Anak Tidak Bisa BAK

Info Penanya, wanita 37 Tahun

Dok sy punya keponakan umur 1.5th udh sejak kemarin ga bisa BAK. udh coba dibawa ke dokter tp blm ada hasilnya. Mhon saran. Makasih

15 Mei 2017, 02:42 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih telah bertanya tentang anak tidak bisa BAK melalui fitur Tanya Dokter. 

Sulit BAK atau mengedan saat BAK disebut sebagai straining, serta keluarnya kencing sedikit-sedikit, adalah gejala infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. ISK lebih mudah terjadi pada wanita karena wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  • ISK atas: gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  • ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin.

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK. Karena tidak ada obat yang menjamin penyakit ini tidak kambuh lagi, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga daerah genital agar tetap kering dan bersih dan asupan cairan yang cukup. Selain hal-hal tersebut, terkadang pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gejala(simptomatik) seperti untuk mengatasi nyeri ataupun demam yang menyertai dan juga untuk memberantas organisme penyebab infeksi saluran kemih tersebut. Untuk mengetahui pengobatan yang sesuai, perlu diketahui organisme penyebab yang dapat diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan urinalisis.

Kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut supaya diagnosis pasti dapat ditegakkan dan anda mendapat pengobatan yang tepat. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

15 Mei 2017, 02:42 WIB