Sakit Maag Pada Penderita HIV

Info Penanya, pria 22 Tahun

Dok saya mau tanya jika seorang dinyatakan positif hiv namun dia tidak ada menimbulkan gejala apa apa.namun suatu waktu karena dia makan kripik yang pake level pedas terus dicampur minum kopi dalam keadaan perut belum ada makan nasi dalam artian makan pada perut kosong..esokkan harinya dia merasakan perih namun masih bisa ditahan namun dia ttp konsumsi capucino satu kali setiap hari sampai sebulan dan akhirnya ..perih perutnya semakin parah dan tidak kunjung sembuh seteh berobat kedokter penyakit dalam Yang saya tanyakan dok apa ada hubungan penderita hiv dengan perih perut yang dia rasakan tidak kunjung sembuh??? Dia cuman merasakan perih saja dok ..gejala lain seperti mual .mulas ataupun kembung tidak ada dia rasakan .saat ini dalam kontrol dokter obat yg diberi dari antasida .omeprazole .ulsidex. Lanzoprazole,serta obat yang berhubungan dengan jiwa sudah diberikan .namun tidak ada perubahan perih yang dirasakan masih ada .namun ketika puasa perut dalam keadaan tidak sakit tetapi setelah berbuka perut perih lagi.

11 Jun 2017, 00:01 WIB
dr. Reza Fahlevi
dijawab oleh: dr. Reza Fahlevi

Terima kasih atas kepercayaan anda berkonsultasi di klikdokter.com

Gastritis adalah proses inflamasi/peradangan pada lapisan mukosa lambung sebagai mekanisme proteksi mukosa apabila terdapat akumulasi bakteri atau bahan iritan lain. Proses inflamasi dapat bersifat akut, kronis/lama, difus/menyeluruh, atau lokal. Pasien datang ke dokter karena rasa nyeri dan panas seperti terbakar pada perut bagian atas. Keluhan mereda atau memburuk bila diikuti dengan makan, mual, muntah dan kembung.

Faktor Risiko terjadinya gastritis, antara lain;

Pola makan yang tidak baik: waktu makan terlambat, jenis makanan pedas, porsi makan yang besar.

Sering minum kopi dan teh.

Infeksi bakteri atau parasit.

Pengunaan obat analgetik/antinyeri dan steroid.

Usia lanjut.

Alkoholisme.

Stress.

Penyakit lainnya, seperti: penyakit refluks empedu, penyakit autoimun, HIV/AIDS, Chron disease.

Terapi yang tepat adalah dengan menghindari pemicu terjadinya keluhan, antara lain dengan makan tepat waktu, makan sering dengan porsi kecil dan hindari dari makanan yang meningkatkan asam lambung atau perut kembung seperti kopi, the, makanan pedas dan kol. Terapi obat diberikan sebagai obat minum dengan zat yang dapat menetralisir Asam lambung, mengurangi pengeluaran asam lambung berlebih, atau melindungi mukosa lambung. Kami sarankan Anda untuk tidak langsung mengkonsumsi/ membeli obat sebelum berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam Anda.


Semoga jawaban kami dapat menjawab pertanyaan Anda.
Hormat kami, RF

11 Jun 2017, 00:01 WIB