Awas, Kecanduan Game Bisa Berakibat Kelumpuhan

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 09 Feb 2018, 17:25 WIB
Seorang gamer di Cina mengalami kelumpuhan setelah bermain game 20 jam tanpa henti.
Awas, Kecanduan Game Bisa Berakibat Kelumpuhan (tommaso79/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda termasuk orang yang sudah kecandungan untuk bermain game? Jika ya, sepertinya Anda harus waspada. Karena belum lama ini, seorang gamer asal Cina dilaporkan mengalami kelumpuhan setelah menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game.

Menurut situs berita China QQ, gamer tersebut mengalami mati rasa dari bagian pinggang hingga ke bawah. Saat kejadian, rekan-rekannya yang berada di warnet segera meminta bantuan ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Anehnya lagi, sebelum dibawa ke dalam ambulans, gamer tersebut tetap meminta teman-temannya untuk melanjutkan permainan yang belum diselesaikannya.

Untuk diketahui, saat ini Cina memiliki masalah kesehatan yang cukup krusial, yaitu kecanduan game. Ini membuat Cina sebagai negara pertama yang mengenali kecanduan game sebagai masalah klinis. Bahkan, kecanduan game sering disebut sebagai ‘heroin digital’.

1 of 3

Menyasar semua usia

Tidak hanya anak-anak, kecanduan game juga bisa terjadi pada orang dewasa. Bahkan, baru-baru ini kecanduan game diklasifikasikan sebagai penyebab timbulnya ganguan mental.

Anggota WHO’s Department of Mental Health and Substance Abuse, Vladimir Poznyak, mengatakan bahwa kecanduan game harus dilihat sebagai isu penting, karena hal ini menyangkut kesehatan seseorang.

“Para ahli kesehatan perlu mengenali bahaya kecanduan game yang mungkin berdampak serius pada kesehatan. Pada sebagian besar orang, mungkin bermain game tidak menyebabkan gangguan mental. Namun dalam keadaan tertentu, sesuatu yang berlebihan dapat menyebabkan efek buruk,” katanya.

Periset dari University of Oxford’s Internet Institute melakukan penelitian untuk menyelidiki perkembangan seseorang yang kecanduan game. Penelitian ini menemukan bahwa, 2-3% dari 19.000 pria dan wanita yang disurvei dari Inggris, Amerika, Kanada serta Jerman mengakui bahwa mereka mengalami gejala gangguan kejiwaan.

2 of 3

Apakah game membuat kecanduan?

Keputusan yang menyebutkan bahwa kecanduan game merupakan masalah kelainan mental masih menuai banyak perdebatan. Salah satunya datang oleh Profesor Kesehatan Internasional dari Johns Hopkins Blooomberg School of Public Health, Bruce Lee.

Lee menyebutkan bahwa bermain game tidak melulu mendatangkan dampak buruk. Karena hal ini kembali lagi pada konteks game yang dimainkan.

“Bermain game dapat mengurangi stres, meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah, meningkatkan koordinasi fisik, serta hal-hal positif lain,” katanya.

Senada dengan hal ini, seorang peneliti, Killian Mullan, menyebutkan bahwa mereka yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk bermain game tidak serta-merta mengesampingkan aktivitas lain.

“Temuan kami menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi pendukung kegiatan lainnya, seperti pekerjaan rumah,” ujarnya.

Di sisi lain, studi terbaru dari University of Oxford menyebutkan, meski anak-anak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game, mereka tetap bisa membagi waktu untuk melakukan aktivitas di dunia nyata.

Melihat fakta di atas, sebaiknya Anda tidak terlalu berlebihan dalam bermain game. Karena pada dasarnya, segala sesuatu yang dilakukan berlebihan dapat membawa dampak kurang baik bagi kesehatan.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Firman UtomoFirman Utomo

apakah memakan tomat/apel bisa menyembuhkan penyakit br onhitis