Sering Tidur dan Linglung pada Penderita Diabetes

Info Penanya, pria 28 Tahun

Nenek saya umur 70thn, dan telah lama menderita DM, kmrn sempat drop gula darah nya, karena sehari sebelumnya tidak makan tetapi mengkonsumsi obat gula darah yg rutin diminumnya, akan tetapi setelah saya bawa ke RS dan di tangani oleh dokter yg memegang sejak lama,mengapa sering tidur dan terkesan seperti orang linglung , apakah itu wajar dok,dan berlangsung berapa lama ? Padahal dokter bilang gula darahnya sudah stabil. Saya JD khawatir, Terima kasih

08 Mar 2017, 13:33 WIB
dr. Anita Amalia Sari
dijawab oleh: dr. Anita Amalia Sari

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Glukosa darah (gula darah) yang rendah dikenal sebagai hipoglikemia (glukosa darah < 60 mg/dl). Sebagian besar penyebab hipoglikemia ialah penderita DM dengan terap iinsulin atau sulfonylurea (hipoglikemia iatrogenik), tetapi juga terdapat penyebab hipoglikemia pada pasien non-DM seperti pankereatitis atau sel tumor non-islet, , autoimun, kegagalan organ, penyakit endokrin, kelainan metabolisme dari lahir, toksin dari makanan, dan lain-lain (sepsis, kelaparan, kegiatan yang sangat berlebihan).

Dalam hubungannya dengan fungsi otak, kadar gula yang rendah dapat mengacu pada kerusakan sel-sel otak. Untuk menjalankan fungsinya, sel otak hanya dapat menggunakan sumber energi dalam bentuk glukosa (sel tubuh lainn dapat menggunakan cadangan energi lain, seperti asam lemak). Oleh karena itu bila tidak ada persedian glukosa ke otak, dalam 4 menit dapat terjadi kematian sel saraf di otak. Dan sel saraf, apabila telah terjadi kerusakan, akan sulit untuk memperbaiki diri.

Umumnya, ketika terjadi hipoglikemia, akan langsung menimbulkan gejala, yaitu;

  • Gelisah dan gemetar
  • Mual
  • Lapar
  • Berkeringat
  • Cemas dan bingung
  • Mata kabur, sulit bicara
  • Lemah, mengantuk, sulit berpikir

Bila terjadi hipoglikemia berat dan terlambat dalam pengobatannya, maka dapat terjadi perburukan kondisi, mulai dari Penurunan kesadaran, kejang, koma, dan hipotermia (suhu badan rendah) yang beresiko kematian. Kondisi ini dapat terjadi dalam hitungan menit, jam atau hari. Tergantung dari kondisi pasien, berat-ringannya penyakit, dan faktor komorbid lain yang dimiliki.

Gangguan yang terjadi pada nenek Anda tergolong dalam penurunan kesadaran, yang disebut dengan Delirium.

Delirium adalah keadaan yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berpikir secara jernih.

Delirium meruapakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit, dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental.

Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan, hipoglikemia sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.

Keadaan ini paling ssering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otakknya mudah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan pikiran atau prilaku dan orang yang mengalami demensia.

 

Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan secara langsung. Dan untuk penanganannya didasarkan pada penyebabnya, jika penyebab telah diatasi maka gejala deliriumpun perlahan akan membaik. Untuk itu, saran Kami adalah Anda berdiskusi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang menangani kondisi nenek Anda agar dapat mengetahui dengan jelas kondisinya.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

08 Mar 2017, 13:33 WIB