Efek Kemoterapi

Info Penanya, pria 37 Tahun

Mlm dok,sy mau tanya.sy pasien kemoterapi kanker serviks stadium 2b,setelah kemo ke4 sy rasa kn.tenggorokan sy seperti terbakar panas sampai perut.apa itu efek dr kemoterapi sy y dok,lalu obat apa yg bisa sy minum.trimaksh dok

19 Jun 2017, 20:27 WIB
dr. Alvin Nursalim
dijawab oleh: dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Berikut beberapa efek samping dari kemoterapi beserta cara mengatasinya:

Rambut Rontok
Efek samping yang mudah dilihat dari pasien kanker yang menjalani kemoterapi adalah rontoknya rambut, disebabkan sel-sel folikel rambut yang juga dapat membelah dengan cepat sebagimana sel kanker ikut diberangus oleh kemoterapi yang tidak bisa membedakan antara sel yang berbahaya dengan sel yang sehat. Untuk mengatasi rambut yang rontok, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengenakan wig, atau tetap tampil percaya diri dengan kondisi rambut yang ada.

Mual dan Muntah
Efek samping lainnya yang kerap terjadi akibat kemoterapi adalah rasa mual yang menyebabkan hilangnya nafsu makan, dehidrasi dan konstipasi. Jika mual semakin marah, akan berlanjut dengan muntah-muntah. Hal ini disebabkan karena beberapa jenis dari obat untuk kemoterapi memang menimbulkan rasa mual, disamping karena sebagian orang memang sangat rentan terhadap rasa mual. Untuk mengatasi rasa mual dan muntah, pasien yang menjalani kemoterapi sebaiknya makan dan minum dalam jumlah sedikit namun dilakukan dengan sering. Menghindari makanan yang aromanya menyengat, berminyak, berlemak, terlalu manis, panas, dan pedas. Meminum wedang jahe serta teh beraroma mint juga bisa mencegah mual dan muntah. Selain itu muntah juga dapat diminimalisir dengan mengkonsumsi Vitamin B6 dengan dosis 50 mg.

Diare dan Konstipasi
Munculnya diare disebabkan karena kemoterapi ikut menghancurkan sel-sel dinding, selain juga disebabkan karena kekurangan gizi, stress, dan rasa cemas. Pengaruh dari diare itu sendiri dapat menimbulkan rasa mual, kembung, kram dan sakit perut, serta iritasi pada kulit. Beberapa obat anti kanker juga edapat menimbulkan konstipasi jika tidak dibarengi dengan asupan cairan dan serat yang cukup. Untuk mengatasi serangan diare, penderita kanker yang melakukan kemoterapi sebaiknya menghindari makanan yang digoreng, sayuran mentah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin. Sebaliknya, mereka harus memperbanyak mengkonsumsi telor, kentang, yogurt tawar, roti putih, serta pisang.

Alergi atau Hipersensitif
Alergi dan hipersensitif timbul karena respon sistem kekebalan tubuh akibat kemoterapi. Alergi yang parah dapat memicu terjadinya Anafilaksis, yang menyebabkan schock, tekanan darah rendah, bahkan berujung kematian. Gejala dari reaksi alergi akibat kemoterapi diantaranya gatal-gatal, ruam kulit, sulit bernapas, serta pembengkakan lidah, bibir dan kelopak mata. Beberapa jenis obat alergi memang dapat dipakai untuk mengatasinya, namun agar lebih aman sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Masalah Kulit
Berbagai macam permasalahan kulit akan muncul selama proses pengobatan kemoterapi, seperti kulit kering, ruam, pecah-pecah gatal, bersisik, terkelupas, dan sensitif terhadap sinar matahari. Untuk itu sebaiknya menghindari paparan sinar matahari langsung, serta menjauhi tempat-tempat yang kotor dan berdebu.

Anemia
Produktifitas sumsum tulang dalam menghasilkan sel darah merah dapat menurun akibat kemoterapi, sehingga jumlah sel darah merah menjadi berkurang. Karena sel darah merah fungsinya mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, dengan kurangnya sel darah merah dapat membuat jaringan tubuh juga kekurangan oksigen, dan menyebabkan anemia yang ditandai degan berbagai macam gejala, seperti sesak napas, lesu, lelah, serta pusing. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan dengan tidur yang cukup, menghindari olah raga berat, mengkonsumsi sayur, daging merah, hati, dan jika memang dibutuhkan dapat mengkonsumsi suplemen eritropentin dan besi.

Infeksi
Kemoterapi membuat produksi leukopenia atau sel darah putih berkurang, sehingga berdampak pada melemahnya sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh rentan terserang infeksi. Dengan kondisi tubuh yang rentan terhadap serangan infeksi itulah, pasien yang menjalani kemoterapi sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sakit, dengan orang yang baru mendapatkan vaksinasi, tidak berada di tempat yang ramai, dan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun antiseptic untuk mencegah infeksi.

Pendarahan
Terjadinya supresi sumsum tulang akibat kemoterapi dapat membuat jumlah trombosit berkurang, sementara trombosit sendiri berperanan penting pada proses pembekuan darah. Itu sebabnya efek samping berupa pendarahan ikut menyertai pasien yang menjalani kemoterapi. Untuk itu, gunakan mouthwash dan dental floss saat membersihkan gigi guna mencegah gusi berdarah. Gunakan lipbalm untuk menjaga agar bibir tidak kering dan mengelupas. Hindari pemakaian alat cukur listrik. Hindari olah raga berbahaya, dan perbanyak meminum air.

Kelelahan
Kelelahan merupakan efek samping yang lumrah pada pasien yang menjalani kemoterapi, disebabkan karena rasa sakit, kurang tidur, hilangnya nafsu makan, serta darah rendah. Kelelahan bisa muncul secara tiba-tiba, serta menyerang tubuh selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa sampai pada hitungan bulan. Untuk mengatasinya, meski sulit usahakan untuk tidur biarpun dalam waktu yang sebentar dan lakukan sesering mungkin. Lakukan olah raga ringan guna membantu metabolism tubuh. Perbanyak mengkonsumsi cairan serta makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti susu, ikan, dan daging. Jika dokter mengijinkan, dapat pula mengkonsumsi suplemen vitamin B12.

Sakit Tenggorokan dan Sariawan
Kemoterapi juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada tenggorokan dan jaringan mulut yang pada akhirnya menjadi penyebab sariawan. Untuk mengatasinya, berkumurlah dengan air garam atau baking soda, makanlah makanan yang lunak dan tidak mengiritasi, serta sikatlah gigi sedikitnya 4 kali dengan memakai sikat yang lembut.

Demikian sedikit penjelasan tentang pengobatan kanker melalui kemoterapi beserta efek samping yang menyertai, serta cara mengatasi efek samping dari kemoterapi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

19 Jun 2017, 20:27 WIB