Seks Oral dan Penularan HIV

Info Penanya, pria 23 Tahun

Dok tahun 2015 lalu sekitar bulan febuari saya pernah melakukan hubungan berisiko sex oral tidak sampe berhubungan badan. Kemudian setahun kemudian pada bulan oktober saya melakukan tes hiv dan hasilnya negatif Apa hasil itu valid dok ? Saya msih merasa cemas dan khawatir soal ini Apa saya perlu tes hiv ulang?

05 Jun 2017, 11:46 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih telah bertanya tentang seks oral dan HIV melalui fitur Tanya Dokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan. Apabila memang saat oral sex terdapat luka pada daerah genitalia Anda maka bisa saja terjadi peningkatan resiko penularan. Namun jika tidak ada luka, kecil kemungkinannya.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI). Apabila Anda khawatir, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah dalam waktu 3 bulan Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV untuk memastikan apakah ada virus tersebut atau tidak.

Untuk mendeteksi HIV Anda dapat melakukan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi. Masa ini disebut periode jendela (window period). Dalam masa seperti ini, bisa saja seseorang mendapatkan hasil tes negatif karena antibodinya belum terbentuk sehingga belum dapat dideteksi , tapi jika iya memang mengidap HIV sudah bisa menularkan virus.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai seks oral dan HIV. Semoga bermanfaat. Salam. 

05 Jun 2017, 11:46 WIB