Kenali Golongan dan Jenis Narkotika

Oleh dr. Karunia Ramadhan pada 13 Jan 2020, 11:40 WIB
Ketahuilah golongan dan jenis narkoba yang telah ditetapkan oleh pemerintah, agar Anda terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Kenali Golongan dan Jenis Narkotika

Klikdokter.com, Jakarta Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dijelaskan, pengertian narkotika ialah zat atau obat yang berasal dari  tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Lebih jelas lagi, dalam Pasal 6 Undang-Undang tersebut dipaparkan pula pembagian narkotika menjadi beberapa golongan.

1 of 3

Golongan Narkotika

Heroin
Heroin

Berikut golongan narkotika yang diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika:

  • Narkotika Golongan I

Golongan narkotika ini hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ekstasi, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya.

  • Narkotika Golongan II

Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan, namun digunakan sebagai pilihan terakhir. Selain itu, dapat digunakan untuk terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon.

  • Narkotika Golongan III

Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Kodein, Buprenorfin, Etilmorfina, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan ada tiga belas macam termasuk beberapa campuran lainnya.

Artikel Lainnya: Perbedaan antara Narkotika dan Psikotropika

2 of 3

Jenis-jenis Narkotika yang Sering Disalahgunakan di Indonesia

Berikut ini adalah jenis-jenis narkotika yang sering disalahgunakan di Indonesia:

  1. Heroin

Pria akan Menggunakan Heroin
Pria akan Menggunakan Heroin

Heroin alias diamorfin adalah hasil pengolahan morfin secara kimiawi. Narkotika yang satu ini dapat menimbulkan efek yang lebih kuat dibandingkan morfin itu sendiri.

Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan heroin atau putaw, antara lain:

  • Denyut nadi melambat
  • Otot melemas
  • Pupil mengecil
  • Rasa percaya diri hilang
  • Tekanan darah menurun

 

  1. Ganja

Ganja
Ganja

Jenis-jenis narkotika lain yang sering disalahgunakan di Indonesia ialah ganja. Dikenal dengan nama lain kanabis atau marijuana, ganja adalah narkotika yang berasal dari tanaman Cannabis sativa.

Ganja bisa menimbulkan efek samping berikut ini:

  • Mulut dan tenggorokan terasa sangat kering
  • Sulit mengingat
  • Nafsu makan meningkat
  • Euforia atau rasa senang berlebih
  • Denyut nadi dan jantung lebih cepat

 

  1. Kokain

Pria Pengguna Kokain
Pria Pengguna Kokain

Jenis-jenis narkotika yang juga tergolong sering disalahgunakan adalah kokain, yang berasal dari tumbuhan Erythroxylum coca.

Narkotika yang satu ini mengandung zat stimulan, sehingga efek samping yang timbul adalah:

  • Perasaan gelisah
  • Kejang-kejang
  • Selera makan menurun
  • Paranoid
  • Euforia atau perasaan senang berlebihan

 

  1. Opium

Bunga Opium
Bunga Opium

Opium adalah narkotika yang terbuat dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Narkotika jenis ini dapat ‘diolah’ menjadi morfin dan kodein.

Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan opium, di antaranya:

  • Merasa sangat bersemangat
  • Waktu terasa berjalan lambat
  • Pusing atau mabuk
  • Birahi memuncak
  • Gangguan pernapasan yang dapat berujung pada kematian

Artikel Lainnya: Inilah Tahapan Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

  1. Lysergic Acid Diethylamide (LSD)

Ilustrasi Lysergic Acid Diethylamide
Ilustrasi Lysergic Acid Diethylamide

Lysergic acid diethylilamide atau LSD bersifat halusinogen, sehingga bila disalahgunakan bisa menimbulkan efek yang bervariasi.

Beberapa efek yang mungkin muncul akibat penyalahgunaan LSD, di antaranya:

  • Rasa nikmat yang luar biasa
  • Kebingungan
  • Panik tiba-tiba
  • Tidak bisa mengendalikan emosi
  • Perubahan persepsi penglihatan, penciuman, suara, perasaan dan tempat 

 

  1. Kodein

 

Ilustrasi Kodein
Ilustrasi Kodein

Kodein adalah satu dari jenis-jenis narkotika yang bisa dijumpai pada obat batuk orang dewasa. Pada dosis yang tepat, kodein bisa bermanfaat.

Namun, apabila penggunaannya di luar pengawasan dokter atau disalahgunakan, efek samping yang muncul adalah:

  • Euforia atau perasaan senang berlebih
  • Mual dan muntah
  • Hipotensi atau tekanan darah sangat rendah
  • Depresi
  • Gangguan saluran pernapasan berat

 

  1. Morfin

Morfin
Morfin

Morfin adalah obat yang berfungsi untuk meredakan rasa nyeri derajat parah. Obat ini memengaruhi tubuh dalam merespons sakit atau nyeri.

Pada penggunaan di bawah pengawasan dokter yang ahli, morfin bisa memberikan manfaat. Namun, jika disalahgunakan, morfin bisa memberikan efek samping sebagai berikut:

  • Penurunan kesadaran
  • Euforia atau rasa senang berlebihan
  • Kebingungan
  • Jantung berdebar-debar
  • Mengakibatkan impotensi pada pria dan gangguan menstruasi atau haid pada wanita

 

  1. Sabu-sabu

Wanita Menggunakan Sabu-sabu
Wanita Menggunakan Sabu-sabu

Sabu-sabu tergolong sebagai satu dari sekian jenis-jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia.

Sabu-sabu atau metamfetamin adalah jenis narkotika berbentuk seperti kristal berwarna putih yang memiliki efek stimulan.

Efek samping yang bisa terjadi akibat penyalahgunaan sabu-sabu, antara lain:

  • Gangguan tidur
  • Menurunnya konsentrasi hingga kehilangan ingatan
  • Paranoid
  • Detak jantung cepat
  • Euforia atau sensasi bahagia yang berlebihan

Pemerintah telah mengatur pengertian narkoba dan jenisnya dalam sebuah peraturan undang-undang yang jelas. Diharapkan informasi ini dapat memberi Anda pengetahuan mengenai narkotika dan menghindari penyalahgunaan obat-obatan tersebut.

(RS/RH)

Lanjutkan Membaca ↓