Ini 9 Cara Mengajari Anak Agar Mandiri Sejak Dini
search

Kiat Membesarkan Anak Menjadi Pribadi Mandiri

Memiliki anak yang tumbuh mandiri menjadi idaman para orang tua. Ini caranya mengajari anak jadi mandiri.
Kiat Membesarkan Anak Menjadi Pribadi Mandiri

Klikdokter.com, Jakarta Dalam tahap perkembangannya, anak membutuhkan orang tua sebagai tempat 'bergantung' sebelum menjadi mandiri. Misalnya saat masih bayi, anak bergantung pada orang tua untuk melakukan aktivitas dasar seperti pergerakan, membersihkan diri, dan kebutuhan gizi.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengajari anak mandiri sedari dini. Seiring usia bertambah, anak akan menjadi lebih mandiri dalam hal melakukan aktivitas dasar. Namun, anak tetap bergantung pada kasih sayang, perlindungan, arahan, serta dukungan Anda.

Lalu di saat dewasa, anak (pada umumnya) sudah tidak lagi bergantung pada orang tua di semua aspek kehidupannya.

Sebagai orang tua, Anda tentu mendambakan anak tumbuh mandiri, bukan? Berikut cara mengajari anak mandiri agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di masa depan:

1 dari 6

1. Berikan Pelukan (untuk Anak Usia di Atas 2 Bulan)

Berikan Pelukan (untuk Anak Usia di Atas 2 Bulan)
loading

Bagaimana memeluk anak justru menjadi cara mengajari anak mandiri? Sejatinya, untuk bisa mandiri anak memerlukan rasa percaya. Rasa percaya ini dimulai dari Anda sebagai orang tuanya.

Dengan adanya rasa percaya dari anak kepada Anda, anak akan lebih berani untuk mengeksplorasi karena mengetahui ada orang tua yang siap membimbingnya.

Selain itu, biarkan anak bergerak dengan bebas. Pada usia 2 bulan, anak sudah dapat memperlihatkan keinginannya untuk melakukan sesuatu dengan usahanya sendiri, misalnya menendang atau mendorong. Beri anak mainan yang berbunyi saat ditendang sehingga anak merasa memiliki kuasa akan anggota tubuhnya.

Artikel Lainnya: Hal-Hal yang Bikin Anak Tidak Mandiri

2. Berikan Kesempatan Anak Menenangkan Diri (untuk Anak Usia di Atas 6 Bulan)

Apa yang Anda lakukan, ketika anak menangis saat bangun dari tidur siang? Apakah Anda langsung menggendongnya? Jika ya, cobalah untuk tidak langsung menggendong anak ketika dia menangis sebagai cara membuat anak mandiri.

Awalnya, Anda mungkin merasa tidak tega. Namun, berikan waktu perlahan. Misalnya, biarkan anak menangis selama 5 menit, lalu perlahan 10 menit, dan seterusnya. Lama kelamaan anak akan belajar untuk 'menenangkan' dirinya sendiri.

Namun, pastikan semua kebutuhan dasarnya terpenuhi, seperti anak sudah menyusu dan kenyang, popoknya kering, serta lingkungan tidurnya aman dan nyaman.

2 dari 6

3. Libatkan Anak dalam Perbincangan (untuk Anak Usia di Atas 9 Bulan)

Libatkan Anak dalam Perbincangan (untuk Anak Usia di Atas 9 Bulan)
loading

Meski tak menjawab apa yang Anda tanyakan, namun anak dapat mengerti apa yang Anda katakan secara sederhana. Melibatkan anak dalam perbincangan dan aktivitas yang Anda lakukan sedini mungkin akan membuatnya percaya diri, yang merupakan salah satu dasar kemandirian.

Mulai usia 9 bulan, ajak anak berpartisipasi dalam kegiatan sederhana seperti memintanya mengangkat kaki saat Anda mengganti popoknya, atau membalik tubuhnya saat dikeringkan dengan handuk. Walaupun anak belum bisa melakukannya, tetapi kebiasaan ini dapat membantu menumbuhkan kemandirian dalam diri anak.

4. Biarkan Anak Belajar Makan (untuk Anak Usia di Atas 9 Bulan)

Saat anak sudah mulai bisa mengunyah, sekitar usia 8-9 bulan, Anda bisa mulai memberikan finger food agar anak belajar makan sendiri. Tidak perlu membiarkan anak sepenuhnya makan sendiri untuk menjamin kecukupan gizinya. Namun, anak bisa belajar menggenggam dan makan sendiri sambil Anda suapi.

Anda bisa memberi peraturan sederhana, misalnya “Kita bergantian ya, sekarang Adik suap sendiri, lalu Bunda suapi.” Anda juga bisa melibatkan anak dalam pemilihan menu makannya. Ini juga merupakan salah satu cara mengajari anak mandiri yang bisa diintegrasikan ke rutinitas anak.

Artikel Lainnya: Saat Anak Naik Pesawat Sendirian, Persiapkan Ini

3 dari 6

5. Biarkan Anak Asyik dengan Aktivitasnya Sendiri (untuk Anak Usia di Atas 18 Bulan)

Biarkan Anak Asyik dengan Aktivitasnya Sendiri (untuk Anak Usia di Atas 18 Bulan)
loading

Cara mendidik anak agar mandiri yang satu ini juga harus diperhatikan. Semakin usia bayi bertambah, perhatian yang harus orang tua curahkan tentu berkurang. Setelah berusia di atas 18 bulan-2 tahun, anak biasanya sudah mampu 'menyenangkan' dirinya sendiri dengan aktivitas atau permainan tertentu, tanpa Anda.

