Sepuluh Tes Yang Akan Membuat Umur Pria Lebih Panjang

Oleh Klikdokter pada 03 Mar 2010, 00:00 WIB
Seperti kebanyakan pria, kendaraan anda biasanya di tune-up lebih sering daripada anda sendiri.

Oleh : Dr. Aryando Pradana

Seperti kebanyakan pria, kendaraan anda biasanya di tune-up lebih sering daripada anda sendiri. Namun ada beberapa tes yang baik dilakukan untuk memastikan onderdil anda tetap baik dan berjalan lancar. Jalan menuju hidup sehat yang anda impikan bisa anda dapatkan dengan melakukan 10 tes berikut ini. Tanyakan dokter anda bila anda ingin melakukan tes-tes di bawah ini.

  1. Kadar testosterone
Menurut data penelitian di Amerika hampir 5 juta laki-laki memiliki kadar testosterone yang rendah. Sayang belum ada penelitiannya di Indonesia. Namun anda tidak perlu menunggu hasil penelitian itu keluar untuk melakukan tes. Lakukan pemeriksaanny sebelum kekuatan tulang anda menurun, performa seksual menurun, mood yang cenderung turun dan pertumbuhan rambut anda terus menipis.
  1. Pemeriksaan buah pelir (testis)
Tumor testis adalah satu dari penyakit keganasan yang biasa menyerang pria pada usia 20-34 tahun. Pemeriksaan rutin oleh diri sendiri adalah satu cara mudah yang penting untuk dilakukan. Di saat anda menemukan adanya perubahan bentuk atau muncul rasa sakit di sekitar buah pelir, segera datangi dokter langganan anda.
  1. Pemeriksaan anorektal
Ini adalah pemeriksaan termudah untuk menskrining kanker prostat dan kanker kolorektal. Menahan diri selama 5 menit untuk pemeriksaan yang relatif tidak nyaman ini bisa menyelamatkan anda dari ketidaknyamanan yang lebih besar di masa depan.
  1. Skrining PMS (Penyakit Menular Seksual)
Motivasi diri anda untuk memeriksakan diri setiap 6 bulan sekali, terutama apabila anda aktif secara seksual dan berganti-ganti pasangan. Satu dari dua orang Amerika pernah terkena penyakit menular seksual di saat umurnya 25 tahun. Lagi-lagi, tidak ada gunanya menunggu survey ini dilakukan di Indonesia untuk memeriksakan diri.
  1. Tes untuk Kanker Usus Besar
Setiap 5 tahun sekali lakukan pemeriksaan sigmoidoscopy. Bila ada satu dari keluarga besar anda yang memiliki sejarah terkena kanker usus besar, sebaiknya lakukan pemeriksaan ini lebih sering.
  1. Pemeriksaan tekanan darah
Tekanan darah yang tinggi merupakan faktor resiko utama untuk stroke, serangan jantung dan gagal ginjal. Lakukan pemeriksaan secara berkala, dan bila tekanan darah anda sudah termasuk golongan yang tinggi, lakukan pemeriksaan yang lebih sering disertai perubahan gaya hidup dan minum obat secara teratur.
  1. Skrining Kanker Kulit
Pemeriksaan ini merupakan cara mudah mendeteksi munculnya kanker kulit pada stadium yang lebih awal dan juga mengetahui cara-cara mencegah terjadinya kanker kulit.
  1. Pemeriksaan Mata

Selain untuk memeriksakan jarak pandang, degenerasi macular akibat usia serta skrining glaucoma, pemeriksaan mata juga bisa menemukan tanda-tanda penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi.

  1. PSA (Prostate Specific Antigen) test
Faktor resiko terbesar untuk kanker prostat adalah umur. 70% kasus terjadi pada pria usia 65 tahun ke atas, riwayat penyakit yang sama pada keluarga, dan ras. Untuk para pria yang berumur di atas 50 tahun, pemeriksaan ini hukumnya wajib setahun sekali.
  1. Pemeriksaan fisik rutin
Walaupun anda tidak termasuk dalam kelompok beresiko tinggi untuk penyakit jantung, stroke dan kanker, check up setahun sekali merupakan cara tepat untuk menyingkirkan masalah kecil sebelum menjadi besar.
(Dari berbagai sumber)