Adakah Sisi Positif dari Makanan Cepat Saji?

Rumah makan cepat saji telah menjamur. Adakah sisi positif dari makanan tinggi lemak tersebut?
Adakah Sisi Positif dari Makanan Cepat Saji? (Jacek Chabraszewski/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit orang yang doyan mengonsumsi makanan cepat saji. Anda mungkin juga merupakan salah satu penggemarnya. Selain cepat didapatkan, panganan yang satu ini juga memiliki rasa yang khas. Jadi wajar bila banyak orang menyukainya.

Namun bagaimana dengan kandungan gizi yang ada pada makanan tersebut? Apakah makanan tersebut sehat atau tidak?

Baca Juga

Sebagai informasi, kandungan gizi di dalam makanan cepat saji sangat tidak seimbang. Sebagai contoh, satu burger mengandung sekitar 500-1000 kalori. Jadi, Anda bisa membayangkan harus berapa lama olahraga untuk membakar kalori dari satu burger tersebut.

Tidak hanya makanan, minuman yang ditawarkan juga mengandung kalori yang tinggi. Misalnya, milkshake berukuran besar setidaknya mengandung lebih dari 800 kalori.

Di samping itu, makanan cepat saji menyimpan banyak dampak negatif. Makanan cepat saji bisa meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan stroke. Jika tidak disertai dengan olahraga yang teratur, konsumsi makanan tinggi lemak ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Penyakit-penyakit tersebut bisa saja menyerang segala usia. Jadi, efek buruk dari terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa terjadi pada siapa saja.

Lalu apakah ada sisi positif dari makanan cepat saji yang kerap diburu oleh banyak orang? Sampai saat ini belum ditemukan fakta tentang manfaat kesehatan dari mengonsumsi makanan cepat saji.

Meski demikian, ada beberapa tempat makanan cepat saji yang menyertakan kalori pada masing-masing menu makanan. Anda dapat semakin mudah dalam menghitung kalori yang Anda konsumsi saat ini.  Namun, Anda tetap tidak dapat mengubah komposisi lemak dan karbohidrat yang di dalamnya.

Jadi, jika memang Anda harus mengonsumsi sesuatu di restoran makanan cepat saji, Anda dapat memesan menu salad. Namun hati-hati dengan tambahan keju, potongan daging, dan roti. Tambahan-tambahan tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori dengan cepat. Pilihlah makanan yang paling keci kalorinya. Dan setelahnya, tetap imbangi dengan olahraga secara teratur.

[BA/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Obesitas saat Hamil, Apa Risikonya?

Info Sehat
02 Nov

Nafsu Makan Anak Tak Terkendali? Hati-hati, Sindrom Prader Willi

Info Sehat
29 Sep

Awas, Obesitas Bisa Picu 5 Kanker Ini!

Info Sehat
22 Sep

Badan Gemuk Berisiko Tinggi Pengapuran Sendi

Info Sehat
14 Agt

Benarkah Minyak Biang Kerok Masalah Obesitas?

Info Sehat
24 Apr

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk