7 Penyakit Pemicu Keputihan

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 20 Feb 2018, 17:45 WIB
Keputihan abnormal dapat menjadi pertanda adanya suatu penyakit. Kenali penyakit-penyakit tersebut di sini.
7 Penyakit Pemicu Keputihan (Liza54500/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dalam dunia kedokteran, keputihan disebut sebagai flour albus. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina selain darah. Keputihan wajar terjadi pada setiap wanita mengikuti perubahan hormonal pada tubuh.

Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri berwarna jernih, bila menempel pada celana dalam berwarna kuning terang, konsistensi seperti lendir bergantung pada siklus hormon, dan tidak berbau. Selain itu, keputihan yang normal  tidak menimbulkan keluhan seperti nyeri perut ataupun perdarahan vagina.

Ada kalanya keputihan juga menjadi pertanda adanya suatu penyakit tertentu dalam tubuh. Biasanya, karakteristik keputihan ini tidak seperti keputihan normal. Warna keputihan abnormal dapat berubah menjadi kuning, abu-abu, atau hijau. Keputihan abnormal dapat berbau dan konsistensinya berubah menjadi bergumpal.

Keputihan abnormal ini juga dapat disertai nyeri perut, perdarahan vagina, gangguan menstruasi, dan keluhan-keluhan lainnya. Keputihan yang abnormal ini timbul akibat ketidakseimbangan flora normal vagina. Jika Anda mengalami kondisi keputihan yang telah disebutkan sebelumnya, Anda harus waspada dan sebaiknya segera berobat ke dokter.

Penyakit-penyakit penyebab keputihan

Meskipun keputihan adalah gejala yang normal, Anda juga perlu waspada terhadap sejumlah penyakit yang bisa memicu terjadinya keputihan yang tidak normal. Berikut di bawah ini adalah beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kondisi tersebut:

1. Infeksi bakteri

Dalam dunia medis, keputihan akibat infeksi bakteri disebut sebagai vaginosis bakterialis (BV). Kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai Gardnerella vaginitis, yaitu jenis bakteri yang menyebabkan kondisi tersebut.  Infeksi bakteri vagina ini sering terjadi pada wanita hamil atau wanita yang sering berganti pasangan seksual.  

Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri yang biasanya ada di vagina. Hingga ini, tidak diketahui secara pasti mengapa ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri ini terjadi.

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur atau candidosis vaginalis paling sering dialami wanita. Kondisi yang terjadi adalah pertumbuhan berlebih pada ragi di vagina. Jamur sangat mudah berkembang dalam kondisi yang lembab. Oleh karena itu, kebersihan pada area kewanitaan memegang peranan penting.

Selain itu, penggunaan antibiotik atau faktor lain yang memengaruhi keseimbangan alami bakteri di daerah vagina juga ikut mendukung perkembangan jamur. Spesies Candida adalah jenis ragi yang paling sering bertanggung jawab.

3. Infeksi parasit

Infeksi parasit pada vagina dalam dunia medis dikenal sebagai trikomoniasis. Infeksi ini merupakan salah satu infeksi menular seksual. Ciri-cirinya adalah keputihan berwarna hijau, dapat berbuih, berbau tidak sedap, dan dapat disertai rasa gatal.

Pengobatan trikomoniasis adalah dengan menggunakan obat minum yang mengandung metronidazole, dan obat ini harus diresepkan oleh dokter. Pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah menghindari bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom jika berhubungan seksual dengan orang yang berisiko.

4. Kanker serviks

Kanker serviks umumnya tidak bergejala. Kanker serviks akan menimbulkan keluhan ketika sudah stadium lanjut sehingga seorang wanita perlu melakukan screening rutin dengan pap smear. Gejala yang dapat timbul pada kanker serviks adalah keputihan,  perdarahan pada vagina, serta timbulnya bau tak sedap.  

5. Klamidia atau gonore

Baik klamidia maupun gonore adalah penyakit menular seksual. Infeksi keduanya dapat dihindari dengan memiliki hubungan seksual yang sehat. Kadang kedua penyakit ini tidak bergejala sehingga penderita tidak menyadarinya.

6. Diabetes

Anda yang memiliki diabetes atau kadar gula darah tinggi mudah terserang infeksi jamur. Untuk itu, penting untuk mengontrol kadar gula darah dengan obat-obatan anti diabetes agar terhindar dari keputihan.

7. Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease)

Penyakit radang panggul disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini menyerang organ reproduksi bagian dalam seperti rahim, ovarium, dan tuba. Peradangan ini dapat menggangu kesuburuan jika tidak segera diobati.

Keputihan yang abnormal harus segera diobati, karena menandakan adanya suatu penyakit yang serius. Keputihan ini tidak hanya mengganggu, tapi juga bisa memengaruhi kesuburan seorang wanita.  

Jika Anda mengalami gejala-gejala keputihan abnormal, jangan berpikir dua kali untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengobati keluhan Anda, sekaligus menjaga kesehatan organ kewanitaan Anda baik hari ini atau pada masa mendatang.  

[RN/ RVS]