5 Penyakit Autoimun yang Sering Mengintai Anak

Hati-hati, penyakit autoimun tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga dapat menyerang anak Anda.
5 Penyakit Autoimun yang Sering Mengintai Anak

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh dimana sistem imun yang merupakan penjaga kekebalan tubuh seharusnya berfungsi untuk melindungi tubuh justru berbalik menyerang tubuh.

Berikut ini adalah jenis penyakit autoimun yang sering menyerang anak:

1. Juvenile arthritis

Penyakit ini terjadi pada 1 dari 1000 anak dan lebih sering terjadi pada anak perempuan. Gejala penyakit ini adalah adanya nyeri, kemerahan dan bengkak pada sendi seperti lutut dan sendi-sendi lainnya.

2. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 juga merupakan penyakit autoimun pada anak. Sistem imun si Kecil menyerang sel-sel tubuh pada bagian pankreas, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin.

Gejalanya adalah anak sering haus, banyak berkemih, cepat lapar dan dan sering lemas. Penyakit ini membutuhkan terapi insulin untuk mengontrol gula darah anak. Hingga 2017, penyakit ini telah terjadi terjadi pada 1-2 dari 10.000 anak.

Artikel Lainnya: Hidup Sehat Meski dengan Penyakit Autoimun

1 dari 2

3. Immune Thrombocytopenia Purpura (ITP)

Ilustrasi Immune Thrombocytopenia Purpura (ITP)
loading

Ini merupakan penyakit autoimun yang menyerang keping darah (trombosit), sehingga kadar keping darah dalam tubuh menurun.

Keping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Itu sebabnya jika kadar keping darah rendah, akan muncul gejala perdarahan seperti bintik-bintik merah di kulit, mimisan, atau perdarahan gusi. Penyakit ini terjadi pada 3-8 dari 100.000 anak.

4. Lupus (SLE)

Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun yang sering dibicarakan. Lupus paling sering terjadi pada remaja putri dan wanita usia muda. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ seperti kulit, sendi, mulut, sistem saraf, jantung, paru, ginjal dan darah.

gejala umum lupus biasanya berupa:

  • Ruam berwarna merah atau keunguan berbentuk mirip kupu-kupu (ruam malar) yang terdapat pada pipi dan hidung
  • Muncul juga ruam diskoid. Ruam ini berwarna kemerahan dan disertai dengan pengelupasan kulit. Biasanya dijumpai pada pipi, hidung, sekitar bibir, dan cuping telinga
  • Sesak napas, batuk-batuk, dan nyeri dada
  • Sariawan di mulut lebih dari satu dan tidak nyeri
  • Kulit mudah merah atau terbakar bila terpapar sinar matahari
  • Jumlah sel darah tidak normal, baik itu sel darah merah, putih, atau trombositnya
  • Kerap memiliki gangguan kesadaran, gangguan memori, bicara tidak jelas, dan sulit menelan

“Bila terdapat gejala yang mengarah ke lupus, dokter akan menganjurkan untuk pemeriksaan darah, yaitu antinuclear anitibody (ANA) dan danti-doublestranded (anti-DsDNA)” tutur dr. Resthie.

5. Penyakit Celiac

Salah satu penyakit autoimun lain yang cukup sering terjadi adalah penyakit celiac. Penyakit ini merupakan penyakit intoleransi gluten, yang merupakan kandungan protein pada gandum dan oat.

Saat anak yang terkena celiac mengonsumsi gluten, zat itu akan menghancurkan dinding usus sehingga dapat menimbulkan berbagai gejala gangguan saluran cerna, atas alasan itu, ada beberapa produk yang menyertai label gluten free yang ditujukan untuk anak-anak penderita celiac.

Baca Juga

Demikianlah penjelasan lima penyakit autoimun yang sering terjadi pada anak. Waspadai gejala-gejala penyakit di atas terjadi pada anak Anda. Jika si Kecil mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk evaluasi dan penanganan yang lebih lanjut.

[NP/RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Gaya Hidup Orang Tua Bisa Pengaruhi Kesehatan Anak

Info Sehat
08 Jan

Apa yang Membuat Anak Memiliki Teman Imajiner

Info Sehat
08 Jan

Normalkah Anak Memiliki Teman Imajiner?

Info Sehat
04 Jan

Kenali Gejala Scarlet Fever yang Sering Menyerang Anak

Info Sehat
03 Jan

Awas, Ini Dia Penyebab Vertigo pada Anak

Info Sehat
29 Des

1 KOMENTAR

Avatar
rasmi amir
3 Tahun Lalu

apakah itp bisa cepat terkena infeksi dan hubungannya dng syok sepsis apa ya

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk