Seputar Anak Hiperaktif

Info Penanya, pria 6 Tahun

Dokter maaf saya mau tanya. Ini mengenai anak saya. Tinggi bdn saya ga gt hafal. Kemgkan 120cm. Begini Dok. Anak saya itu hiperaktif. Klo minum obat penenang namanya methyl prenidat 2.5mg dlm jangka panjang itu berbahaya ga ya? Trus tdk perlu jangka panjang si Dok maksud saya. Anak pakai obat itu bisa jd idiot ga ya. Ada ketakutan buat saya mau ksh minum obat tersebut. Mohon bantuannya Dok. Terimakasih

08 Mar 2017, 09:44 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini.

Tentunya tidak mudah untuk menghadapi anak yang sangat aktif.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar sebenarnya adalah hal yang wajar dimiliki oleh setiap anak. Akan tetapi setiap orangtua harus lebih kritis dalam mencermati perilaku anak. Perilaku anak yang sangat akif dapat merupakan suatu hal yang normal ditemukan maupun bagian dari sebuah kondisi medis yang disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan, ditandai dengan berbagai keluhan seperti perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

Tiga gejala utama yang nampak pada perilaku seorang anak ADHD adalah :

  • Inatensi atau kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian secara utuh terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal lain
  • Hiperaktif yaitu perilaku yang tidak bisa diam. Duduk tenang merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Anak akan bangkit dan terus berlari, berjalan, bahkan memanjat-manjat. Selain itu, ia cenderung banyak berbicara dan menimbulkan suara berisik.
  • Impulsif yaitu kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar)

Seorang anak dapat dikatakan memiliki gangguan hiperaktif apabila memiliki setiap keluhan di atas yang menetap minimal selama 6 bulan, baik di rumah maupun lingkungan sekolah, dan terjadi sebelum anak mencapai usia 7 tahun.

Saat ini yang diperlukan adalah kesabaran Anda untuk membimbing dan mengajari anak Anda bagaimana berperilaku yang baik dan benar dengan memberikan contoh yang baik untuk anak Anda. Memang, tidak semua perilaku anak yang sangat aktif dapat digolongkan sebagai ADHD akan tetapi orangtua harus tetap waspada dan lebih cermat dalam menilai perilaku anak.

Apabila Anda merasa bahwa anak Anda telah memenuhi kriteria di atas, maka sebaiknya Anda segera mengonsultasikannya ke psikiater anak untuk memastikannya, agar terapi dapat segera dilakukan secara optimal. Hal ini penting karena gangguan hiperaktivitas dapat berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik anak, serta kemampuannya dalam menyerap pelajaran dan bersosialisasi.

Penanganan ADHD harus melalui terapi komprehensif yang meliputi:
1. Terapi Farmakologi
Rencana pengobatan harus dibuat secara individual, tergantung gejala dan efeknya terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kombinasi obat dan terapi lain memberi hasil paling baik.

Pengobatan diberikan bila gejala impulsivitas, agresivitas, dan hiperaktivitas cukup berat sehingga menyebabkan gangguan di sekolah, di rumah, atau hubungan dengan teman. Pengobatan bertujuan menghilangkan gejala dan sangat memudahkan terapi psikologis. Lamanya pengobatan tergantung ada atau tidaknya gejala yang ingin dihilangkan.

Pengobatan tentunya harus si bawah pengawasan dokter. Mengenai efek samping dan dosis dokter akan menjelaskan secara mendetail kepada Anda.

2. Terapi Perilaku
Terapi psikososial/perilaku, seperti pelatihan kemampuan sosial, dapat dianjurkan sebagai terapi awal bila gejala ADHD cukup ringan, diagnosis ADHD belum pasti, atau keluarga memilih terapi ini. Namun, untuk jangka panjangnya, terapi perilaku saja tidak cukup dalam menangani ADHD

3. Terapi Kombinasi
Inilah terapi yang diyakini terbaik karena dibarengi dengan makan obat, sedangkan terapi perilaku dapat membantu pengelolaan gejala-gejala ADHD dan mengurangi dampaknya pada anak.

Cara terbaik adalah bekerja sama dengan seorang terapis berpengalaman dalam masalah perilaku, lalu rajin berkonsultasi dengan dokter yang fokus menangani anak ADHD untuk memonitor perkembangan anak.

Terapi perilaku bermanfaat membentuk self control pada anak sehingga bila sudah terbentuk, dosis obatnya akan dikurangi secara bertahap sampai akhirnya anak tidak memerlukan lagi.

Penanganan Anak Hiperaktif

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

08 Mar 2017, 09:44 WIB

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter
Waspada Penyakit Kronis Akibat Radikal Bebas
Spesialis
Waspada Penyakit Kronis Akibat Radikal Bebas
17 Shares
Mengenali Pentingnya Antioksidan bagi Tubuh
Spesialis
Mengenali Pentingnya Antioksidan bagi Tubuh
14 Shares
Tangkal Stres Oksidatif dengan Makanan Super Ini
Spesialis
Tangkal Stres Oksidatif dengan Makanan Super Ini
11 Shares
Stres Oksidatif Lebih Berbahaya dari Stres Biasa
Spesialis
Stres Oksidatif Lebih Berbahaya dari Stres Biasa
15 Shares
Kenali Tanda Anak Kurang Gizi
Info Sehat
Kenali Tanda Anak Kurang Gizi
11 Shares
Benarkah Remaja Lebih Rentan Terkena Tuberkulosis?
Info Sehat
Benarkah Remaja Lebih Rentan Terkena Tuberkulosis?
18 Shares
Susah Hamil Gara-gara Keputihan?
Info Sehat
Susah Hamil Gara-gara Keputihan?
15 Shares
5 Kebiasaan Buruk Pagi Hari yang Harus Dihilangkan
Info Sehat
5 Kebiasaan Buruk Pagi Hari yang Harus Dihilangkan
19 Shares
Makan Sebelum Tidur Ternyata Tak Bikin Gemuk
Info Sehat
Makan Sebelum Tidur Ternyata Tak Bikin Gemuk
11 Shares
3 Manfaat Ampas Kopi Bagi Kecantikan Kulit Anda
Info Sehat
3 Manfaat Ampas Kopi Bagi Kecantikan Kulit Anda
18 Shares