Daftar Masalah Rahim yang Kerap Mengganggu Wanita

Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang rahim wanita. Apa sajakah masalah rahim itu? Ketahui penyakit pada rahim wanita berikut ini.
Daftar Masalah Rahim yang Kerap Mengganggu Wanita

Klikdokter.com, Jakarta Anda merasa terganggu saat mengalami nyeri perut bawah, siklus haid yang tidak teratur, perdarahan dari vagina, atau nyeri saat berhubungan intim? Keluhan-keluhan tersebut biasa muncul akibat penyakit pada rahim.

Walau demikian, tak semuanya menimbulkan gejala ataupun keluhan. Banyak wanita tidak merasakan keluhan apa pun. Masalah rahim kerap ditemukan tanpa disengaja saat pemeriksaan kesehatan. Berikut beberapa jenis penyakit rahim wanita.

1 dari 7

1. Perdarahan Rahim Abnormal

Ilustrasi Perdarahan Rahim Abnormal
loading

Perdarahan rahim abnormal kerap muncul sebagai haid yang tidak teratur. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja. Namun, ada masa-masa tertentu dalam kehidupan wanita ketika haid memang cenderung tidak teratur.

Yakni, saat seorang gadis baru saja mulai haid, yaitu sekitar usia 9-14 tahun. Atau pada masa perimenopause, yang dimulai pada pertengahan usia 40-an.

Pada masa-masa ini, frekuensi haid yang memendek merupakan hal yang normal. Jumlah darah haid menjadi lebih sedikit atau malah lebih banyak dari biasanya. Tak jarang, siklus haid memanjang sehingga frekuensi haid menjadi lebih jarang.

Menurut American College of Obsetricians and Gynecologists, perdarahan rahim abnormal terjadi apabila seorang wanita mengalami:

  • Perdarahan atau flek di antara dua siklus haid dan setelah berhubungan intim.
  • Volume darah haid berlebihan.
  • Siklus haid lebih panjang dari 38 hari atau lebih pendek dari 24 hari.
  • Haid tidak teratur, di mana perbedaan tiap siklus lebih dari 7-9 hari.
  • Perdarahan muncul setelah menopause.

Sebagian besar perdarahan rahim abnormal berakar pada ketidakseimbangan hormon reproduksi. Oleh sebab itu, pil KB kerap digunakan sebagai terapi lini pertama untuk mengatasinya.

Artikel lainnya: Mengenal Penyebab dan Gejala Rahim Turun, Apa Saja?

2 dari 7

2. Mioma Rahim

Seorang Wanita Mengalami Mioma Rahim
loading

Mioma rahim adalah tumor jinak yang berasal dari jaringan otot rahim. Kelainan yang paling sering dialami wanita usia 30-40 tahun ini bisa muncul di rongga rahim, permukaan rahim, di dalam dinding rahim, atau melekat ke dinding rahim melalui struktur yang bertangkai.

Ukuran, bentuk, dan lokasi mioma sangat bervariasi. Jumlahnya bisa hanya satu atau lebih dengan ukuran yang berbeda-beda. Sebagian mioma bertumbuh lambat atau ukuran cenderung tidak berubah, tapi ada pula yang cepat membesar.

Kebanyakan penyakit pada rahim ini tidak bergejala dan ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan medis. Faktanya, 70 persen wanita Indonesia memilikinya.

Pada yang bergejala, keluhan tersering dapat berupa volume darah haid lebih banyak, periode haid lebih panjang atau lebih dari satu minggu, kram perut hebat saat haid, sering buang air kecil, sulit buang air besar, serta nyeri punggung bawah atau paha.

Mioma rahim sangat jarang menjadi tumor ganas atau kanker. Karena itu, jika ukurannya kecil, tidak bertambah banyak, serta tidak menimbulkan gejala, mioma tidak perlu diangkat. Pengangkatan mioma justru jauh lebih berisiko pada kasus ini.

3 dari 7

3. Adenomiosis

Ilustrasi Adenomiosis
loading

Masalah pada rahim wanita berikutnya adalah adenomiosis. Dinding rahim terdalam dibentuk dari jaringan endometrium yang menebal dan menipis mengikuti siklus haid. Jaringan ini pula yang meluruh dan keluar sebagai darah haid. Jika endometrium menginvasi lapisan otot rahim (miometrium), muncullah adenomiosis.

Memiliki riwayat operasi caesar atau pengangkatan mioma bisa menjadi faktor risiko adenomiosis. Namun demikian, penyebab pastinya masih belum diketahui.

Yang pasti, kemunculannya bergantung pada hormon estrogen di dalam tubuh wanita. Saat menopause, yakni ketika produksi estrogen menurun, adenomiosis akan menghilang dengan sendirinya.

