Pengertian

Impotensi atau disfungsi ereksi (erectile dysfunction) adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi untuk menjalani aktivitas seksual. Ereksi dapat terjadi karena masuknya aliran darah ke penis.

Hal ini biasanya terjadi setelah stimulasi seksual yang dihantarkan ke otak, lalu diteruskan ke persarafan pada penis. Namun terdapat beberapa keadaan dimana ereksi tidak dapat terjadi, seperti pada diabetes, dan gangguan jantung.

 

Diagnosa

Diagnosis disfungsi ereksi dapat ditegakkan berdasarkan keluhan pasien. Namun penyebab dari disfungsi ereksi dapat dicari dengan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan hormon. Seorang dengan disfungsi ereksi dapat menjalani pemeriksaan hormon untuk mengetahui penyebab sekunder dari gangguan ini. Pemeriksaan hormon testosteron dan LH (Luteinizing Hormone) dapat dilakukan untuk melihat gangguan hormon yang dapat menjadi dasar gangguan disfungsi ereksi.
  • Pemeriksaan USG duplex dapat dilakukan untuk memeriksa aliran darah pada penis pasien. Pada gangguan pembuluh darah seperti atherosklerosis, maka aliran darah ke penis akan berkurang dan menyebabkan gangguan ereksi.
  • Tes sensitivitas kulit penis. Sensitivitas penis dapat diperiksa dengan melakukan pemeriksaan sensitivitas kulit terhadap rangsangan getaran. Disfungsi ereksi dapat terjadi karena adanya peningkatan ambang rangsang getar seorang sehingga sulit terangsang. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi apakah terdapat gangguan sensori yang mendasari disfungsi ereksi.

Gejala

Disfungsi ereksi ditandai dengan ketidakmampuan untuk ereksi yang terjadi secara reguler dan berulang. Walaupun mendapatkan stimulasi seksual, ereksi penis tidak dapat terjadi.

Seorang dengan disfungsi ereksi biasanya memiliki faktor risiko terjadinya gangguan ini. Berbagai penyakit yang berhubungan dengan disfungsi ereksi adalah diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Pengobatan

Penanganan dari disfungsi ereksi tergantung dari penyebabnya. Olahraga efektif dalam mencegah disfungsi ereksi. Bagi perokok, berhenti merokok merupakan salah satu cara mengurangi kemungkinan terjadinya difungsi ereksi.

Berbagai pengobatan dapat dicoba untuk menangani disfungsi ereksi. Phosphodiesterase inhibitor merupakan salah satu jenis obat yang banyak tersedia di pasaran untuk meningkatkan aliran darah ke penis. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kaliber pembuluh darah penis.

Beberapa contoh obat golongan ini adalah sildenafil, vardenafil dan tadalafil. Pengobatan berupa salep pada kulit juga tersedia. Penyuntikan obat alprostadil juga dapat dilakukan untuk menangani gangguan ereksi. Penyuntikan dapat dilakukan beberapa saat sebelum berhubungan seksual.

Penyebab

Terdapat banyak penyebab gangguan ereksi. Karena itu, mencari faktor penyebab yang tepat kadang memerlukan pemeriksaan yang teliti. Berikut adalah berbagai penyebab disfungsi ereksi yang perlu diperhatikan:

  • Obat (antidepresi) dan nikotin
  • Gangguan cavernosum (penyakit peyronie)
  • Gangguan psikologis, cemas, stress dan gangguan mental
  • Pembedahan
  • Penuaan
  • Gangguan ginjal
  • Diabetes mellitus
  • Pola hidup, seperti merokok

Komplikasi pembedahan merupakan salah satu penyebab disfungsi ereksi. Berbagai pembedahan yang mengganggu saraf pada daerah penis dapat menyebabkan disfungsi ereksi, misalkan operasi pengangkatan prostat.

Disfungsi ereksi juga dapat disebabkan oleh penyakit metabolik seperti diabetes mellitus. Pada penyakit ini, terjadi kerusakan pembuluh darah dan saraf autonom. Gangguan pembuluh darah dapat menyebabkan sulitnya aliran darah yang dapat masuk ke penis.