Anak Hiperaktif dan Nakal?

Info Penanya, wanita 21 Tahun

dok tolong saya jawab pertanyaan saya anak saya terlalu hiperaktif ,dipanggil ga mau nengok di bilangin ga mau dger slalu nakal dgn tmn2"a bhkan ke saya dan ayah jg adiknya ,smpai2 dibilang anak nakal sm tetangga saya bhkan saya malu banget dok ,, menurut dokter saya hrs gmn saya bawa ke psikolog anak atau spesialis anak atau ke saraf tkt ada gngguan otak dan saraf tolong dok ,brapa pun biaya sya usahakan asal anak saya gak trlalu hiperaktif... 

01 Nov 2016, 20:18 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini. Tentunya tidak mudah untuk menghadapi anak yang sangat aktif.

Anak yang selalu bergerak dan sulit berkonsentrasi sering dicap sebagai anak nakal. Padahal, dalam dunia psikiatri, mereka dikenal sebagai attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Menurut National Institute of Mental Health di Amerika, perbandingan anak laki-laki dan anak perempuan dengan ADHD adalah 3:1.

Namun, beberapa ahli jiwa menganggap terdapat ADHD yang sama banyak antara anak perempuan dengan dan anak laki-laki. Hanya, anak perempuan tidak terdiagnosis sesering anak laki-laki karena anak perempuan kurang mengganggu dan gejalanya masih terkendali sampai usia lebih tua.

ADHD dapat menyebabkan gangguan kemampuan akademik dan interaksi sosial dengan teman. Ini karena anak ADHD tak mampu mengendalikan dan mengatur tingkah lakunya. Lebih parah lagi, penyalahgunaan alkohol dan obat, depresi dan gangguan mental lainnya, kenakalan remaja, serta problem dalam pekerjaan.

Kondisi hubungan relasi sosial yang buruk ini menimbulkan peningkatan kondisi stres pada orangtua. Bahkan, hal itu bisa mengakibatkan persepsi orangtua terhadap dirinya sendiri menjadi buruk dan merasa tak mampu berperan sebagai orangtua yang baik.

Penanganan ADHD harus melalui terapi komprehensif yang meliputi:

1. Terapi Farmakologi Rencana pengobatan harus dibuat secara individual, tergantung gejala dan efeknya terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kombinasi obat dan terapi lain memberi hasil paling baik.

Pengobatan diberikan bila gejala impulsivitas, agresivitas, dan hiperaktivitas cukup berat sehingga menyebabkan gangguan di sekolah, di rumah, atau hubungan dengan teman. Pengobatan bertujuan menghilangkan gejala dan sangat memudahkan terapi psikologis. Lamanya pengobatan tergantung ada atau tidaknya gejala yang ingin dihilangkan.

2. Terapi Perilaku Terapi psikososial/perilaku, seperti pelatihan kemampuan sosial, dapat dianjurkan sebagai terapi awal bila gejala ADHD cukup ringan, diagnosis ADHD belum pasti, atau keluarga memilih terapi ini. Namun, untuk jangka panjangnya, terapi perilaku saja tidak cukup dalam menangani ADHD

3. Terapi Kombinasi Inilah terapi yang diyakini terbaik karena dibarengi dengan makan obat, sedangkan terapi perilaku dapat membantu pengelolaan gejala-gejala ADHD dan mengurangi dampaknya pada anak.

Cara terbaik adalah bekerja sama dengan seorang terapis berpengalaman dalam masalah perilaku, lalu rajin berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri yang fokus menangani anak ADHD untuk memonitor perkembangan anak. Terapi perilaku bermanfaat membentuk self control pada anak sehingga bila sudah terbentuk, dosis obatnya akan dikurangi secara bertahap sampai akhirnya anak tidak memerlukan lagi. Oleh sebab itu, pemeriksaan ke dokter spesialis psikiatri sebaiknya segera dilakukan dan semoga masalah ini segera teratasi.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

01 Nov 2016, 20:18 WIB

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter
Waspada Penyakit Kronis Akibat Radikal Bebas
Spesialis
Waspada Penyakit Kronis Akibat Radikal Bebas
17 Shares
Mengenali Pentingnya Antioksidan bagi Tubuh
Spesialis
Mengenali Pentingnya Antioksidan bagi Tubuh
14 Shares
Tangkal Stres Oksidatif dengan Makanan Super Ini
Spesialis
Tangkal Stres Oksidatif dengan Makanan Super Ini
11 Shares
Stres Oksidatif Lebih Berbahaya dari Stres Biasa
Spesialis
Stres Oksidatif Lebih Berbahaya dari Stres Biasa
15 Shares
Kenali Tanda Anak Kurang Gizi
Info Sehat
Kenali Tanda Anak Kurang Gizi
11 Shares
Benarkah Remaja Lebih Rentan Terkena Tuberkulosis?
Info Sehat
Benarkah Remaja Lebih Rentan Terkena Tuberkulosis?
18 Shares
Susah Hamil Gara-gara Keputihan?
Info Sehat
Susah Hamil Gara-gara Keputihan?
15 Shares
5 Kebiasaan Buruk Pagi Hari yang Harus Dihilangkan
Info Sehat
5 Kebiasaan Buruk Pagi Hari yang Harus Dihilangkan
19 Shares
Makan Sebelum Tidur Ternyata Tak Bikin Gemuk
Info Sehat
Makan Sebelum Tidur Ternyata Tak Bikin Gemuk
11 Shares
3 Manfaat Ampas Kopi Bagi Kecantikan Kulit Anda
Info Sehat
3 Manfaat Ampas Kopi Bagi Kecantikan Kulit Anda
18 Shares