Adakah Batasan Mata Minus untuk Melakukan Lasik?

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 29 Jan 2018, 11:16 WIB
Tidak semua orang dengan mata minus bisa melakukan lasik. Ini batasannya.
Adakah Batasan Mata Minus untuk Melakukan Lasik? (moreimages/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mendengar istilah lasik? Ya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lasik adalah operasi mata dengan laser untuk membebaskan pasien dari ketergantungan pada penggunaan kacamata atau lensa kontak. Lasik juga merupakan akronim dari laser in situ keratomileusis.

Dalam dunia medis, lasik adalah prosedur operatif rawat jalan yang dapat mengembalikan tajam penglihatan mata secara permanen. Terutama, pada mereka yang mengalami rabun jauh atau memiliki mata minus (miopia).

Sejak resmi menjadi terapi untuk mengoreksi kelainan refraksi mata pada tahun 1998, lasik kian populer di kalangan masyarakat. Lasik kerap digunakan sebagai terapi untuk mengoreksi mata minus atau rabun jauh. Meski demikian, tidak semua orang dengan mata minus dapat menjalaninya. Ada batasan ukuran mata minus yang bisa dikoreksi dengan LASIK.

Melalui prosedur lasik, laser digunakan untuk membentuk ulang kornea, bagian terdepan mata yang berperan penting untuk melihat. Hasilnya, tajam penglihatan akan membaik, karena cahaya yang masuk bisa jatuh tepat di titik fokus pada retina.

Banyak orang dengan ukuran mata minus yang tinggi ingin melakukan lasik, karena bisa kembali melihat jauh tanpa alat bantu. Faktanya, lebih dari 90 persen orang yang menjalani lasik bisa mencapai rentang tajam penglihatan normal 6/6 sampai 6/9 tanpa kacamata atau lensa kontak. Tentunya, ini sangat memudahkan mereka dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Sayangnya, tidak semua orang dengan mata minus bisa menjalani prosedur lasik. Orang dengan ukuran mata minus terlalu tinggi atau memiliki kelainan refraksi campuran, bukan kandidat yang baik untuk prosedur lasik. Mengapa? Karena ada batas maksimum koreksi yang bisa dicapai melalui lasik.

Batas maksimum koreksi kelainan mata minus melalui lasik sangat dipengaruhi oleh ketebalan kornea seseorang. Oleh sebab itu, prosedur ini umumnya ditujukan untuk orang dengan mata minus ukuran maksimum -10.00 sampai -12.00 D.

Jika ukuran mata minus lebih dari itu, lasik tidak bisa dilakukan, karena akan mengikis kornea terlalu banyak. Pada kasus ini, dokter mata biasanya memilih untuk melakukan prosedur tanam lensa atau disebut phakic intraocular lenses (PIOLs). Prosedur ini dapat memberikan koreksi total seperti lasik, sehingga seseorang tidak lagi membutuhkan kacamata atau lensa kontak.

Secara umum, seseorang disebut kandidat lasik yang baik apabila ukuran kacamata tidak berubah lebih dari 0.50 D dalam dua tahun terakhir, serta berusia di atas 18 tahun. Pada usia tersebut, ukuran bola mata dan kelainan refraksi tidak banyak berubah.

Lasik tidak cocok untuk individu yang memiliki kelainan mata seperti katarak, atau kelainan lainnya pada bagian mata depan. Ibu hamil dan menyusui juga tidak bisa menjalani lasik karena derajat kelainan refraksi, ukuran mata minus misalnya, bisa berubah-ubah selama periode tersebut.

Bila ingin melakukan lasik, Anda perlu berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda merupakan kandidat yang cocok. Tanyakan pula hal-hal detail seputar prosedur, risiko, dan perawatan usai operasi. Yang tak kalah penting, siapkan budget khusus dari jauh-jauh hari, karena prosedur ini memakan biaya yang tak sedikit.

[BA/ RVS]