Minuman Manis Bisa Sebabkan Depresi, Mitos atau Fakta?
searchtext customer service

Apakah Minuman Manis Dapat Sebabkan Depresi?

Minuman manis dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya peningkatan risiko depresi. Bagaimana bisa?
Apakah Minuman Manis Dapat Sebabkan Depresi?

Siapa sih yang tidak senang dengan minuman manis? Apalagi jika dalam kondisi dahaga, sehabis melakukan aktivitas berat, atau di tengah cuaca yang panas menyengat. Menenggak minuman manis dapat sangat menggugah selera.

Walau menyegarkan, Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsi minuman manis. Mengapa? Karena pada kenyataannya, banyak minum minuman manis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah depresi.

1 dari 3

Efek Minuman Manis pada Risiko Depresi

Efek Minuman Manis pada Risiko Depresi
loading

Baik makanan maupun minuman, keduanya dapat berefek terhadap mood dan emosi manusia. Seperti ketika Anda lapar dan ingin makan, Anda bisa menjadi sangat agresif, mudah marah, dan tersinggung.

Nah, seluruh masalah itu akan hilang setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang enak.

Selain dalam jangka pendek, makanan dan minuman juga memiliki efek jangka panjang pada kesehatan mental. Meminum terlalu banyak minuman manis, misalnya, bisa menjadi penyebab depresi di masa depan.

Artikel Lainnya: Ini Tanda dan Gejala Depresi yang Harus Anda Waspadai

Hal tersebut diungkap dalam sebuah studi yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology yang ke-65 di San Diego.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang minum minuman manis—termasuk soda, fruit punch, dan es teh manis secara teratur—memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena depresi.

Rasa manis yang ada dalam minuman berasal dari gula atau glukosa sederhana. Glukosa merupakan sumber energi utama tubuh, utamanya otak. Suplai gula di dalam tubuh harus dipastikan dalam kadar normal.

Sebenarnya, ketika Anda meminum minuman manis, tubuh meresponsnya dengan mengaktivasi sistem dopamin mesolimbik sehingga mood Anda menjadi lebih baik. Anda pun akan merasakan lebih bahagia.

Namun, jika Anda mengonsumsi minuman manis secara berlebihan, maka akan menyebabkan mood mudah berubah. Tak hanya itu, energi Anda akan lebih cepat turun karena kandungan gula sederhana dalam minuman manis terlalu cepat dicerna dan diserap oleh tubuh.

Selain itu, konsumsi minuman manis juga terkait dengan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan penyakit jantung koroner. Minuman manis juga bisa menyebabkan kecanduan, lho.

Sebaliknya, para peneliti mengatakan bahwa mengurangi minuman manis atau mengganti sepenuhnya minuman tersebut dengan minuman non-manis dapat membantu menurunkan risiko depresi.

Artikel Lainnya: Manfaat dan Bahaya Minuman Bersoda bagi Kesehatan Tubuh Anda

2 dari 3

Tetap Batasi Konsumsi Minuman Manis

Tetap Batasi Konsumsi Minuman Manis
loading

Mengetahui bahaya minuman manis bagi kesehatan, apakah Anda tidak boleh sama sekali mengonsumsi minuman ini? Jawabannya boleh-boleh saja, asalkan Anda membatasinya.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batasan konsumsi gula yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 50 gr/ hari atau setara dengan 4 sendok makan gula.

Namun perlu diingat, gula sederhana bukan hanya diperoleh dari minuman, tetapi juga dari makanan. Jika Anda makan donat, misalnya. Ingatlah bahwa donat ini biasanya  diolah menggunakan gula pasir sehingga mengandung gula sederhana.

Jadi, batasan 50 gr per hari bukan hanya melihat minuman, tetapi juga pada makanan yang Anda makan dalam sehari.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kandungan gula pada setiap minuman yang akan Anda minum, khususnya minuman dalam kemasan. Anda bisa melihat kandungan gulanya pada kemasan minuman tersebut.

Dengan membatasi konsumsi minuman manis setiap hari, berarti Anda sedang menurunkan risiko terjadinya depresi dan berbagai gangguan mental lainnya di masa depan.

Baca Juga

Itulah penjelasan terkait dengan hubungan antara minuman manis dan depresi. Anda tetap diperbolehkan mengonsumsi minuman manis, asalkan dengan batasan tertentu. Selain itu, perhatikan juga asupan gula lain dari makanan yang Anda konsumsi. Semoga bermanfaat.

Informasi menarik lainnya seputar gaya hidup sehat bisa Anda peroleh dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[WA]

 

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Febryan Agus Pramudyo, Sp. GK

Spesialis Gizi Klinik
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Hubungan antara Masturbasi dan Depresi

Info Sehat
22 Okt

Mengatasi Kesedihan Mendalam Karena Kehilangan Orang Terdekat

Info Sehat
19 Okt

Mengenal Terapi Warna untuk Membantu Gangguan Psikologis

Info Sehat
17 Okt

Mengungkap Manfaat Saffron untuk Depresi, Efektifkah?

Info Sehat
16 Okt

Mengapa Depresi Sebabkan Berat Badan Turun?

Info Sehat
18 Sep

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat