Polusi Udara Picu Siklus Haid Tidak Teratur

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 10 Feb 2018, 08:57 WIB
Jika siklus haid Anda berantakan, bisa jadi polusi udara salah satu biang keroknya.
Polusi Udara Picu Siklus Haid Tidak Teratur (ThongPooN/shuttestock)

Klikdokter.com, Jakarta Polusi udara bisa memberi dampak buruk pada tubuh, mulai dari gangguan pernapasan hingga kelahiran prematur. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara juga dapat merusak siklus haid.

Dilakukan oleh Boston University School of Medicine, penelitian ini mengumpulkan data dari ribuan wanita dengan memperhatikan kesehatan dan lokasi mereka. Selain itu, penelitian ini juga melengkapi studi sebelumnya yang menemukan bahwa polusi udara berpotensi menyebabkan kemandulan dan sindrom ovarium polikistik.

Namun, penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa paparan polusi udara di kalangan remaja putri (usia 14 sampai 18 tahun) terkait dengan ketidakteraturan siklus haid.

“Sementara polusi udara telah banyak dihubungkan dengan penyakit kardiovaskular dan paru, studi ini menunjukkan bahwa mungkin ada sistem lain, seperti sistem endokrin pada reproduksi, yang juga terpengaruh,” kata Shruthi Mahalingaiah, MD, MS, asisten profesor kebidanan dan ginekologi, yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Sebuah laporan akhir tahun 2017 dari European Environment Agency, Kopenhagen, mengatakan bahwa polusi udara menyebabkan lebih dari 500.000 kematian dini di seluruh Eropa. Sementara itu, sebuah laporan lain menemukan bahwa polusi udara membunuh sembilan juta orang di tahun 2015.

1 of 3

Polusi udara dan resistensi insulin

Sebuah studi di Jerman menemukan adanya hubungan antara paparan polusi dari asap kendaraan, dengan peningkatan resistensi insulin pada anak. Kondisi ini bisa mengarah pada diabetes ketika anak sudah dewasa.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Diabetologia itu dilakukan pada 397 anak berusia 10 tahun yang tinggal dekat jalan utama dan menunjukkan adanya peningkatan resistensi insulin sebanyak 7% per 500 m.

Resistensi insulin berarti seberapa jauh sel dalam tubuh gagal merespons hormon insulin (yang digunakan oleh tubuh untuk mengonversi gula darah menjadi energi). Seiring berjalannya waktu, resistensi insulin dapat menyebabkan pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mengukur kadar glukosa dan insulin. Sementara itu, tingkat paparan polusi udara diestimasi berdasarkan data polusi udara dari tahun 2008–2009 di lingkungan tempat tinggal saat mereka lahir.

Para periset juga mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti berat badan lahir, indeks massa tubuh, dan paparan terhadap asap rokok di rumah.

2 of 3

Vitamin B dan polusi udara

Guna mencari solusi dari masalah polusi udara yang mengintai kota-kota besar di dunia, sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa konsumsi vitamin B dapat memberikan perlindungan dari polusi udara.

Penelitian itu menggunakan dosis vitamin B harian yang mencakup 2,5 mg asam folat, 50 mg vitamin B6, dan 1 mg vitamin B12 yang dianggap sebagai dosis baik untuk orang dewasa.

Pemberian dosis tersebut menunjukkan sederet manfaat baik pada susunan genetik dalam tubuh, yang diduga dapat meminimalkan dampak buruk dari polusi udara. Meski demikian, para pakar menyampaikan bahwa mereka membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mempelajari manfaat vitamin B.

Berdasarkan temuan yang sudah dijelaskan di atas, salah satu cara untuk menjaga siklus haid tetap normal adalah dengan mengurangi aktivitas yang membuat Anda sering terpapar polusi udara dalam jangka waktu lama.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