Perilaku Ibu Tentukan Kesehatan Gigi Anak

Ingin punya anak yang tumbuh dengan gigi yang sehat? Yuk, simak apa saja faktor penting yang berperan dalam menentukan hal tersebut
Perilaku Ibu Tentukan Kesehatan Gigi Anak

Klikdokter.com, Jakarta Sampai saat ini, kita harus menyadari kalau kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi, terutama kesehatan gigi anak, masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satu yang perlu dicermati adalah peran ibu.

Tentunya, banyaknya informasi tentang kesehatan gigi dapat menentukan kesehatan gigi anak kelak. Namun, tahu saja tidak cukup, perlu diikuti juga dengan peduli” dan bertindak.

Sebagai buktinya, peneliti dari Eastman Dental Institute,University College London,  Inggris, Holt R.D dan timnya meneliti dampak pengetahuan kesehatan gigi dari ibu kepada anak berusia 5 tahun di Kota London.

Hasilnya, 69 persen dari anak-anak yang menerima oral health education dalam keluarga cenderung tidak mengalami karies serta memiliki risik gingivitis rendah. 

Tentunya, hal ini dibandingkan dengan sejumlah anak yang tidak mendapatkan informasi dan pengetahuan kesehatan gigi serta mulut di rumah oleh ibunya..

Artikel Lainnya: Bunda, Ini 8 Cara Menjaga Kesehatan Gigi Bayi

1 dari 4

Berbagai Masalah Gigi yang Mengintai Anak

Ilustrasi Masalah Gigi pada Anak
loading
  1. Karies Gigi 

Karies gigi adalah masalah yang paling sering terjadi, baik pada gigi dewasa maupun anak-anak. 

Masalah gigi ini mulai muncul ketika anak baru tumbuh gigi. Risiko kemunculan tinggi lebih tinggi ketika gigi yang baru berhadapan dengan lingkungan mulut 

Karies gigi pada anak (early childhood caries) dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, antara lain:

  • Karies Botol

Seperti apa karies botol? Masalah kesehatan gigi ini biasanya dapat dilihat bagian gigi depan di rahang atas berwarna kecokelatan.

Lebih parahnya lagi, bagian mahkota giginya tinggal sedikit. Bahkan, cuma tersisa akar gigi. Biasanya, keempat gigi depan rahang bawah bebas karies.  

Umumnya, jenis karies ini berkaitan dengan konsumsi susu atau minuman manis lainnya dalam botol susu dalam jangka panjang. 

Terutama bagi ibu yang sering memberikan susu kepada anak menjelang tidur malam.  Tanpa disadari, botol susu belum diangkat padahal anak sudah tak mengonsumsinya karena tertidur.

  • Karies Rampan

Karies rampan terjadi sangat cepat bila dibandingkan jenis karies lainnya. Penyebarannya bisa mengenai beberapa gigi susu maupun gigi dewasa sekaligus. 

Karies rampan biasanya menyebabkan kavitas berwarna putih sampai kekuningan. 

Karena karies ini sering menyebabkan rasa nyeri bahkan pembengkakan, anak jadi sulit mengunyah dan membuatnya mengemut makanannya.

Karies ini sering terjadi pada anak usia usia 4 tahun. Ini terjadi ketika anak masih rentan terhadap asam dan belum tahu cara membersihkan giginya sendiri. 

Artikel Lainnya: Cara Menjaga Kesehatan Gigi Anak dengan Sindrom Down

  1. Radang Gusi

Radang gusi (gingivitis) terjadi akibat kurangnya pembersihan gigi dan mulut, terutama untuk anak dengan susunan gigi yang tidak rapi. 

Sisa makanan yang tidak tersikat lama-lama akan menumpuk membentuk karang gigi. Penumpukan karang gigi biasanya mulai terletak pada garis gusi yaitu perbatasan antara gigi dan gusi. 

Karang gigi menyebabkan peredaran darah di sekitar gusi jadi tidak lancar, sehingga terjadilah peradangan gusi. Gejala radang gusi adalah gusi tampak kemerahan, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi. 

  1. Infeksi Gigi

Infeksi gigi pada anak penyebabnya bisa berasal dari gusi atau dari dalam pulpa gigi. 

Infeksi pada gusi biasanya terjadi akibat adanya sisa makanan yang sering tersangkut di sela-sela gigi yang tidak dilakukan perawatan. 

Akibatnya, banyak sisa makanan masuk dan terjebak di dalam lubang gigi lalu menyebabkan infeksi pada gusi. 

Sedangkan, infeksi gigi yang berasal dari dalam pulpa (saraf) gigi disebabkan oleh gigi berlubang yang tidak dilakukan perawatan. 

