Tips Menjaga Kesehatan Vagina

Kesehatan vagina atau organ intim wanita sangat penting. Bagaimana cara merawatnya? Simak cara menjaga kesehatan vagina di sini!
Tips Menjaga Kesehatan Vagina (Foto: Deon Black/Pexels)

Klikdokter.com, Jakarta Kesehatan organ intim haruslah menjadi perhatian utama semua wanita. Anda membutuhkan ketekunan dan ketelitian dalam merawat kesehatan vagina. Jika tidak, bisa muncul beragam masalah, termasuk keputihan.

Keputihan sebenarnya adalah normal. Bahkan, produksinya bisa meningkat saat wanita sedang alami peningkatan jumlah hormon di sekitar masa haid atau saat hamil, stres, kelelahan, mendapat rangsangan seksual, dan sedang menggunakan obat tertentu atau alat kontrasepsi.

Agar daerah kewanitaan tetap sehat dan tidak terjadi masalah keputihan yang tidak normal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa cara menjaga kesehatan vagina:

1 dari 6

1. Gunakan Pakaian Dalam dari Bahan Katun

Gunakan Pakaian Dalam dari Bahan Katun
loading

Gunakan pakaian dalam berbahan katun ataupun sutra, daripada sintetis. Celana dalam berbahan katun bersifat menjaga kelembapan dan membatasi keringat sehingga tidak terlalu basah.

Vagina yang terlalu basah dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam Anda setiap hari.

2. Hindari Pakaian Ketat

Jangan menggunakan pakaian ketat (celana ketat atau jeans) ataupun stocking terlalu lama.

Pakaian tipe ini dapat meningkatkan kelembapan di area kewanitaan, mempermudah iritasi, serta berisiko pertumbuhan jamur dan bakteri.

Artikel Lainnya: Mau Pakai Masker Vagina? Ketahui Hal Ini untuk Cegah Infeksi

2 dari 6

3. Hindari Produk Wewangian untuk Daerah Kewanitaan

Hindari Produk Wewangian untuk Daerah Kewanitaan
loading

Hati-hati memakai pewangi untuk daerah kewanitaan, misalnya tisu berwarna dan berpewangi, semprotan kewanitaan, serta pembalut berpewangi. Produk-produk sejenis ini bisa menyebabkan iritasi di daerah kewanitaan.

4. Rutin Ganti Pembalut Saat Menstruasi

Cara merawat dan menjaga kesehatan miss V selanjutnya adalah dengan rutin mengganti pembalut saat menstruasi.

Secara berkala, gantilah pembalut sesuai dengan banyaknya aliran darah. Semakin deras aliran darah, sebaiknya ganti pembalut lebih sering. Paling tidak, gantilah pembalut sekitar 2 - 3 kali sehari.

3 dari 6

5. Rutin Mencuci Pakaian Dalam

Rutin Mencuci Pakaian Dalam
loading

Cuci dan bilas pakaian dalam hingga benar-benar bersih. Pastikan bahan iritan dari deterjen ataupun pengharum pakaian sudah benar-benar hilang.

Jika terus-menerus dilakukan, tak heran bahan ini sebabkan gangguan kesehatan vagina.

6. Hindari Sabun Khusus Pencuci Vagina

Membilas dan membersihkan organ kewanitaan menggunakan larutan pembersih vagina sangat tidak disarankan.

Beberapa penelitian menemukan, membersihkan vagina menggunakan sabun pencuci vagina dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di area kewanitaan.

Kondisi ini akan menyebabkan vagina menjadi rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi menular seksual.

Artikel Lainnya: Muncul Kutil pada Vagina, Perlukah Dioperasi?

4 dari 6

7. Bersihkan Area Kewanitaan dengan Benar

Bersihkan Area Kewanitaan dengan Benar
loading

Cuci area kewanitaan dari depan ke arah belakang untuk menghindari pindahnya bakteri dari anus ke vagina.

Bersihkan vagina hanya dengan air mengalir, lalu keringkan dengan baik sebelum memakai celana dalam.

8. Setia pada Satu Pasangan Seksual

Salah satu risiko infeksi pada daerah kewanitaan adalah berhubungan seksual. Itu sebabnya, jangan bergonta-ganti pasangan seksual.

Jika diperlukan, gunakan perlindungan seperti kondom. Lakukan tes infeksi menular seksual secara teratur apabila Anda tergolong aktif secara seksual.

Artikel Lainnya: Tips untuk Mengatasi Vagina Gatal

5 dari 6

9. Hindari Mencukur Habis Rambut Kemaluan

Hindari Mencukur Habis Rambut Kemaluan
loading

Jangan mencukur habis rambut di area kemaluan. Rambut kemaluan berfungsi sebagai pelindung dari infeksi bakteri yang masuk.

Selain itu, hati-hati terhadap produk penghilang bulu karena malah dapat menyebabkan iritasi.

10. Lakukan Screening Rutin

Wanita usia 25-64 tahun yang telah aktif secara secara seksual sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear.

Jika terjadi perubahan abnormal pada serviks, Anda dan dokter mengetahuinya sedini mungkin.

Baca Juga

Vagina yang sehat sebenarnya tidak butuh pengobatan apa pun. Cara terbaik untuk merawat kesehatan vagina dengan menjaganya tetap bersih dan kering setiap saat.

Anda bisa mengonsultasikan kesehatan organ reproduksi Anda lebih lanjut dengan dokter melalui layanan LiveChat dari Klikdokter.

(HNS/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Julieta Diana Pricillia Dotulong, Sp. KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 25.000
avatar

dr. Febrina T Kurniasih, M. Ked(DV), Sp. DV

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Nina Roiana, Sp. KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 35.000

ARTIKEL TERKAIT

Perubahan Bentuk Vagina Sebelum Hamil dan Setelah Melahirkan

Info Sehat
27 Des

Mengenal Sports Vagina, Penyebab Miss V Tidak Nyaman Usai Olahraga

Info Sehat
26 Des

Bahaya Pakai Parfum Vagina Sebelum Berhubungan Seks

Info Sehat
10 Des

Tak Sengaja Keramas Pakai Sabun Vagina, Apa Efeknya?

Info Sehat
30 Nov

Seputar Kedalaman Vagina pada Wanita

Info Sehat
11 Okt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk