Kenali Tanda-tanda Alergi Cokelat

Oleh dr. Rio Aditya pada 19 Feb 2018, 12:07 WIB
Berikut ini tanda-tanda alergi cokelat yang harus Anda waspadai.
Berikut ini tanda-tanda alergi cokelat yang harus Anda waspadai (Andery Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cokelat sudah sangat terkenal akan kelezatannya. Tak heran jika makanan ini punya banyak penggemar, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut. Sayangnya bagi beberapa orang, tidak mudah untuk menikmati enaknya cokelat ini karena terbentur alergi cokelat.

Sama seperti reaksi alergi terhadap seafood, telur, susu atau kacang-kacangan, hal ini juga bisa terjadi dengan cokelat. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah sumber alergen tersebut. Apakah benar-benar berasal dari cokelat, atau campuran bahan makanan lainnya.

Contohnya pada susu sapi dengan rasa cokelat, sumber alergi bisa berasal dari susu sapi itu sendiri atau dari bahan cokelat.

Sesungguhnya, alergi murni terhadap bahan cokelat saja sangat jarang terjadi. Terdapat beberapa bahan makanan yang paling sering menyebabkan reaksi alergi, yaitu telur, susu sapi, kacang-kacangan, ikan, udang, dan kerang.

Jadi, apabila Anda mengalami reaksi alergi setelah menyantap makanan berbahan cokelat, ada kemungkinan bukan berasal dari cokelat, tetapi dari bahan lainnya.

Mengenal alergi cokelat

Bagaimana membedakan tanda-tanda alergi cokelat dan alergi makanan lainnya?

Anda perlu tahu terlebih dahulu bahwa terdapat beberapa jenis alergi terhadap paparan alergen. Pertama adalah reaksi langsung dan kedua intoleransi.

Reaksi langsung dapat berupa gatal-gatal pada daerah sekitar mulut dan kulit, kemudian migrain, batuk-batuk, bengkak di tubuh (terutama kelopak mata, bibir, dan jari-jari), serta bentuk yang lebih berat seperti sesak napas.

Sementara itu, reaksi intoleransi adalah reaksi dari sistem pencernaan tubuh setelah terjadi paparan terhadap alergen—dalam hal ini kita berbicara mengenai cokelat.

Di dalam cokelat itu sendiri, terdapat beberapa bahan kimia seperti tiramin, feniletilamin, pewarna, dan penyedap rasa. Jadi, reaksi yang muncul diawali dengan perut yang terasa seperti kram atau melilit atau mules, yang kemudian bisa menyebabkan diare atau konstipasi. 

Tes alergi cokelat

Meminum susu cokelat atau kue brownies bukanlah cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda benar-benar memiliki alergi terhadap cokelat atau tidak. Cara yang disarankan adalah dengan melakukan tes alergi di sarana kesehatan yang memiliki fasilitas tersebut.

Dengan dilakukan tes alergi, bahan-bahan lain seperti susu, penyedap rasa, dan zat kimia lainnya dapat disingkirkan, dan murni hanya cokelatnya saja yang diperiksa.

Selain itu terdapat pula cara lain yang lebih mudah tetapi lebih berisiko untuk mengetahuinya, yaitu dengan tes provokasi.

Tes provokasi dilakukan dengan sengaja memaparkan diri terhadap alergen tertentu dan melihat reaksinya. Tentu tes ini tidak boleh sembarangan dilakukan, dan pastikan ada orang yang mendampingi Anda sehingga jika terjadi reaksi alergi yang berbahaya, dapat segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.

Contohnya, jika memang penasaran apakah Anda alergi terhadap susu sapi atau cokelat, Anda dapat mencoba mengonsumsi susu cokelat terlebih dahulu, lalu lihat reaksinya.

Kemudian setelah beberapa hari dan seluruh gejala hilang, cobalah untuk meminum susu sapi tanpa rasa (cokelat, stroberi, dll) dan lihat reaksinya. Apabila mengeluarkan reaksi yang sama, kemungkinan besar Anda bukan alergi terhadap cokelat, tetapi terhadap susu sapi.

Perlu diingatkan kembali bahwa prosedur ini tidak boleh sembarangan dilakukan. Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter, untuk mengetahui apakah Anda alergi cokelat atau tidak.

[RS/ RVS]