Akhirnya, lubang gigi yang awalnya merusak lapisan email gigi menembus lapisan dentin dan masuk ke kamar saraf. 

Jika pulpa gigi sudah terinfeksi, maka akan timbul keluhan seperti sakit spontan berdenyut yang mengganggu tidur malam. 

Artikel Lainnya: Awas! 10 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kesehatan Gigi Anak

2 dari 4

Peran Orang Tua untuk Kesehatan Gigi Anak

Ilustrasi Orang Tua dampingi Anak dalam Menyikat Gigi
loading

Untuk menjaga kesehatan gigi anak, yang paling berperan adalah orang tuanya. Menurut jurnal Asuhan Ibu dan Anak, semakin aktif peranan orang tua dalam membimbing anak untuk melakukan kebiasaan baik seperti menggosok gigi, maka akan mengurangi angka karies gigi pada anak. 

Dalam penelitian tersebut, juga dinyatakan bahwa salah satu penyebab karies gigi pada anak adalah kurangnya pengawasan orang tua saat anak menggosok gigi. 

Sebaiknya, orang tua mengajarkan dan mengawasi tindakan personal hygiene gosok gigi sebelum tidur malam atau gosok gigi setelah bangun tidur. 

Hal ini penting diperhatikan, karena orang tua dianggap sebagai sosok yang paling dekat dengan anak dan merupakan faktor yang cukup berpengaruh dalam mencegah terjadinya karies pada anak. 

Selain itu, peran orang tua dalam kesehatan gigi anak dapat menjadi motivasi bagi si kecil, sehingga bisa mendukung keberhasilan kesehatan anak. 

Artikel Lainnya: Bahaya Dot bagi Kesehatan Gigi Anak

3 dari 4

Jaga Kesehatan Gigi Anak, Ibu dan Ayah Bisa Lakukan Ini

Ilustrasi Kesehatan Gigi Anak
loading
  • Bantu dan ajari anak saat sedang menyikat gigi. Bila ibu bersama-sama anak melakukan pembersihan gigi, anak akan lebih termotivasi dan meniru contoh dari ibunya. 

Selain itu, ibu juga dapat memerhatikan apakah cara sikat gigi anak sudah benar. Jangan biarkan anak sendirian atau hanya ditemani pengasuhnya.

  • Gunakan pasta gigi dengan aneka rasa dan warna menarik yang formulanya sudah dirancang agar aman bila tertelan. 

Namun, pasta gigi yang mengandung fluor sebaiknya diberikan setelah anak berusia 3 tahun ketika ia sudah mampu berkumur.

  • Awasi jenis jajanan anak. Permen, cokelat, atau makanan manis lain tetap dapat diberikan, namun tetap tekankan pentingnya menyikat dan membersihkan gigi sebelum tidur.
  • Luangkan waktu untuk melihat dan memeriksa gigi anak. Bila hal ini sering dilakukan, anak tidak akan terlalu merasa asing saat harus dibawa ke dokter gigi. 

Bila ada kelainan dalam rongga mulut anak, maka dapat ditemukan sedini mungkin.

Artikel Lainnya: 8 Tips Merawat Gigi Anak yang Baru Tumbuh

  • Periksakan gigi anak ke dokter gigi secara teratur setiap enam bulan sekali. Banyak orang tua yang tidak menganggap perlu untuk menambal gigi susu anaknya yang berlubang, karena toh nantinya akan tergantikan dengan gigi tetapnya. 

Namun, gigi susu yang dibiarkan berlubang dapat menimbulkan beberapa masalah.

Gigi susu yang berlubang harus tetap dilakukan penambalan. Karena, gigi susu merupakan panduan arah tumbuhnya benih gigi tetap di bawahnya. 

Jika gigi susu rusak dan tanggal sebelum waktunya, maka bisa menyebabkan gigi tetap di bawahnya tumbuh miring ke arah yang salah.

Baca Juga

Dengan memahami besarnya peran orang tua terhadap kesehatan gigi anak, diharapkan para orang tua bisa lebih aktif dalam membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam menjaga kebersihan gigi. 

Untuk membaca artikel tentang gigi dan mulut lainnya, download aplikasi Klikdokter via Play Store atau Apps Store. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter lebih mudah menggunakan LiveChat.

(FR/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Penting, Ini Tanda dan Gejala Gigi Sensitif

Info Sehat
14 Okt

Panduan untuk Anda yang Pakai Kawat Gigi

Info Sehat
13 Okt

Ini Manfaat Penting Ke Dokter Gigi

Info Sehat
09 Okt

Benarkah Gigi Putih Tak Selalu Sehat?

Info Sehat
09 Okt

Teething, Adakah Efeknya bagi Pertumbuhan Gigi Anak?

Info Sehat
07 Okt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk