Badan Kurus Tetap Bisa Terkena Prediabetes? Ini Penyebabnya!

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 29 Jan 2018, 10:47 WIB
Meski memiliki badan kurus, ternyata Anda tetap bisa terkena prediabetes. Cek penjelasannya di sini.
Badan Kurus Tetap Bisa Terkena Prediabetes? Ini Penyebabnya! (Junjira Limcharoen/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Prediabetes atau borderline diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah seseorang melebihi batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dapat dimasukkan dalam kategori penyakit Diabetes Melitus (DM). Salah satu faktor tertinggi penyebab prediabetes adalah kelebihan berat badan. Lantas, apakah pemilik badan kurus sudah pasti terhindar dari penyakit ini?

Menurut Kathleen Wyne, spesialis endokrinologi dan diabetes di The Ohio State University Wexner Medical Center, banyak orang percaya bahwa mereka yang memiliki berat badan kurus atau ideal tidak mungkin terkena diabetes, faktanya hal ini tidaklah benar. 

“Ini adalah kesalahpahaman umum bahwa hanya orang yang kelebihan berat badan yang dapat menjadi penderita diabetes. Pemikiran tersebut bisa menyebabkan beberapa orang memiliki faktor risiko tinggi untuk memiliki prediabetes namun mereka tidak mengetahuinya. Hal tersebut sangat disayangkan, karena jika bisa terdiagnosis pada tahap awal Anda bisa membuat perubahan gaya hidup untuk menunda perkembangan diabetes,” kata Wyne.

Prediabetes disebut juga impaired glucose tolerance atau impaired fasting glucose. Dalam keadaan itu kadar glukosa darah jauh di atas normal namun belum cukup terdiagnosis sebagai diabetes. Menurut American Diabetes Association, memiliki kondisi tersebut membuat Anda berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Tidak seperti diabetes, prediabetes tidak menunjukkan gejala yang jelas. Tapi ada faktor yang sangat kuat apakah Anda berisiko menderita penyakit ini atau tidak, yaitu dapat diketahui dari riwayat keluarga.

Menurut Wyne, jika dalam keluarga Anda ada riwayat anggota yang menderita diabetes tipe 2, maka Anda berisiko tinggi untuk mengalami penyakit yang sama meski berat badan normal dan sehat secara fisik. 

“Pikirkan prediabetes sebagai tanda peringatan yang akan memberitahu Anda untuk membuat beberapa perubahan nutrisi dan aktivitas, sehingga Anda dapat mencegah pengembangan diabetes dalam waktu dekat,” ujar Wyne.

Anda dikatakan sebagai prediabetes jika kadar gula darah puasa mencapai 101 mg/ dL dan 125 mg/ dL, atau jika tingkat gula darah 2 jam setelah tes toleransi glukosa berada di angka antara antara 140 mg/ dL - 200 mg/ dL.

Meskipun memiliki badan kurus atau ideal, nyatanya Anda masih tetap berisiko menderita prediabetes yang merupakan tanda peringatan sebelum terkena diabetes tipe 2. Segera periksa kadar gula darah tubuh Anda untuk mengetahui kemungkinan Anda terkena prediabetes. Dan selalu jalankan gaya hidup sehat agar Anda terhindar dari penyakit ini.

[NP/ RVS]