Kenapa Rambut Rontok Berlebih Meski Masih Remaja?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 19 Jan 2018, 23:18 WIB
Tak hanya dialami orang tua dan dewasa, rambut rontok juga bisa dialami oleh remaja. Apa saja penyebabnya?
Kenapa Rambut Rontok Berlebih Meski Masih Remaja? (InezBazdar/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rambut adalah mahkota wanita. Tidak hanya bagi remaja wanita, remaja pria pun menganggap rambut sebagai penunjang penampilan yang tidak dapat disepelekan. Oleh karena itu, tak jarang banyak remaja menata rambutnya dengan model tertentu sebagai refleksi jati diri dan agar selalu terlihat menarik. Namun, bagaimana jika rambut rontok berlebih?

Rambut yang rontok berlebihan di usia remaja tentu akan membuat kelompok ini menjadi stres dan tidak percaya diri. Namun hal ini sebenarnya tidak perlu sampai membuat mereka panik. Dengan mengenali penyebab rambut rontok, masalah ‘mahkota’ ini akan bisa diatasi.

Lalu, apa saja sebenarnya faktor yang memicu rambut rontok pada remaja?

1. Manipulasi rambut

Manipulasi rambut lebih sering dilakukan oleh remaja perempuan ketimbang laki-laki, misalnya mewarnai, meluruskan, dan mengeriting rambut. Zat kimia yang digunakan dalam proses tersebut dapat merusak dan menyebabkan rambut rontok. Selain itu, penggunaan alat catok rambut dan pengering rambut yang terlalu sering juga dapat membuat rambut kering, rapuh, hingga berujung pada kerontokan.

2. Kurang gizi

Rambut juga membutuhkan gizi yang cukup agar dapat tumbuh dengan sehat dan kuat. Apabila remaja tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup, misalnya karena diet, sedang sakit, pola makan vegetarian, atau mengalami kelainan perilaku makan seperti anoreksia atau bulimia, maka hal-hal tersebut dapat mengakibatkan rambut rontok. Kekurangan protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan zat besi dapat menyebabkan kerontokan rambut.

3. Sakit

Sakit berat seperti demam, pasca operasi, dan kanker juga dapat membuat rambut rontok. Selain itu, infeksi jamur pada kulit kepala juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.

4. Ketidakseimbangan hormonal

Umumnya ketidakseimbangan hormonal lebih sering dialami oleh remaja perempuan. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan juga bagi remaja laki-laki untuk mengalami hal serupa. Ketidakseimbangan hormonal bisa disebabkan oleh penyakit seperti tiroid, lupus, sindrom polikistik ovarium, dan diabetes.

5. Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping berupa kerontokan rambut. Obat tersebut antara lain adalah litium, isotretinoin, amfetamin, dan obat kemoterapi.

Dilihat dari penyebab kerontokan rambut yang diuraikan di atas, penanganan rambut rontok pada remaja bisa berbeda-beda. Sebagai salah satu contoh, infeksi jamur berupa ketombe di kulit kepala dapat diatasi dengan penggunaan sampo antiketombe secara rutin. Namun, apabila berbagai cara sudah dilakukan dan kerontokan rambut tak kunjung berkurang, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat.

[RN/ RVS]