Inilah Biang Keladi Gigi Anak Keropos - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Inilah Biang Keladi Gigi Anak Keropos

Gigi anak yang keropos biasanya berwarna cokelat hingga kehitaman, bahkan terkadang malah sisa akar giginya saja. Simak penyebab gigi keropos pada anak berikut ini.
Inilah Biang Keladi Gigi Anak Keropos

Klikdokter.com, Jakarta Gigi keropos rasanya sudah menjadi pemandangan yang biasa. Padahal, ini bukanlah kondisi yang wajar. Perlu diketahui bahwa awal mula terjadinya gigi keropos adalah karies gigi.

Karies ditandai dengan adanya bercak putih atau cokelat di gigi, tetapi permukaan giginya masih utuh. Jika tidak segera dilakukan perawatan, maka warna gigi anak akan berubah menjadi cokelat hingga kehitaman.

Karena anak-anak memiliki ambang rasa nyeri yang rendah, maka biasanya mereka baru mengeluh sakit saat kerusakannya sudah parah.

Agar tumbuh kembang anak tidak terganggu akibat karies gigi, orang tua perlu memahami hal apa saja yang dapat menyebabkan gigi keropos pada anak.

1 dari 3

Penyebab Gigi Keropos pada Anak

Penyebab Gigi Keropos pada Anak
loading

Berikut adalah beberapa penyebab gigi anak keropos:

1. Sering Mengonsumsi Gula

Gula yang dikonsumsi anak biasanya terdapat pada permen, susu, jus buah, dan minuman atau makanan manis lainnya. Jika ini merupakan suatu kebiasaan, maka risiko terjadinya keropos pada gigi anak akan semakin besar.

2. Minum Susu Botol Sebelum Tidur

Pemberian susu dalam botol sebelum tidur, atau bahkan membiarkan botol tersebut tetap menempel ketika anak tertidur, merupakan suatu kebiasaan yang menyebabkan gigi keropos pada anak.

Artikel Lainnya: Perkembangan Gigi dan Mulut Anak

Tidak dapat dimungkiri, kebiasaan ini sering kali dilakukan sebagai cara agar anak tidak rewel dan bisa tertidur pulas. Padahal, air susu tersebut akan menggenang pada permukaan gigi sepanjang malam dan diolah oleh bakteri menjadi asam yang dapat merusak permukaan gigi.

3. Mengonsumsi Buah yang Asam secara Berlebih

Buah-buahan seperti lemon, jeruk nipis, dan stroberi mengandung fruktosa serta zat asam. Makanan ini bisa meningkatkan risiko gigi balita menjadi keropos.

Buah-buahan tersebut boleh saja mengandung vitamin C yang tinggi. Namun jika berada lama di dalam mulut, maka dapat melunakkan enamel gigi. Alhasil, akan mudah terjadi karies pada gigi. Imbangilah konsumsinya dengan minum air putih yang cukup.

4. Tidak Disiplin Menyikat Gigi Sebelum Tidur

Jika anak tidak dibiasakan untuk sikat gigi sebelum tidur, maka dapat meningkatkan risiko karies gigi. Pasalnya, ketika tidur produksi air ludah menurun. Hal ini membuat gigi tidak mampu untuk menjalankan salah satu fungsi utamanya, yaitu sebagai self cleansing gigi.

Akibatnya, sisa makanan dari satu hari penuh akan tertinggal di gigi dan mulai menyebabkan penyakit karies.

Artikel Lainnya: Waktu yang Tepat bagi Anak untuk Mulai Sikat Gigi

5. Sering Ngemil di Sela Waktu Makan Besar

Hobi ngemil, terutama yang manis-manis, dapat menyebabkan gigi berulang kali terpapar dengan larutan gula. Larutan gula yang menempel pada gigi adalah makanan favorit kuman penyebab karies.

Setelah itu, kuman akan menghasilkan zat asam yang dapat menyerang permukaan gigi sehingga gigi bisa menjadi keropos.

6. Sering Mengemut Makanan

Banyak sekali dijumpai anak balita yang mengalami kesulitan makan, sampai punya kebiasaan makan yang lama karena mengemut makanan.

Nah, kebiasaan mengemut makanan ini bisa menjadi salah satu penyebab gigi keropos pada anak. Ini karena makanan tersebut akan berubah menjadi zat asam yang dapat merusak lapisan gigi.

7. Konsumsi Obat-obat Tertentu

Gigi keropos yang terjadi pada anak bisa saja disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Misalnya, dekongestan dan antihistamin.

Obat-obat tersebut dapat membuat mulut kering, sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi. 

Selain itu, tak jarang pula obat-obatan yang diresepkan untuk anak ditambahkan pemanis (sukrosa). Jika dibiarkan saja tanpa pembersihan gigi yang tepat, lama-kelamaan gigi bisa rusak dan keropos. 

Artikel Lainnya: Gigi Anak Copot karena Terbentur, Apa yang Harus Dilakukan?

2 dari 3

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Bagaimana Cara Mencegahnya?
loading

Gigi yang keropos tentu bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi dan tubuh anak. Berikut adalah cara mencegah gigi keropos pada anak:

  • Mengatur pola makan dan kebiasaan anak yang berkaitan dengan konsumsi gula. Jika ingin makan permen atau es krim, misalnya, waktu yang tepat untuk mengonsumsinya adalah segera setelah makan besar. 
  • Menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi selama dua menit, minimal dua kali sehari. Paling baik pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. 
  • Jangan lupa untuk kontrol ke dokter gigi secara berkala demi terpantaunya kesehatan gigi anak Anda. 
  • Mengatur pemberian susu botol, jangan mendekati jam tidur si anak. Atau berikan susu dengan sedotan, yang dapat ia habiskan sebelum tidur. 
  • Menghindari makanan dan minuman yang bisa menyebabkan gigi keropos, terutama yang mengandung rasa asam dan soda.
Baca Juga

Selain bisa menimbulkan infeksi dan rasa sakit, gigi keropos pada anak juga dapat mengganggu aktivitas berbicara, makan, bermain, belajar serta memengaruhi kualitas kesehatan si Kecil secara umum.

Maka dari itu, hindari hal-hal yang dapat menyebabkan gigi anak keropos. Periksakan juga gigi anak kepada dokter setiap enam bulan sekali.

Konsultasikan masalah kesehatan gigi dan mulut anak kepada dokter melalui fitur Live Chat 24 jam di aplikasi Klikdokter

[WA]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

drg. Max Johnson, Sp. BM

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut
wallet
Rp. 50.000
avatar

drg. drg. Dhiyan Andre Prima Poetra

Dokter Gigi
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Gigi Pria Lebih Rapuh daripada Gigi Wanita?

Info Sehat
22 Nov

Penyebab Sakit Gigi Setelah Flossing, Apa Saja?

Info Sehat
21 Nov

Habis Scaling Gigi Jadi Renggang, Apa Penyebabnya?

Info Sehat
16 Nov

Benarkah Implan Gigi Membuat Tulang Rahang Keropos?

Info Sehat
13 Nov

Pentingnya Perawatan Gigi untuk Penderita Alzheimer

Info Sehat
07 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat