Pengertian

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Sinus itu sendiri merupakan rongga kosong yang terletak di tulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), bagian belakang rongga hidung (sphenoid), serta di antara hidung dan matang (ethmoid).

Salah satu tugas sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairang lengket dan tebal) di hidung. Mukus turut bekerja untuk mencegah masuknya kuman, allergen penyebab alergi, dan benda-benda asing yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Pada beberapa kasus, sinusitis bisa menyebabkan komplikasi berupa infeksi tulang. Selain itu, pada kasus yang sangat jarang (sekitar satu dari 10.000 kasus), infeksi dapat menyebar ke daerah sekitar mata, tulang, darah atau otak.

Diagnosis

Sebagian besar sinusitis sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan gejala yang Anda rasakan serta pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik dokter akan melihat adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi.
Selain itu juga bisa dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan rhinoskopi. Ini adalah sebuah cara untuk melihat langsung ke dalam rongga hidung. Tujuannya adalah untuk melihat lokasi sumbatan.

Terkadang juga diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk pemeriksaan kuman. Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI hanya diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal.

Gejala

Sinusitis pada umumnya menimbulkan gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Napas berbau
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Rasa sakit atau adanya tekanan di daerah dahi, pipi, hidung di antara mata
  • Berkurangnya daya pengecap
  • Hidung terus meler dengan warna hijau pekat
  • Demam
  • Berkurangnya daya penciuman
  • Sakit tenggorokan

Gejala-gejala tersebut biasanya akan semakin memburuk di malam hari. Jika peradangan tak terlalu parah, biasanya gejala tersebut akan membaik setelah 7-21 hari. Namun, bila tak kunjung membaik, maka Anda harus segera berkonsultasi pada dokter.

Pengobatan

Pada kasus yang tak terlalu parah (sinusitis akut), biasanya peradanganakan membaik dalam dua minggu. Pada beberapa orang, kondisi tersebut membaik sendiri meski tanpa pengobatan khusus.

Jika kondisi Anda belum membaik, pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sinusitis antara laina dalah:

  • Obat semprot dekongestan. Anda tidak boleh menggunakannya lebih dari seminggu.
  • Antibiotik. Diperlukan jika sinusitis disebabkan oleh bakteri.
  • Antihistamin. Pengobatan ini dilakukan terutama jika mukus disertai dengan alergi.
  • Larutan saline. Tujuannya adalah untuk menghilangkan mukus yang tebal.
  • Operasi. Prosedur ini hanya dilakukan apabila sinusitis disebabkan karena adanya kelainan bawaan.

Penyebab

Sinusitis dapat dipicu karena berbagai sebab, seperti:

  • Virus. Virus pilek dan flu dapat memengaruhi saluran hidung. Letak salah satu rongga sinus yang sangat dekat dengan hidung memungkinkan virus untuk berpindah. Sinusitis biasanya berlangsung lebih lama dari pilek dan flu.
  • Rhinitis alergi. Terkadang rhinitis dapat terjadi bersamaan dengan sinusitis. Itulah sebabnya mengapa keduanya sering tertukar.
  • Polip hidung. Polip merupakan daging kecil yang tumbuh, Salah satu penyebabnya adalah mukus yang sangat tebal hingga membetuk daging.
  • Fibrosis sistik. Terjadi akibat menebalnya mukus di berbagai bagain tubuh –sperti rongga hidung dan paru-paru. Akibatnya proses pernapasan menjadi terganggu.
  • Gangguan sistem imunitas tubuh. Seseorang dengan sistem imunitas tubuh yang sangat rendah –seperi penderita HIV/AIDS, biasanya rentan terhadap sinusitis.
  • Infeksi gigi. Bakteri yang bersarang di mulut, gigi, dan gusi dapat menyebar hingga ke rongga sinus. Itulah sebabnya infeksi gigi harus segera diatasi.
  • Kelainan bawaan. Sinusitis juga bisa disebabkan karena adanya kelainan pada bentuk tulang di rongga hidung. Biasanya bentuk yang bengkok atau tidak lurus.