Cara Mudah Deteksi Kanker dengan 8 Alat Ini

Oleh dr. Nadia Octavia pada 23 Mar 2020, 14:43 WIB
Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Makanya, yuk kita deteksi kanker sejak dini. Bagaimana caranya? Anda bisa mencoba alat ini.
Cara Mudah Deteksi Kanker: Mamografi

Klikdokter.com, Jakarta Kanker adalah salah satu penyebab kematian utama di dunia. Menurut data WHO, pada 2018, ada sekitar 9,6 juta kematian akibat kanker. Meski demikian, Anda tak perlu takut! Kabar baiknya, angka ini bisa ditekan ketika deteksi kanker sedini mungkin dilakukan.

Kanker sendiri terjadi akibat adanya mutasi sel-sel di dalam tubuh. Sel-sel tidak normal ini kemudian menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kondisi tersebut.

Misalnya, faktor genetik; terpapar zat karsinogen (pemicu kanker), seperti zat kimia atau radiasi; serta gaya hidup, seperti merokok dan pola makan tidak sehat.

Pencegahan kanker yang dapat dilakukan antara lain dengan cara mengubah faktor risiko gaya hidup yang buruk. Misalnya, hindari rokok, menjalani pola makan sehat dan seimbang, serta rutin berolahraga.

Nah, selain pola hidup sehat, deteksi dini kanker menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting dan efektif sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

1 of 2

Alat Pendeteksi Kanker

Jadi, apa saja sih alat deteksi kanker yang bisa digunakan untuk mengecek penyakit ini? Yuk, simak delapan alat di bawah ini.

  • Mamografi

Mamografi
Mamografi

Mamografi merupakan alat X-ray untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara. Melakukan skrining kanker payudara secara rutin dengan mamografi penting agar kanker payudara dapat cepat tertangani dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

The American Cancer Society merekomendasikan skrining rutin mamografi setiap tahun bagi wanita usia lebih dari 45 tahun. Namun, jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker payudara, deteksi dengan mamografi dapat dilakukan di usia yang lebih muda.

Artikel lainnya: 7 Komplikasi Kanker yang Perlu Anda Tahu

  • Kolonoskopi

Kolonoskopi adalah pemeriksaan untuk mendeteksi kanker kolon (usus besar). Pada pemeriksaan ini, dokter menggunakan alat serupa tuba panjang fleksibel dengan lebar seukuran jari yang pada ujungnya terdapat kamera.

Selang dimasukkan ke dalam anus, rektum, kemudian ke usus besar. Jika terdapat adanya massa, polip, atau tumor di usus besar, maka melalui alat tersebut dapat diambil sebagian jaringan untuk kemudian diperiksa.

  • X-ray dada

Pemeriksaan X-ray atau rontgen dada dapat dilakukan sebagai skrining rutin untuk mendeteksi adanya kanker paru. Jika dokter menduga terdapat keganasan pada paru, dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan CT scan.

Tidak seperti halnya rontgen, pemeriksaan CT scan dapat melihat setiap “lapis” bagian tubuh Anda secara lebih detail. Ukuran, bentuk dan posisi tumor pun dapat dilihat dengan jelas.

Artikel lainnya: Kondisi Pasien Kanker Membaik Bisa Drop Lagi, Mengapa?

  • Tes PSA

Tes PSA
Tes PSA

Tes PSA atau prostate specific antigen merupakan protein yang dibuat oleh sel pada kelenjar prostat. PSA pada umumnya dapat ditemui di cairan semen, atau dalam jumlah kecil dapat ditemui pada darah. Jika terdapat peningkatan kadar PSA, maka dapat dicurigai adanya keganasan prostat.

The American Cancer Society menyebutkan bahwa jika terdapat peningkatan kadar PSA lebih dari 4 ng/mL, disarankan pria untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika kadar PSA >10 ng/mL, risiko kanker prostat pada seorang pria lebih dari 50%.

  • Pap smear

Pemeriksaan pap smear merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya sel prakanker pada serviks. Saat pemeriksaan, dokter akan menggunakan instrumen medis khusus, yaitu spekulum untuk membuka vagina.

Kemudian, dengan menggunakan alat khusus, diambil sebagian jaringan dari serviks dan area sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat dimulai dari usia 21 tahun atau jika sudah aktif secara seksual. Jika hasil pap smear normal, Anda dapat jalani pemeriksaan ulang 3 tahun kemudian.

Artikel lainnya: Mengapa Ada Orang yang Mengalami Lebih dari 1 Jenis Kanker?

  • CA 125

Pemeriksaan CA 125 merupakan pemeriksaan untuk skrining protein CA 125 (antigen kanker 125) di dalam darah. Pemeriksaan CA 125 dilakukan untuk skrining kanker tertentu (seperti kanker ovarium) dan juga untuk monitor setelah terapi.

Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan peningkatan CA 125, termasuk kondisi normal, seperti menstruasi dan kondisi nonkanker termasuk uterine fibroid.

Beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan peningkatan kadar CA 125, antara lain kanker ovarium, endometrium, dan tuba falopi.

  • Dermoskopi

Ilustrasi Hasil Tes Dermoskopi
Ilustrasi Hasil Tes Dermoskopi

Dermoskopi merupakan alat untuk mendiagnosis dan mendeteksi adanya gambaran lesi kulit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Alat ini serupa dengan kaca pembesar, tapi dengan pembesaran yang lebih tinggi.

Alat ini dapat melihat secara detail pembuluh darah dan pigmentasi kulit. Tanda-tanda keganasan atau kanker kulit pun dapat bisa terlihat lebih jelas.

  • USG transvaginal

USG transvaginal atau USG melalui vagina tak hanya digunakan pada kehamilan, tapi juga untuk deteksi adanya kanker endometrium dan kanker ovarium. Saat pemeriksaan, alat USG akan dimasukkan melalui vagina.

Dokter pun dapat melihat apabila ada massa pada rahim atau penebalan endometrium, yang merupakan salah satu tanda kanker endometrium.

Delapan alat untuk mendeteksi kanker di atas dapat dilakukan oleh dokter di klinik atau rumah sakit. Yuk, lakukan deteksi dini kanker dan jangan tunggu hingga ada gejala. Masih ada pertanyaan seputar topik ini? Yuk, tanyakan pada dokter di fitur Live Chat!

[HNS/RPA]

Lanjutkan Membaca ↓