Amankah Resep Rumahan untuk Atasi Keputihan?

Oleh dr. Ellen Theodora pada 09 Feb 2018, 16:44 WIB
Tak sedikit wanita yang menggunakan resep rumahan untuk mengobati keputihan. Apakah ini aman?
Amankah Resep Rumahan untuk Atasi Keputihan? (Phuangphech/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Keputihan merupakan hal yang sangat umum dialami oleh wanita. Namun pada kenyataannya, masih banyak wanita yang tak tahu apa itu keputihan, bagaimana membedakan keputihan yang normal dan tidak normal, atau takut ke dokter jika memang terjadi keputihan yang tidak normal.

Akibatnya, banyak dari mereka yang lebih memilih untuk mengobatinya sendiri. Bahkan mencoba-coba resep rumahan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya secara medis, dan bisa saja malah mengakibatkan iritasi pada vagina.

Supaya Anda tak membuat keputusan yang salah, ada baiknya mengetahui terlebih dulu bagaimana membedakan jenis keputihan. Hal ini penting supaya Anda tak cemas berlebihan dengan keputihan yang sebenarnya normal, atau 'mengusik' keputihan yang normal dengan berbagai obat—apalagi dengan resep rumahan.

Keputihan normal vs. tidak normal

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina. Keputihan terbagi menjadi dua jenis, yaitu normal dan tidak normal.

Keputihan yang normal biasanya berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan, tidak berbau, dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa muncul saat menjelang haid, stres, hamil, dan menggunakan alat kontrasepsi.

Sementara itu, keputihan yang tidak normal biasanya dipicu oleh infeksi bakteri atau jamur. Anda dapat mengenalinya dari segi warna, bau, tekstur, dan keluhan lainnya. Misalnya, jika terdapat perubahan warna pada keputihan (seperti kehijauan), muncul aroma tak sedap (berbau amis atau busuk), dan bergumpal-gumpal.

Perhatikan juga apakah disertai oleh gatal-gatal, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri pada area kewanitaan. Jika ya, itu bisa menjadi tanda keputihan yang tidak normal.

Kiat mencegah keputihan tidak normal

Keputihan yang tidak normal memang bisa mengganggu. Untuk mencegahnya, jagalah kebersihan vagina dengan cara berikut:

  • Segera ganti celana dalam apabila berkeringat atau lembap.
  • Jangan memakai celana yang terlalu ketat.
  • Pilih celana dalam berbahan katun yang lembut.
  • Hindari pembalut atau pantyliner yang berpengharum.
  • Hindari produk pembersih kewanitaan, apalagi yang tidak sesuai pH vagina (pH vagina normal berkisar 3,8–4,5).
  • Ganti pembalut secara teratur saat datang bulan.
  • Setelah buang air kecil, cuci vagina dari arah depan ke belakang agar kuman dari anus tidak terbawa ke vagina.

Resep rumahan sebagai obat keputihan

Saat mengalami keputihan yang tidak normal, tak sedikit wanita yang lebih memilih untuk mengobatinya sendiri ketimbang ke dokter. Alasannya lebih praktis, nyaman, dan murah.

Beberapa wanita juga lebih percaya dengan resep-resep rumahan yang beredar di internet. Contohnya, ada yang mengatakan bahwa keputihan dapat diatasi dengan mengoleskan ampas mangga matang ke area luar dan dalam vagina. Ada juga yang menyebutkan khasiat perasan jeruk lemon dan air untuk keputihan.

Apakah benar ampuh? Sebenarnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai efek resep rumahan untuk keputihan. Hasil yang dicapai dengan memakai resep rumahan belum diketahui apakah memang mujarab atau aman.

Jika Anda melakukannya tanpa rekomendasi dokter, dikhawatirkan dapat berdampak pada terjadinya infeksi. Apalagi jika tidak dibersihkan dengan benar. Selain itu, penyebab keputihan yang tidak normal berbeda-beda pada setiap wanita, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.

Karena itu, jika Anda merasa mengalami keputihan yang tidak normal, jangan ragu untuk segera menemui dokter. Nantinya dokter dapat memberikan pengobatan yang lebih sesuai dengan kondisi Anda. Ingatlah bahwa resep rumahan tersebut belum dapat dibuktikan secara medis, sehingga langkah terbaik tetaplah dengan berkonsultasi kepada ahli medis.

[RS/ RVS]