Mitos tentang Penis yang Tak Perlu Anda Percaya

Oleh dr. Nadia Octavia pada 19 Feb 2018, 14:17 WIB
Jangan pernah percaya lagi dengan mitos tentang penis ini!
Mitos tentang Penis yang Tak Perlu Anda Percaya (Lolostock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kebanyakan pria (dan juga wanita) mendapatkan pengetahuan tentang seks dan kesehatan reproduksi bukan dari sumber yang valid. Mereka memperolehnya dari teman-teman sebaya, bahkan majalah atau film porno. Tak heran jika banyak mitos berkembang soal organ reproduksi, termasuk penis.

Tidak semua yang Anda dengar perlu dipercaya. Sebagian besar malah tidak terbukti secara medis. Berikut adalah empat mitos tentang penis yang harus dibuang jauh-jauh:

1. “Ukuran panjang kaki menggambarkan ukuran penis.”

Anda mungkin sering mendengar ini: pria yang memiliki kaki besar dan panjang berarti memiliki penis yang besar pula. Faktanya, berdasarkan studi yang dilakukan pada 104 pria oleh University College Hospitals di London, Inggris, tidak ditemukan adanya hubungan antara ukuran kaki pria yang besar dengan ukuran penis.

Penelitian lain yang dilakukan di Kanada pada 63 pria juga mendukung hasil yang sama. Para periset menyimpulkan bahwa tinggi badan, ukuran panjang kaki, dan ukuran penis tidak saling berkaitan.  

2. “Kepuasan seks didukung oleh penis yang besar.”

Ukuran penis normal pada beberapa etnis dapat berbeda-beda. Secara umum, panjang penis yang normal adalah 7,6–10,2 cm (saat lemas) dan 12,7–17,8 cm (saat ereksi). Penis dianggap kecil jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Mitos makin besar ukuran penis maka akan makin puas pasangan seksualnya, tidak sepenuhnya besar.

Dari survei yang dilakukan oleh situs web Medical News Today disebutkan bahwa 85% wanita melaporkan puas saat berhubungan seks dengan pasangannya (tidak bergantung pada ukuran penisnya). Bahkan, banyak wanita tidak merasa nyaman dengan ukuran penis yang besar karena menimbulkan nyeri saat berhubungan seks.

3. “Jumlah cairan yang keluar saat ejakulasi berhubungan dengan kesuburan.”

Salah satu mitos yang banyak beredar di kalangan pria adalah pria yang ejakulasi dalam jumlah yang banyak saat orgasme berarti makin subur. Faktanya, cairan semen yang keluar saat ejakulasi hanya sekitar beberapa sendok teh.

Namun sebetulnya, per 1 ml cairan semen dapat mengandung 200 juta sperma yang cukup untuk membuahi sel telur. Jadi, jumlah atau kekentalan cairan semen tidak ada hubungannya dengan kesuburan. Untuk mengetahui seorang pria subur atau tidak, tentu harus dilakukan analisis sperma.

4. “Penggunaan krim atau obat oles tertentu dapat memperbesar penis.”

Bagi kebanyakan pria, memiliki penis yang besar seolah menjadi “kebanggaan” tersendiri. Karena itu, tak sedikit pria yang mencoba berbagai cara untuk berkeinginan untuk memperbesar penis. Kabar buruknya, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk memperbesar penis, baik itu penggunaan pil, suplemen, krim, obat oles, vakum, pemijatan, dan lainnya.

Meski banyak produk atau alat yang dijual di pasaran untuk memperbesar penis, sayangnya hingga saat ini tidak ada yang terbukti efektif. Sebaiknya Anda berpikir matang-matang sebelum mencoba produk apa pun yang diklaim dapat memperbesar penis. Bukannya mendapat hasil yang diinginkan, malahan efek samping yang dapat terjadi—misalnya menjadi impoten.

Bagi Anda yang sering mendengar mitos tentang penis seperti di atas, jangan lagi percaya karena secara medis mereka tidak terbukti. Jika Anda memang memiliki masalah pada penis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan hindari melakukan pengobatan sendiri.

[RS/ RVS]

Rhomdon RhomdonRhomdon Rhomdon

kata ya kalau penis kecil cewek kurang puwas dok