Sumber Karbohidrat yang Lebih Sehat dari Nasi Putih

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 29 Jan 2018, 10:21 WIB
Selain nasi putih, ternyata ada banyak sumber karbohidrat lain yang lebih sehat, lho!
Sumber Karbohidrat yang Lebih Sehat dari Nasi Putih (bitt24/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai masyarakat Indonesia, besar kemungkinan Anda terbiasa menjadikan nasi putih sebagai sumber karbohidrat sehari-hari. Tak ada yang salah, namun ada baiknya jika Anda mulai berpikiran untuk menyingkirkan nasi putih dan menggantinya dengan sumber karbohidrat lain yang lebih sehat.

Sebelum mengetahui jenis-jenis sumber karbohidrat yang lebih baik daripada nasi putih, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu karbohidrat dan fungsinya bagi tubuh.

Mengenal karbohidrat

Karbohidrat merupakan komponen penting dari asupan nutrisi yang baik. Namun penting untuk diketahui, tidak semua sumber karbohidrat memiliki karakter yang sama.

Terdapat tiga sumber utama karbohidrat, yaitu gula, pati, dan serat. Berdasarkan struktur kimiawinya, karbohidrat terbagi lagi menjadi karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Perbedaan struktur kimia ini bukan hanya membedakan kedua jenis karbohidrat di bawah mikroskop, namun juga proses pencernaannya dalam tubuh.

  • Karbohidrat sederhana

Ini merupakan jenis karbohidrat yang tersusun dari gula sederhana yang mudah dicerna tubuh. Kebanyakan karbohidrat sederhana berasal dari gula alami, seperti yang terkandung dalam buah-buahan dan susu.

Namun tak jarang, karbohidrat sederhana juga dapat ditemukan dalam bentuk gula tambahan, seperti pada permen dan minuman manis bersoda.

  • Karbohidrat kompleks

Karbohidrat jenis ini biasa ditemukan pada serealia, sayuran yang mengandung pati, atau umbi-umbian. Karbohidrat kompleks mengandung gula dengan rantai yang lebih panjang, sehingga membutuhkan waktu cerna yang lebih lama. Oleh karena itu, karbohidrat jenis ini dapat memberikan pasokan energi untuk durasi yang lebih panjang.

Kedua jenis karbohidrat tersebut sama-sama memiliki peranan penting dalam menyusun pola diet yang sehat. Namun, baik karbohidrat sederhana maupun karbohidrat kompleks, Anda perlu pertimbangan matang untuk memilih bahan makanan dengan karakter terbaik.

1 of 2

Selanjutnya

Sumber karbohidrat yang sehat

Terdapat berbagai sumber karbohidrat lain, baik karbohidrat sederhana maupun kompleks, yang lebih sehat daripada nasi putih. Berikut beberapa di antaranya:

  • Buah-buahan

Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, buah juga mengandung karbohidrat. Gula sederhana pada buah akan mudah dicerna dan dapat segera dipakai tubuh untuk pasokan energi, sehingga tidak menyebabkan kantuk. Makan buah juga bisa menunda lapar, karena buah juga kaya akan serat.

  • Gandum

Gandum merupakan tanaman serealia yang mengandung pati dan lebih banyak serat jika dibandingkan dengan nasi putih.

Jika hendak memilih gandum sebagai pengganti nasi putih, pastikan Anda tidak memilih gandum instan apa pun alasannya. Ini karena kebanyakan gandum instan mengandung pemanis tambahan, sehingga jumlah gula di dalamnya lebih tinggi daripada gandum giling biasa.

  • Kentang

Kentang merupakan umbi-umbian yang juga kaya akan pati. Selain mengandung karbohidrat, kentang juga mengandung cukup banyak zat besi, vitamin C, vitamin B6, dan mineral.

Meski lebih sehat daripada nasi putih, konsumsi kentang juga perlu dibatasi. Ini karena kentang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Di samping itu, hindari pula mengolah kentang menggunakan banyak minyak. Jika ingin diolah dengan cara tersebut, pastikan Anda menggunakan minyak yang sehat –seperti minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari.

  • Nasi merah atau nasi cokelat

Pengganti yang paling mendekati nasi putih, tentu adalah nasi merah atau nasi cokelat. Meski dari segi rasa kurang digemari karena tidak semanis nasi putih, nasi merah dan cokelat lebih sehat karena indeks glikemiknya lebih rendah dan mengandung lebih banyak serat.

Mana yang jadi favorit Anda? Meski lebih sehat daripada nasi putih, sumber karbohidrat baik seperti di atas tetap harus dikonsumsi dalam jumlah semestinya. Hal ini dapat diketahui dengan melihat usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, dan aktivitas sehari-hari.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