5 Penyebab Keputihan pada Wanita

Oleh Tamara Anastasia pada 06 Feb 2020, 13:21 WIB
Anda sering mengalami keputihan? Hal ini memang kerap terjadi pada banyak wanita. Kenali penyebab keputihan pada wanita dalam ulasan berikut ini!
Ilustrasi Keputihan pada Wanita

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki usia pubertas, umumnya seorang wanita akan mengalami keputihan. Keputihan ialah sebutan untuk cairan putih bening yang keluar dari vagina. Sebagian besar wanita memproduksi cairan vagina normal setiap hari. Namun, jika keputihan sering terjadi, bisa jadi ada masalah dengan tubuh Anda. Kenali penyebab keputihan pada wanita di bawah ini. 

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina selain darah. Biasanya, keputihan memiliki tekstur yang cair menuju kental, berwarna putih bening, dan tidak berbau. Dalam bahasa medisnya, keputihan disebut sebagai flour albus

Keputihan sendiri memiliki dua jenis, yaitu normal dan abnormal. Keputihan normal biasanya berjumlah sedikit, cair, bening, tidak bau, dan tidak menimbulkan gatal. Sedangkan, keputihan yang abnormal biasanya menimbulkan bau amis, gatal, dan jumlahnya cukup banyak.

1 of 2

Penyebab Keputihan

Umumnya, seorang wanita akan mengalami keputihan menjelang menstruasi. Namun, ada juga yang mengalami keputihan saat waktu-waktu tertentu. Jika keputihan yang keluar dari vagina bertekstur normal dan tidak menimbulkan bau, maka kondisi ini bisa dikatakan normal. 

Tapi, apabila keputihan yang Anda alami justru berbentuk abnormal, menimbulkan bau, dan intensitasnya sering, maka ada beberapa penyebab yang menjadi dasar Anda sering keputihan. 

Dari KlikDokter, dr. Devia Irine Putri menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab yang membuat seorang wanita sering mengalami keputihan, yakni:

Artikel lainnya: Wanita Sering Keputihan, Gejala Penyakit Apa?

  1. Infeksi Bakteri 

Ilustrasi Keputihan Akibat Infeksi Bakteri
Ilustrasi Keputihan Akibat Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri umumnya terjadi pada ibu yang sedang mengandung atau wanita yang suka berganti-ganti pasangan seks. Infeksi ini disebabkan oleh jenis bakteri yang disebut Gardnerella Vaginitis. Menurut dr. Devia, keputihan abnormal bisa terjadi karena adanya pertumbuhan bakteri tersebut secara berlebihan pada vagina. 

  1. Radang Panggul 

Radang panggul atau biasa disebut pelvic inflammatory disease merupakan radang yang diakibatkan oleh infeksi. Radang panggul umumnya menyerang organ reproduksi wanita bagian dalam, seperti rahim dan ovarium. Jika tidak diobati dengan benar, selain menyebabkan keputihan yang berlebihan, radang panggul juga bisa mengganggu kesuburan,” jelas dr. Devia. 

  1. Infeksi Jamur 

Keputihan berwarna putih kekuningan berupa gumpalan-gumpalan seperti kepala susu, terasa sangat gatal, panas, serta menyebabkan nyeri setelah berkemih dan saat berhubungan seksual, disebabkan karena adanya infeksi jamur pada vagina. 

Infeksi jamur candidosis vaginalis merupakan jenis jamur yang umumnya menyebabkan keputihan pada vagina. Kondisi yang terjadi adalah ketika jamur tumbuh pada ragi di organ intim wanita.

Artikel lainnya: Apa Penyebab Keputihan yang Berlebihan?

“Jika kondisi vagina sering lembap, perkembangan jamur ini akan sangat mudah terjadi. Oleh karena itu, kebersihan pada area kewanitaan memegang peranan penting dalam mengatasi infeksi jamur,” jelas dr. Devia. 

Selain kondisi vagina yang lembap, penggunaan antibiotik atau faktor lainnya juga bisa memengaruhi keseimbangan alami bakteri di daerah vagina. 

  1. Kanker Serviks 

Ilustrasi Kanker Serviks
Ilustrasi Kanker Serviks

Selain karena infeksi jamur dan bakteri, penyakit mematikan seperti kanker serviks juga bisa menjadi penyebab Anda keputihan berlebihan. Meski mematikan, umumnya kanker serviks tidak memiliki gejala. Kanker serviks akan menimbulkan keluhan jika sudah masuk stadium yang tingkatannya lebih tinggi. 

Apabila keputihan berwarna cokelat, terdapat bercak darah, dan berbau busuk, maka ini bisa  menjadi tanda Anda mengidap kanker serviks. Umumnya, gejalanya juga berlangsung dalam waktu lama, tidak mempan terhadap pengobatan apapun, dan dapat disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual.  

  1. Alergi pada Vagina

Ilustrasi Alergi pada Vagina
Ilustrasi Alergi pada Vagina

Alergi terhadap bahan kimia juga bisa menyebabkan vagina Anda sering mengalami keputihan. Produk seperti krim, cairan, bahan semprot sampai wewangian, bisa membuat vagina alergi dan menimbulkan keputihan. Jika hal ini terjadi, tidak heran bila keputihan yang Anda alami akan menjadi lebih banyak, berwarna kuning keputihan, teksturnya bisa encer atau kental. 

Selain itu, keputihan ini juga disertai dengan rasa gatal, terbakar, nyeri, dan kemerahan pada daerah kemaluan. Karena itu, selalu hindari produk-produk dengan bahan kimia berbahaya karena bisa memicu reaksi alergi dan keputihan pada area vagina. 

Itulah beberapa penyebab keputihan pada wanita yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat, keputihan tidak selalu menjadi indikasi adanya penyakit dalam tubuh. Namun, jika keputihan disertai dengan beberapa gejala yang telah disebutkan tadi, maka pemeriksaan ke dokter perlu Anda lakukan. Jadi, selalu waspada dengan gejala-gejala yang ada, ya! 

(FR/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓
Kiky TamallaKiky Tamalla

Cara mengatasi ya bagaimana dok?