulkan informasi lewat serangkaian wawancara medis. Pada pemeriksaan ini dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami penderita cacingan.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan penunjang. Proses pemeriksaan dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap sisa-sisa buang air besar (BAB) atau feses di laboratorium. Hasil positif enterobiasis ditentukan jika pada pemeriksaan tersebut ditemukan telur cacing atau cacing.

Gejala

Anak-anak yang menderita penyakit enterobiasis akan mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya gatal di sekitar anus pada pagi hari, kurang nafsu makan, dan berat badan menurun atau sulit naik.

Jika dibiarkan, penyakit ini akan berujung pada komplikasi yakni, gangguan penyerapan makanan dan malnutrisi. Komplikasi mungkin terjadi jika penyakit cacingan tidak diobati secara tuntas.

Pengobatan

Pengobatan untuk eneterobiasis dilakukan dengan pemberian obat cacing. Jika salah satu anggota keluarga terkena cacingan, sebaiknya pengobatan diberikan kepada seluruh keluarga, agar penyebaran cacing ini dapat dihentikan secara menyeluruh.

Pencegahan
Pencegahan cacingan dilakukan dengan menjaga kebersihan pribadi, atau orang tua dapat menjaga kebersihan anaknya dengan melakukan tindakan berikut:

  • Memotong kuku yang sudah panjang dan kotor
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan
  • Menjauhkan makanan dari debu
  • Mencuci bersih dan rutin mengganti pakaian serta alas kasur

Penyebab

Penyebab cacingan adalah infeksi melalui cacing jenis enterobius vermicularis. Cara infeksi terjadi akibat tertelannya telur cacing secara tidak sengaja. Setelah telur cacing tertelan, larvanya akan menetas dan tumbuh menjadi cacing dewasa di usus besar.

Saat terkontaminasi cacing betina, cacing yang hamil akan berpindah ke daerah sekitar anus untuk mengeluarkan telur-telurnya. Selain itu, telur yang telah menetas di sekitar anus dapat berjalan kembali ke usus besar melalui anus.

Sering kali proses ini membuat penderitanya mengalami sensasi gatal di sekitar anus. Rasa gatal tersebut sering terjadi pada waktu malam hari sehingga kerap mengganggu tidur penderitanya dan membuat mereka menjadi lemah.

Anak-anak lebih rentan terkena penyakit enterobiasis karena sering bermain di tempat yang penuh kotoran atau debu. Padahal, hal-hal tersebut bisa jadi sarang kontaminasi telur cacing tersebut. Bagi telur cacing yang terdapat di debu akan sangat mudah diterbangkan angin sehingga tertelan mulut.

Orang dewasa pun bisa terkena melalui cara yang sama atau karena tertular seseorang yang menderita penyakit enterobiasis. Penularan akan lebih mudah terjadi pada satu keluarga atau lingkungan seperti asrama.

Proses penularan cacingan dapat terjadi melalui:

  • Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk daerah sekitar pantat atau anus.
  • Penularan dari tangan seseorang yang telah terkontaminasi telur cacing.