6 Penyebab Sering Keputihan pada Remaja
searchtext customer service

Penyebab Sering Keputihan pada Remaja

Keputihan menjadi salah satu hal yang sering terjadi pada remaja perempuan. Bagaimana membedakan keputihan normal dan tidak normal? Apa penyebab keputihan pada remaja?
Penyebab Sering Keputihan pada Remaja

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya wanita dewasa, remaja perempuan juga dapat mengalami keputihan. Sebelum orang tua terbawa rasa khawatir, ada baiknya untuk mengenal lebih dalam soal keputihan.

Pada dasarnya keputihan berfungsi untuk membuat vagina tetap bersih dan sehat. Namun, terkadang keputihan bisa menjadi tidak normal. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit di dalam vagina. 

Keputihan dikatakan tidak normal jika terdapat perubahan warna, misalnya menjadi kekuningan atau kehijauan. Begitu juga bila bentuknya bergumpal-gumpal dan beraroma menyengat seperti bau amis atau bahkan busuk. 

Keputihan yang tidak normal juga bisa dilihat dari produksi cairan yang dihasilkan, yakni jauh lebih banyak dari biasanya. Beberapa keluhan lain yang  dapat menyertai meliputi gatal, nyeri pada area kewanitaan, dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Pada remaja, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu kondisi sering keputihan. Berikut adalah enam penyebab keputihan pada remaja:

1 dari 7

1. Jarak Vagina dengan Dubur

Jarak Vagina dengan Dubur
loading

Pada remaja putri, posisi area alat kelamin dengan dubur cenderung masih berdekatan. Hal ini meningkatkan kemungkinan kuman yang keluar melalui dubur menginfeksi alat kelamin. 

Apalagi jika remaja tersebut belum mengerti cara membersihkan area kelamin dengan benar. 

Karena itu, dalam membersihkan organ intim, pastikan dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya guna mencegah kuman dari dubur masuk ke vagina. 

Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Keputihan Normal yang Harus Wanita Tahu

2 dari 7

2. Masa Perkembangan Organ Reproduksi

loading

Perkembangan organ reproduksi juga bisa menjadi penyebab keputihan berlebihan pada remaja. 

Pada usia remaja awal, alat kelamin belum terbentuk secara sempurna sehingga dapat meningkatkan risiko keputihan. 

Sebab, belum terbentuknya labia atau bibir vagina dan rambut pubis dapat mengurangi mekanisme perlindungan area kelamin. 

3 dari 7

3. Kulit yang Sensitif

loading

Kulit area kemaluan remaja perempuan mungkin lebih sensitif terhadap goresan ataupun gesekan, sehingga akan lebih mudah terkena paparan dari luar. 

Penggunaan sabun mandi dengan pewangi, misalnya, bisa menjadi penyebab iritasi pada beberapa remaja putri.

Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan sabun mandi dengan pewangi kimia dan pewarna, terlebih jika kulit sensitif. 

4 dari 7

4. Perbedaan Kondisi Vagina pada Remaja

Perbedaan Kondisi Vagina pada Remaja
loading

Mukosa vagina pada awal remaja yang masih tipis dapat membuat bakteri senang berkembang.  

Tak hanya itu, kondisi rongga vagina remaja memiliki tingkat keasaman (pH) yang netral, hangat, dan lembap. Inilah yang bisa menjadi penyebab keputihan berlebihan pada remaja. 

Artikel Lainnya: Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

5 dari 7

5. Pemahaman Seputar Higienitas Area Kewanitaan

loading

Beberapa remaja belum benar-benar paham mengenai cara menjaga kebersihan area kemaluan saat buang air besar dan buang air kecil. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terinfeksi berbagai kuman.

Sering kali, remaja putri pun salah kaprah. Misalnya, menggunakan pembalut ataupun pantyliner dalam waktu lama. Kebiasaan ini dapat meningkatkan rIsiko timbulnya infeksi jamur, menurut studi di Journal of Family and Reproductive Health.

6 dari 7

6. Cara Berpakaian

loading

Penggunaan pakaian yang ketat dan tidak menyerap keringat juga dapat meningkatkan risiko mengalami keputihan. 

Menurut studi di Yogyakarta yang ditampilkan pada Journal of Family and Reproductive Health, penggunaan pakaian dalam dengan bahan yang tidak menyerap keringat bisa menciptakan lingkungan lembap sehingga rentan terkena infeksi jamur.

Baca Juga

Keputihan merupakan hal wajar yang dialami oleh setiap wanita, serta bisa juga terjadi pada remaja. Namun, bila ada tanda-tanda keputihan abnormal, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Jika kamu masih punya pertanyaan mengenai penyebab keputihan pada remaja atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu konsultasi dengan dokter via Live Chat di aplikasi KlikDokter. Yuk, #JagaSehatmu selalu!

[RS]

ARTIKEL TERKAIT

Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

Info Sehat
12 Jul

Cara Alami Atasi Keputihan Berwarna Hijau

Info Sehat
27 Jun

Penyebab Keputihan Warna Putih Susu dan Cara Mengatasinya

Info Sehat
19 Jun

Benarkah Sering Makan Makanan Manis Picu Keputihan?

Info Sehat
14 Jun

Bayi Perempuan Juga Bisa Mengalami Keputihan, Ibu Jangan Panik

Info Sehat
26 Apr

REAKSI ANDA

3 KOMENTAR

Avatar
Klaudia ayomi
8 Bulan Lalu

Saya mau tanya doc gimm NII kalau buat ank 17 yg masih kena keputihan tapi keputihan nya itu yg TDK normal gimn atasi nya doc?

Avatar
Veki
2 Tahun Lalu

Saya mau Tanya..anak saya mulai dari bayi sampai skarang sdh usia ke 13 msh keputiha. Saya sdh berobat ke dokter namun sampai saat ini belum sembuh jg.. Ini kendalanya apa ya.. Kami sebagi orang tua sangat stres melihat anak kami seperti ini.. Mohon para dokter atau teman teman yg bisa memberikan solusi kepada kami. Trimakasih

Avatar
Mainah Mainah
4 Tahun Lalu

assalamu'alaikum wr.wb. sya mau nanya bahaya tidak memakai obat plagystatin untuk yg masih remaja?

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat