Makan Alpukat Saat Diet, Siapa Takut?

Oleh KlikDokter pada 21 Jan 2018, 22:21 WIB
Bolehkah makan alpukat saat sedang diet? Temukan jawaban sebenarnya di sini!
Makan Alpukat Saat Diet, Siapa Takut? (Julia Sudnitskaya/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Alpukat seringkali dijauhi dan dianggap sebagai musuh oleh mereka yang sedang menjalani program diet. Alasannya, buah yang satu ini dianggap menyumbang lemak dan dapat mengacaukan diet.

Namun, sebetulnya Anda tidak perlu menjauhi alpukat saat sedang diet. Berikut lima alasannya mengapa hal tersebut bisa Anda lakukan:

1. Menjaga kadar kolesterol darah

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association melakukan penelitian terhadap 45 orang obesitas yang dibagi ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama melakukan diet rendah lemak (24% dari total kalori, 11% dari lemak tak jenuh tunggal) tanpa alpukat. Kelompok kedua melakukan diet lemak sedang (34% dari total kalori, 17% dari lemak tak jenuh tunggal) tanpa alpukat. Sedangkan kelompok ketiga melakukan diet tinggi lemak (34% dari total kalori) dan mengonsumsi alpukat.

Hasilnya? Kadar LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol ‘jahat’ pada kelompok yang mengonsumsi alpukat lebih rendah 13,5 mg/dl dibandingkan dengan kelompok pertama dan kelompok kedua.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kandungan lemak tak jenuh rantai tunggal yang terkandung di dalam alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

2. Menurunkan lingkar pinggang

Ganti minyak yang Anda gunakan untuk memasak dengan minyak alpukat. Minyak alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh dan asam lemak oleat yang dapat menurunkan tumpukan lemak di perut.

Berdasarkan studi yang dilakukan di Penn State University menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi 40 gram (sekitar tiga sdm) minyak tinggi oleat setiap hari selama empat minggu, dapat mengurangi lemak di perut sebesar 1,6% dibandingkan dengan jenis minyak lainnya.

Jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care juga menunjukkan hal yang sama. Orang yang melakukan diet tinggi lemak tak jenuh rantai tunggal dapat mencegah distribusi lemak di perut.

3. Membuat kenyang lebih lama

Alpukat dinilai dapat memberikan rasa kenyang yang lama. Hal ini dikemukakan dalam studi yang dipublikasikan di Nutrition Journal. Orang yang mengonsumsi 1/2 buah alpukat saat makan siang, kurang memilki keinginan untuk makan lagi sesudahnya hingga 40%.

Satu alpukat (dengan berat kurang lebih 40 gram) terdiri dari 64 kalori, 6 gram lemak, 4 gram karbohidrat, 3 gram serat, dan 1 gram protein. Tak heran jika perut Anda langsung terasa penuh setelah makan alpukat.

4. Pendukung nutrisi dalam menurunkan berat badan

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Nutrition Journal, disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari dapat menurunkan risiko kejadian sindrom metabolik sebanyak 50%.

Selain itu, orang yang rutin mengonsumsi 1/2 buah alpukat setiap hari dilaporkan mengalami penurunan indeks massa tubuh dan lingkar perut. Hal ini tentu juga dibarengi dengan pola makan yang sehat dan olahraga rutin.

5. Meningkatkan metabolisme

Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition membandingkan kelompok yang melakukan diet tinggi lemak jenuh (asam palmitat) dengan kelompok yang melakukan diet lemak tak jenuh rantai tunggal (asam oleat - seperti yang terdapat pada alpukat).

Penelitian tersebut dilakukan selama tiga minggu. Kemudian aktivitas fisik dan kecepatan metabolisme para responden diperiksa setelah makan.

Hasilnya? Metabolisme tubuh pada kelompok yang melakukan diet asam oleat lebih tinggi 4,5% jika dibandingkan dengan kelompok yang melakukan diet asam palmitat.

Jadi, Anda tak perlu khawatir untuk makan alpukat meski sedang diet. Begitu juga dengan jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh rantai tunggal (seperti yang terdapat pada alpukat). Jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari adalah makanan yang digoreng atau bersantan.

(RH)