Pengertian

Noma atau infeksi jaringan mulut adalah penyakit yang merusak jaringan mulut (orofasial) dan struktur di sekitarnya. Penyakit ini kebanyakan menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Noma jarang menyerang orang dewasa.

Meski berawal dari bagian dalam mulut, noma bisa menyebar ke area lain. Seringkali area wajahlah yang menjadi sasarannya. Bila terus dibiarkan, infeksi ini akan menggerogoti jantung dan organ vital lainnya.

Infeksi yang dalam bahasa medisnya dikenal sebagai cancrum oris atau gangrenous stomatitis ini juga memiliki angka kematian yang tinggi. Bahkan noma dapat membunuh lebih cepat daripada AIDS.

Gizi buruk dan kurangnya masalah kebersihan sering dikaitkan dengan noma. Hal ini mengacu pada angka kejadian yang sangat tinggi di beberapa negara berkembang seperti Nigeria dan Senegal. Studi yang dilakukan para ahli menemukan bahwa setiap tahun, lebih dari 100.000 penduduk Nigeria meninggal dunia akibat serangan noma.

Diagnosis

Diagnosis terhadap infeksi jaringan mulut atau noma dilakukan lewat pemeriksaan bakteri. Bakteri yang dicurigai memiliki kaitan dengan infeksi ini adalah bakteri Fusobacterium necrophorum.

Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan tambahan. Beberapa pemeriksaan tambahan yang disarankan adalah pemeriksaan foto X-Ray dan CT scan. Tujuannya untuk mengetahui penyebaran ke jaringan lain.

Gejala

Ada beberapa gejala infeksi jaringan mulut atau noma yang bisa dikenali. Seperti kerusakan pada bibir, tepi mulut, hidung, pipi, dan kadang kelopak mata bagian bawah, yang didahului dengan riwayat luka yang menghitam.

Selain itu dapat terjadi kerusakan atau luka pada membran mukosa mulut. Bahkan bisa merusak jaringan tulang pada wajah. Kerusakan yang terjadi pada otot pengunyah dapat menyebabkan trismus (kaku rahang) sehingga penderitanya akan mengalami kesulitan menelan.

Pada keadaan awal dapat terlihat adanya radang gusi (gingivitis), kematian jaringan mukosa, dan luka di mulut yang luas. Noma juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan di kemaluan. Kondisi ini disebut dengan istilah noma pudenda.

Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada infeksi jaringan mulut atau noma, seperti:

  • Dehidrasi
  • Sepsis (infeksi berat)
  • Gangguan nafas
  • Kelainan struktur wajah
  • Stres psikologis

Pengobatan

Penanganan untuk infeksi jaringan mulut atau noma dapat dilakukan lewat pemberian antibiotik, cairan untuk mencegah dehidrasi, makanan melalui infus, dan penanganan luka. Selain itu juga bisa dilakukan operasi bedah plastik untuk rekonstruksi wajah dan sendi rahang.

Penangan di rumah dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi melalui pemberian nutrisi yang sehat dan seimbang. Hindari dehidrasi dengan banyak minum air putih. Jika terdapat luka, jangan mengaplikasikan atau mengobati tanpa adanya anjuran dokter.

Bisakah noma dicegah? Bisa. Pencegahan terhadap infeksi jaringan mulut atau noma bisa dilakukan dengan memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi, terutama pada anak. Selain itu sangat penting untuk memerhatikan kebersihan dan sanitasi.

Penyebab

Penyebab utama infeksi jaringan mulut atau noma adalah bakteri Fusobacterium necrophorum. Namun ada juga beberapa bakteri lain yang dicurigai dapat menyebabkan penyakit ini. Seperti bakteri Borrelia vincentii, Staphylococcus aereus, prevotella intermedia.

Selain itu, berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian penyakit noma:

• Malnutrisi
• Imunitas yang rendah
• Kebersihan mulut yang kurang
• Sanitasi yang buruk
• Tinggal berdekatan dengan binatang
• Air minum yang kurang bersih
• Penyakit imunodefisiensi seperti AIDS
• TBC
• Infeksi typhoid
• Disentri
• Leukemia
• Batuk rejan
• Campak