Artikel lainnya: Ciri-Ciri Rahim yang Sehat dan Subur, Wajib Diketahui Wanita

Seperti juga mioma, adenomiosis kadang tidak bergejala atau hanya sedikit menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika bergejala, biasanya adenomiosis muncul di atas usia 35 tahun pada wanita yang telah memiliki anak.

Gejala biasanya berupa haid menjadi lebih lama, volumenya berlebihan, serta keluar dalam bentuk bekuan atau gumpalan darah. Juga dapat timbul kram dan nyeri perut yang terus-menerus. Keluhan in dapat dirasakan selama haid berlangsung atau nyeri saat berhubungan intim.

Gejala-gejala ini dapat dikurangi dengan pemberian terapi hormonal. Akan tetapi, satu-satunya cara untuk menyembuhkan hanyalah melalui histerektomi atau operasi pengangkatan rahim.

4 dari 7

4. Prolaps Rahim

Berkonsultasi dengan Dokter Tentang Prolaps Rahim
loading

Prolaps rahim secara awam dikenal dengan turun rahim atau turun peranakan. Jenis penyakit rahim wanita ini adalah kondisi turunnya rahim ke arah vagina, bahkan pada kasus berat bisa tampak keluar dari mulut vagina.

Penyebab kondisi tersebut adalah kelemahan pada otot dasar panggul yang berfungsi untuk menyokong rahim.

Prolaps rahim lebih umum ditemui pada wanita berusia lanjut. Keluhan yang dirasakan misalnya merasa berat atau tertarik pada panggul dan sensasi duduk di atas bola atau ada yang keluar dari vagina.

Penderita juga bisa mengompol atau bahkan kesulitan berkemih, masalah BAB, tampak benjolan yang keluar dari vagina, dll.

Penanganan penyakit pada rahim ini bervariasi, bergantung pada keparahan kondisi. Penderitanya disarankan mengubah pola hidup, memakai alat pesarium dalam vagina, atau menjalani pembedahan.

Beberapa perbaikan pola hidup yang dapat dilakukan, misalnya senam Kegel, mengatasi sembelit, menghindari angkat beban berat, atau mengangkat beban dengan postur yang benar.

Artikel lainnya: Gejala Kanker Rahim yang Harus Diwaspadai

5 dari 7

5. Polip Rahim

Ilustrasi Polip Rahim
loading

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan (benjolan) pada rahim. Lokasi polip rahim dapat ditemui di bagian dalam rahim (polip endometrium) ataupun pada mulut rahim.

Penyebab pasti penyakit pada rahim tersebut belum diketahui. Namun, pengaruh hormon reproduksi wanita, yaitu estrogen, turut berperan.

Gejala polip rahim yang paling umum adalah haid tidak teratur dan munculnya flek. Bisa timbul juga keluhan haid yang banyak atau kembali haid setelah menopause, meski kasusnya jarang. Pada banyak kasus, tidak ada keluhan yang dirasakan.

Untuk membuang polip, diperlukan pembedahan. Prosedur ini dikenal dengan istilah polipektomi. Tidak semua polip perlu dibuang, misalnya polip berukuran kecil yang tidak menimbulkan keluhan bisa dibiarkan saja, sambil diawasi perkembangannya secara berkala.

6 dari 7

6. Kanker Rahim

Ilustrasi Kanker Rahim
loading

Kanker rahim adalah keganasan yang ditemui pada rahim. Pada kebanyakan kasus kanker rahim, sel kanker berkembang di area endometrium (lapisan dalam rahim). Jenis kanker rahim lain yang termasuk keganasan juga ditemui di otot rahim.

Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah perdarahan rahim abnormal (terutama kembali haid setelah mengalami menopause). Dapat juga ditemui keputihan berair dan berbau. Gejala lain yang dapat muncul adalah penurunan berat badan, nyeri perut, dan kesulitan berkemih.

Penyakit pada rahim ini dapat ditangani dengan beberapa cara. Misalnya, pembedahan (angkat rahim atau histerektomi), kemoterapi, dan radioterapi. Pilihan terapi umumnya bergantung pada stadium kanker saat didiagnosis dan kondisi pasien.

Baca Juga

Meski berbagai masalah rahim pada wanita tersebut tak selalu berbahaya, nyeri dan perdarahan berlebihan bisa mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Anda pun berpotensi mengalami kekurangan darah atau anemia.

Karena itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami keluhan-keluhan seperti di atas. Manfaatkan juga layanan konsultasi dokter 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Berbahayakah Penebalan Dinding Rahim? Ini Faktanya

Info Sehat
15 Sep

Penebalan Dinding Rahim, Apa Dampaknya pada Kesehatan?

Info Sehat
01 Sep

Sederet Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pasca Melahirkan

Info Sehat
14 Mei

Bahaya Aborsi Ilegal bagi Kesehatan Rahim

Info Sehat
19 Feb

Mengancam Organ Reproduksi Wanita, Kenali Penyakit Kanker Serviks

Info Sehat
12 Feb

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk