Keputihan Menggumpal - Penyebab, Komplikasi, Mencegah
searchtext customer service

Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

Jangan anggap sepele keputihan menggumpal. Segera obati keluhan ini sebelum bertambah parah.
Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita tentu pernah mengalami keputihan. Studi membuktikan bahwa lebih dari 80 persen wanita pernah mengalami keputihan. Sekitar 20 persen di antaranya memeriksakan diri ke dokter karena keputihan yang terjadi sangat mengganggu. Salah satu gejala keputihan yang sering muncul adalah keputihan menggumpal.

Keputihan menggumpal termasuk keputihan patologis (tidak normal), keputihan jenis ini terjadi karena terjadinya infeksi pada vagina.

1 dari 4

Penyebab Keputihan Menggumpal

Penyebab Keputihan Menggumpal
loading

Ada beberapa hal yang menyebabkan keputihan menggumpal, antara lain yaitu akhir dari haid, vaginosis bakteri, dan kandidosis vagina. Simak pemaparan berikut ini untuk mengetahui lebih jelas tentang masing-masing penyebab keputihan menggumpal.

Akhir dari Haid

Keputihan menggumpal bisa terjadi setelah haid berakhir. Keputihan ini berwarna bening atau putih, tanpa disertai rasa gatal dan tidak berbau. Kondisi ini wajar terjadi, dan tidak membutuhkan pengobatan apapun.

Dalam keadaan normal, dinding vagina dan mulut rahim memiliki kelenjar untuk menghasilkan cairan. Hormon estrogen dan progesteron berada dalam kadar yang rendah pada akhir haid, sehingga produksi cairan vagina sangat kental dan cenderung menggumpal.

Pada beberapa kasus, akhir haid juga bisa menjadi waktu ovulasi (masa subur) bagi seorang wanita. Di rentang waktu ini, wanita bisa saja mengeluarkan keputihan berwarna putih susu dan menggumpal.

Keputihan jenis ini dikatakan normal apabila tidak disertai dengan bau tidak sedap atau keluhan gatal-gatal.

Artikel Lainnya: Ini Penyebab Keputihan Warna Putih Susu

Vaginosis Bakteri

Keputihan menggumpal bisa menjadi tanda infeksi bakteri Gardnerella vaginalis. Secara normal, bakteri ini memang terdapat di vagina. Bila jumlah bakteri ini terlalu banyak di vagina, infeksi yang menyebabkan keputihan menggumpal seperti tahu hancur bisa saja terjadi.

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Gardnerella vaginalis disebut penyakit vaginosis bakteri.

Selain keputihan, gejala utama dari penyakit ini adalah bau amis menyengat di vagina. Bau amis akan semakin menyengat setelah Anda berhubungan intim dengan pasangan.

Keputihan akibat vaginosis bakteri harus diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Kandidosis Vagina

Kandidosis vagina merupakan keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida sp. Penyakit ini ditandai dengan keputihan menggumpal seperti tepung basah, yang disertai dengan rasa gatal di daerah vagina.

Wanita lanjut usia, penderita diabetes, atau obesitas lebih rentan mengalami keputihan karena infeksi jamur Candida sp. Pemberian antijamur dapat mengatasi keluhan ini. Umumnya, obat antijamur diberikan dalam bentuk tablet yang dimasukkan ke dalam vagina.

Artikel lainnya: 5 Penyebab Keputihan pada Wanita

2 dari 4

Muncul Komplikasi Serius

Muncul Komplikasi Serius
loading

Keputihan menggumpal yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur perlu diobati oleh dokter. Anda tidak dianjurkan untuk mengobati keluhan ini sendiri, karena berisiko memperberat infeksi.

Sayangnya, karena menyangkut area sensitif, banyak wanita enggan atau menunda memeriksakan keluhan keputihan menggumpal ke dokter.

Alih-alih berharap dapat sembuh sendiri, membiarkan keputihan akibat bakteri atau jamur bisa menyebabkan komplikasi serius.

Keputihan akibat vaginosis bakteri bisa menyebabkan peradangan organ dalam panggul, karena bakteri dari vagina yang masuk ke dalam rahim dan organ kandungan. Penyakit radang panggul dapat menyebabkan organ kandungan meradang dan mengalami perlengketan.

Hal ini akan menyebabkan penderita sulit punya anak (infertilitas) di kemudian hari. Jika keputihan ini terjadi pada ibu hamil, maka dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan, seperti ketuban pecah dini dan persalinan prematur.

Artikel lainnya: Keputihan Tak Kunjung Sembuh, Waspadai Gejala Kanker Serviks

3 dari 4

Cara Mencegah Keputihan Menggumpal

Wanita Sering Keputihan
loading

Meski tidak lazim, keputihan karena kandidosis vagina juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan. Bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, infeksi jamur tersebut tetap dapat meluas hingga ke kulit dan area di sekitar vagina.

Akibatnya, rasa gatal akan meluas dan semakin menjadi-jadi. Lama-kelamaan, kulit di sekitar vagina juga bisa menghitam. Selain itu, infeksi jamur ini juga bisa menular kepada pasangan melalui hubungan seksual.

Artikel lainnya: 5 Jenis Keputihan yang Perlu Anda Tahu

Agar terhindar dari keputihan menggumpal yang berbahaya, Anda perlu merawat vagina dengan tepat melalui cara berikut ini:

  1. Bersihkan vagina saat mandi menggunakan air mengalir, dengan arah dari depan ke belakang. Gunakan sabun yang lembut, dengan pH netral, dan tanpa pewangi.
  2. Hindari penggunaan cairan pembersih khusus vagina secara rutin.
  3. Gunakan celana dalam yang menyerap keringat.
  4. Ganti celana dalam bila sudah terasa basah.
  5. Bila menggunakan pantyliner, pilihlah pantyliner yang benar-benar menyerap air dan tidak berbau. Ganti pantyliner setiap 2-3 jam sekali.
Baca Juga

Anda tidak perlu panik saat muncul keputihan menggumpal. Jika terjadi setelah haid, maka hal itu kemungkinan normal terjadi. Namun, bila ada keluhan lain seperti bau amis atau rasa gatal, jangan segan untuk segera berobat ke dokter.

[BA/ RVS]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Euis Kurniawati

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Jessica Wirjosoenjoto

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Rommi Rusfiandhi, MKK

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Saat Hamil

Info Sehat
14 Sep

Kiat agar Vagina Tak Lembap Usai Pipis Saat Tisu Toilet Habis

Info Sehat
01 Sep

Mengalami Keputihan saat Sudah Menopause, Normalkah?

Info Sehat
31 Agt

Bayi Perempuan Juga Bisa Mengalami Keputihan, Ibu Jangan Panik

Info Sehat
09 Mei

6 Cara Menjaga Kesehatan Vagina Saat Haid

Info Sehat
20 Mar

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Mery Tresia
2 Tahun Lalu

Apa obat antibiotik u keputihan vaginosis bakteri?

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat