Amankah Kue Keranjang untuk Penderita Diabetes?

Oleh dr. Ellen Theodora pada 16 Feb 2018, 08:30 WIB
Kue keranjang sudah menjadi tradisi saat Imlek. Tapi, apakah penderita diabetes boleh mencicipinya?
Amankah Kue Keranjang untuk Penderita Diabetes? (Thamkc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Merayakan Imlek tanpa mencicipi kue keranjang rasanya kurang lengkap. Apalagi kue ini hanya dibuat setahun sekali. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes? Apakah mereka boleh mengonsumsi kue keranjang?

Sebagian orang beranggapan bahwa penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi gula. Sebenarnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar Anda tetap dapat menikmati kue-kue cantik nan manis yang sayang untuk dilewatkan.

Apalagi kini, banyak sekali kue di pasaran yang memberikan label “tanpa pemanis buatan” atau “rendah gula” pada kemasannya, sehingga lebih aman bagi penderita diabetes. Lalu, bagaimana dengan kue keranjang?

Makanan khas Imlek ini terbuat dari tepung ketan, gula, dan minyak. Rasanya yang manis dan legit membuatnya disukai banyak orang. Namun, Anda perlu berhati-hati saat menyantapnya. Dalam satu porsi kue keranjang, terkandung 482 kalori dengan total karbohidrat 109 gram!

Melihat perumusan angka ini, dapat dikatakan bahwa satu kue keranjang sama saja dengan tiga kali cangkir nasi yang seharusnya dikurangi untuk penderita diabetes. Memakan satu porsinya sama saja dengan dengan membiarkan kadar gula darah Anda meningkat drastis. Oleh sebab itu, kue keranjang tidak termasuk makanan yang sehat untuk penderita diabetes dan sebaiknya dihindari.   

Kiat untuk penderita diabetes saat Imlek

Saat Imlek, tidak hanya kue keranjang yang menggoda mata. Masih banyak lagi yang memikat, seperti nastar, kue semprong, kerupuk, dan minuman manis. Anda pasti sudah tak sabar untuk menyantapnya semua, bukan? 

Untuk penderita diabetes, batasilah makanan yang hendak disantap. Ambil dalam porsi kecil demi menghindari tabungan kalori yang masuk. Misalnya saja Anda ingin makan dendeng babi, ketimbang menghabiskan satu iris, Anda dapat mengonsumsinya dalam porsi kecil.

Pangkas pula porsi menu utama untuk diganti dengan sayuran hijau. Hindari makanan karbohidrat yang sudah diproses seperti mi goreng. Namun, tetap harus diingat untuk menjaga pola makan teratur dari sarapan, makan siang, dan makan malam.

Tak hanya soal makanan, pemilihan minuman juga penting untuk diperhatikan. Anda lebih baik mengonsumsi air putih ketimbang minuman manis atau kalengan.

Selain itu, agar tetap sehat selama libur Imlek, usahakan untuk tidak absen berolahraga, apalagi jika makanan yang Anda konsumsi mengandung tinggi kalori. Lakukan minimal tiga puluh menit per hari. Jika memang sedang malas ke gym, Anda dapat berolahraga sendiri di rumah atau bersepeda di sekitar kompleks perumahan.

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi obat diabetes Anda dan kontrol ke dokter secara rutin setiap waktunya.

Dengan kiat-kiat ini, Anda pun dapat merayakan Imlek dengan lebih menyenangkan tanpa harus diganggu oleh diabetes. Memang, tradisi makan makan kue keranjang tampaknya sayang untuk dilewatkan. Hanya saja, demi menjaga stabilitas kadar gula darah, Anda tetap lebih baik untuk menghindarinya.

Anda benar-benar sedang ngidam? Cobalah untuk membuat kue keranjang sendiri di rumah, dengan bahan-bahan yang dapat Anda kontrol dan tentunya lebih sehat untuk penderita diabetes. Selamat merayakan Imlek bersama keluarga tercinta, ya!

[RS/ RVS]