Apakah Sifilis dan HIV Bisa Sembuh?

Info Penanya, pria 20 Tahun

Dok mau tanya, tahun lalu tepatnya pertengahan maret 2016 saya dapat gejala bintik bintik merah pada leher dada perut dan di dalam penis saya terasa sedikit gatal dan kencing sedikit perih gejalanya muncul 4 minggu setelah saya berhubungan intim dengan perempuan yang baru saya kenal 2 hari gejalanya muncul cuman seminggu setelah itu seperti sembuh saya belum sempat ke dokter waktu itu dan sampe sekarang tidak ada gejala muncul lagi tapi saya takut dok karna takut gejala sifilis atau HIV dan apakah masih bsa sembuh dok kalo benar kena tapi berat badan saya bertambah dri tahun lalu 72kg sekarang 79kg mungkin sudah lebih. Terimakasih dok mohon dijawab.

01 Jun 2017, 13:17 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar sifilis dan HIV menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, melalui transfusi darah, dan sangat jarang sekali melalui luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis. Apabila Anda berhubungan seksual dengan penderita penyakit sifilis maka kemungkinan besar Anda akan tertular.

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan latent. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita. Gejala yang muncul adalah luka pada kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Luka yang muncul biasanya satu luka dapat besar atau kecil. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas. Bentuk latent dapat timbul setelah 25 tahun terinfeksi, gejala yang dapat muncul dapat berentuk sifilis jenis primer ataupun sekunder yang dapat menginfeksi otak dan menyebabkan kematian

Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) adalah pemeriksaan skrining untuk penyakit sifilis. Pada orang sehat, hasilnya negatif. Hasil VDRL 1:8 menunjukan positif. Berdasarkan penelitian VDRL positif , dapat disertai dengan hasil positif palsu atau benar-benar positif dengan titer rendah. Hasil positif palsu dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

Akut : dapat disebabkan infeksi virus , bakteri , imunisasi , parasit malaria

Kronik : dapat disebabkan oleh SLE , penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita .

Untuk itu memang perlunya konfirmasi dengan Treponema pallidum aglutination assay (TPHA) . VDRL dan TPHA positif menunjukkan kemungkinan besar positif sifilis. Pengobatan sifilis adalah dengan memberikan antibiotik. Terapi definitifnya adalah dengan penisilin G benzatin yang disuntikan secara intramuskular (pada otot).

HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sampel darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Blot. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi.

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah :

- Nyeri kepala

- Diare

- Mual dan Muntah

- Lelah

- Nyeri otot

- Nyeri menelan

- Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

- Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua

Setelah tahap serokonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis. Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sistem sel darah putih kita yang dinamakan sel T CD 4 dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga (Infeksi HIV dan AIDS)

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS baik untuk kendali virus maupun obat untuk mengendalikan infeksi AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

- Lelah setiap saat

- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

- Demam > 10 hari

- Keringat malam

- Berat badan menurun drastis

- Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

- Sulit bernafas

- Diare yang berkepanjangan

- Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

- Mudah berdarah atau memar


Untuk memulai pengobatan HIV memang diperlukan pemeriksaan yang detil mengenai kondisi tubuh, status imunitas dan jumlah virus dalam tubuh.
Pengobatan HIV sekarang ada berbagai macam, yaitu menggunakan obat ARV (anti retroviral). Obat tersebut dapat Anda peroleh jika Anda kosultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dengan obat itu, diharapkan terjadi supresi dari virus sehingga tidak dapat melemahkan sistem imun tubuh. Infeksi ini berat jika sel darah putih itu turun sehingga tubuh dapat terinfeksi oleh berbagai virus dan bakteri. Untuk sembuh masih diperdebatkan dan sepertinya sulit. Yang dapat dilakukan adalah supresi dari replikasi virus. Hingga saat ini belum ada cara lain untuk mensupresi virus selain dengan konsumsi obat ARV.

Berdasarkan penelitian, jumlah CD4 akan meningkat dengan cepat jika pengobatan ARV dimulai dengan cepat dan terjadi supresi virus yang efektif. Semakin efektif supresi virus dan semakin rendah viral load (jumlah virus) dalam tubuh maka jumlah CD4 akan semakin meningkat.

Selain itu beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga pola hidup sehat untuk membantu sistem pertahanan tubuh dan juga untuk melindungi diri agar tidak terlalu lelah dan terpapar sumber infeksi.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokteuntuk mendapat pengobatan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

01 Jun 2017, 13:17 WIB

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter
Sudahkah Benarkah Cara Anda Menggunakan Mouse?
Info Sehat
Sudah Benarkah Cara Anda Menggunakan Mouse?
4 Alasan Wanita Sulit Orgasme
Info Sehat
4 Alasan Wanita Sulit Orgasme
4 Hal Ini Turunkan Metabolisme Tubuh
Info Sehat
4 Hal Ini Turunkan Metabolisme Tubuh
Bu, sudah siap untuk memulai program kehamilan setelah menikah nanti?
Spesialis
Bu, sudah siap untuk memulai program kehamilan setelah menikah nanti?
Putar Video00:31
Selain Wortel, 4 Makanan Ini Bikin Mata Sehat
Info Sehat
Selain Wortel, 4 Makanan Ini Bikin Mata Sehat
Bahaya Infeksi Saluran Kencing pada Anak
Info Sehat
Bahaya Infeksi Saluran Kencing pada Anak
Inilah 3 Akibat Konsumsi Protein Berlebihan
Info Sehat
Inilah 3 Akibat Konsumsi Protein Berlebihan
Awas, Runner’s Knee Mengancam Lutut Anda!
Info Sehat
Awas, Runner’s Knee Mengancam Lutut Anda!
Kiat Mudah Bangun Pagi Tanpa Jam Alarm
Info Sehat
Kiat Mudah Bangun Pagi Tanpa Jam Alarm
4 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Mata
Info Sehat
4 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Mata