Deteksi Dini Cegah Peluang Kena Kanker Usus Besar

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 17 Nov 2017, 10:05 WIB
Ingin tahu seberapa besar risiko Anda mengalami kanker usus besar? Cari tahu di sini.
Deteksi Dini Cegah Peluang Kena Kanker Usus Besar

Klikdokter.com, Jakarta Kanker usus besar merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di dunia dan di Indonesia. Di dunia, angka kejadiannya diprediksi akan meningkat hingga 60% atau 2,2 juta kasus baru pada tahun 2030. Demikian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Roy Soetikno, MD, MS, MSM dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Amerika Serikat, dalam acara Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series 2017 yang bertajuk “Cancer Immunotherapy Has Arrived using Cells, Genes, and Viruses”,  4 November silam di Jakarta.

Di Indonesia, jumlah kasus kanker usus besar adalah 19,1 per 100.000 penduduk. Pada pria, kanker ini berada di peringkat kedua setelah kanker paru, sedangkan pada wanita, di peringkat ketiga setelah kanker payudara dan serviks. Jumlah penderitanya pun sudah mencapai 10% atau sekitar 1,4 juta orang dari semua jenis kanker.

Kejadian kanker usus besar di Indonesia pun semakin memprihatikan karena semakin banyak ditemukan pada usia muda. Lebih dari 30% penderitanya berasal dari kelompok usia produktif di bawah 40 tahun. Karena itulah, Roy menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini kanker usus besar di Indonesia penting dan perlu lebih digiatkan.

Salah satu penyebab meningkatnya kejadian kanker usus besar ialah karena orang tidak sadar atau waspada bahwa dirinya berisiko mengalami kanker tersebut.

Di bawah ini adalah tabel yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui peluang Anda untuk menderita kanker usus besar. Apakah Anda memiliki faktor-faktor risiko berikut?

Faktor Risiko

Kriteria

Skor

Usia

50-69 tahun

2

> 70 tahun

3

Jenis Kelamin

Pria

1

Wanita

0

Riwayat Keluarga

Orang tua atau saudara kandung mengalami kanker usus besar

2

Merokok

Saat ini merokok atau pernah merokok

1

Tidak pernah merokok

0

Untuk menentukan hasilnya, skor dari masing-masing faktor risiko dijumlahkan menjadi total skor. Seseorang dianggap berisiko rendah mengalami kanker usus besar bila total skor 0-1, berisiko sedang bila total 2-3, dan berisiko tinggi bila total skor 4-7.

Bagi Anda yang berisiko rendah, lakukan upaya pencegahan kanker usus besar sejak dini. Mulailah dengan memperbaiki pola makan seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat dan protein. Selain itu lakukan olahraga secara rutin dan hentikan kebiasaan merokok.

Sedangkan bagi yang berisiko sedang dan tinggi, perlu dilakukan deteksi dini yang dimulai sejak usia 50 tahun. Deteksi dini pun sebaiknya dilakukan jika Anda mengalami gangguan atau perubahan pola buang air besar meski belum berusia 50. Jika ditemukan kelainan dan dilakukan intervensi secara dini, maka perburukan ke arah kanker dapat dicegah. Angka kematian akibat kanker usus besar pun dapat ditekan hingga lebih dari setengahnya.

“Kalau polip usus atau kelainan lain yang dicurigai mengarah kepada kanker ini dioperasi, angka kematian akibat kanker usus besar dapat ditekan hingga 53%”, pungkas Roy, yang juga diangkat sebagai Adjunct Professor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan National University of Singapore (NUS).

[DA/ RVS]