Ketika anak sudah terlihat asyik sendiri, cobalah seolah 'mengabaikannya' (namun tetap awasi anak) dengan melakukan aktivitas Anda sendiri, seperti membaca majalah atau melipat baju. Ketika anak mulai rewel, cobalah untuk tidak langsung mendiamkan anak dan tunggu beberapa saat.

6. Minta Anak Membantu Pekerjaan Rumah (untuk Anak Usia di Atas 3 Tahun)

Salah satu cara melatih anak mandiri adalah memintanya untuk membantu pekerjaan rumah. Namun, Anda tetap perlu menyesuaikan dengan usia anak, serta mendampingi dan melatih anak.

Untuk anak usia 3 tahun, Anda dapat memintanya untuk membereskan mainan atau menumpuk bukunya yang sudah selesai dia baca. Lalu untuk anak yang lebih besar, mulai dari 6 tahun, minta anak untuk membersihkan tempat tidurnya atau membantu memasukkan bekalnya untuk sekolah.

4 dari 6

7. Berikan Kesempatan Anak Memilih (untuk Anak Usia di Atas 4 Tahun)

Berikan Kesempatan Anak Memilih (untuk Anak Usia di Atas 4 Tahun)
loading

Memberikan anak kesempatan untuk memilih akan membuat dia tumbuh menjadi pribadi mandiri. Contohnya, biarkan anak membuat keputusan tentang baju warna apa yang ingin ia kenakan hari ini.

Dengan membiarkan anak mengambil keputusan sendiri dan tidak memaksakan kehendak Anda, anak juga akan belajar mengenai konsekuensi atas pilihan yang ia buat.

Artikel Lainnya: Usia Berapa Anak Dapat Ditinggal Sendirian di Rumah?

8. Ajarkan Anak untuk Menabung (untuk Anak di Atas 7 Tahun)

Menabung dan mengelola keuangan dapat menjadi cara agar anak tumbuh menjadi mandiri. Anak sering kali bersifat impulsif dan menginginkan suatu barang (atau mainan tertentu) tanpa memahami nilai dan manfaatnya.

Mengajarkan anak menabung akan membuatnya lebih menghargai nilai suatu barang. Minta anak untuk menyisihkan sebagian uang jajannya untuk menabung. Di saat anak menginginkan suatu barang atau mainan, dia bisa membelinya dari uang tabungannya yang sudah terkumpul.

Cara lainnya, Anda dapat memberikan anak 'hadiah', ketika ia berhasil mencapai prestasi tertentu. Tidak selalu hadiah bernilai materi, namun bisa berupa pujian bagi anak.

5 dari 6

9. Ajak Anak Mencoba Lagi

Ajak Anak Mencoba Lagi (Foto: jcomp/freepik)
loading

Langsung memberikan bantuan saat anak gagal melakukan sesuatu biasanya menjadi naluri orang tua. Cobalah untuk mendorong anak untuk mencoba lagi hal yang belum berhasil ia lakukan pada percobaan pertama.

Ajari anak untuk memiliki pola pikir pemecahan masalah dengan mengajaknya mencoba cara lain jika cara yang ia lakukan gagal. Misalnya, saat anak kesulitan mengikat tali sepatu, ajari dia cara mengikat tali yang lebih mudah.

Atau saat anak frustasi setelah gagal mencoba memasukkan balok ke dalam kotak, ajak ia untuk memutar balok tersebut agar bentuknya sesuai dengan kotaknya. Dengan begini, anak menjadi tidak mudah putus asa saat menghadapi kegagalan dan lebih mandiri untuk mencoba lagi.

Baca Juga

Anda bisa menerapkan kiat-kiat di atas dalam mengajari anak mandiri. Namun, Anda tentu saja dapat menyesuaikan kembali dengan sifat dan kondisi anak, serta kultur di keluarga Anda.

Yang terpenting, Anda perlu selalu memperhatikan dan mendampingi setiap tahapan perkembangan anak. Jika Anda masih punya pertanyaan seputar topik ini, jangan ragu untuk berkonsultasi melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[FY]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Shelvy Putri Amelia, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

Dr. Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 30.000

ARTIKEL TERKAIT

Pentingnya Sinbiotik untuk Jaga Imun Anak Lahir Caesar

Info Sehat
27 Jan

Anak Sering Pakai Tangan Kiri, Haruskah Dilarang?

Info Sehat
26 Jan

Tips Jadi Single Parent Meski Tak Akur dengan Mantan Pasangan

Info Sehat
25 Jan

Penyebab Mood Swing pada Anak saat Bangun Tidur

Info Sehat
24 Jan

Anak Jatuh Cinta pada Pria Lebih Tua, Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua

Info Sehat
23 Jan

REAKSI ANDA

3 KOMENTAR

Avatar
siti mae syaroh
7 Bulan Lalu

uvifzhsousuefw9wurwwusfststetystayususudyus6suysyeysysihdudidgd8gdgduueueuey8eyduiri8ir88rhdidiidhidjrhrhry7dyfhaf3guhyussizididi0xixìsìsidisisijohijshjsjijuisjfsjgdhhhuihuuuuuuuuyuhhhhg8h80ho

Avatar
siti mae syaroh
7 Bulan Lalu

èğtyryrthgzxydheusiwususosisudhshshsuususuwuwuwuwiiwisihdidieid9

Avatar
siti mae syaroh
7 Bulan Lalu

tdrryyyise7ta6qtq6q7atta6ata7atw7rq7qqtyqyq7q7yq

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat