Sejauh Apa Orang Tua Boleh Melindungi Anak?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 21 Feb 2018, 09:28 WIB
Melindungi anak secara berlebihan tentu tidak baik. Menjadi orang tua yang terlalu cuek juga tidak sepenuhnya benar. Lantas, bagaimana?
Sejauh Apa Orang Tua Boleh Melindungi Anak? (Yuganov Konstantin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Melindungi anak merupakan naluri orang tua. Akan tetapi, terkadang, orang tua melindungi anak secara berlebihan atau overprotektif. Hal ini tentu tidak baik bagi tumbuh kembang anak. Menjadi orang tua yang terlalu cuek juga tidak sepenuhnya benar. Lantas, sejauh apa orang tua boleh melindungi anak?

Sikap orang tua yang overprotektif sesungguhnya membuat anak menjadi sosok yang ragu-ragu atau tidak berani, dan kaku. Sebab, orang tua yang overprotektif kerap memberikan banyak larangan kepada anak.

Kreativitas anak juga kurang berkembang, karena ruang imajinasi anak terkekang oleh kemauan orang tua. Selain itu, anak yang memiliki orang tua overprotektif biasanya memiliki hubungan sosial yang kurang baik dengan teman-temannya, karena sering dilarang bergaul oleh orang tua.

Menjadi orang tua yang terlalu cuek juga tidak baik. Pola asuh terlalu cuek dapat berdampak pada sikap anak yang nakal dan tidak bertanggung jawab, karena orang tua membiarkan anaknya melakukan apa saja yang ia inginkan.

Dengan sikap orang tua yang terlalu cuek, anak merasa bebas melakukan apa saja. Padahal, anak belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Hal ini dapat menjerumuskan anak ke dalam hal-hal negatif, seperti pergaulan bebas dan penggunaan narkoba.

Bagaimana sikap orang tua yang benar?

Setiap orang tua, memiliki gaya sendiri dalam mengasuh dan melindungi anak-anaknya. Ada empat teori pola asuh anak, yaitu neglectful, permisif, otoriter, dan demokratif. Di antara keempatnya, pola asuh demokratif dianggap yang paling menggambarkan sejauh mana orang tua dapat melindungi anak.

Pada pola asuh ini, orang tua memberikan arahan kepada anak mengenai hal yang baik dan buruk. Namun, orang tua tidak memaksa anak melakukan hal tersebut. Jika anak memiliki keinginan tertentu, orang tua bisa membuka ruang diskusi, dan menjelaskan konsekuensi dari tindakan tersebut. Pola asuh yang seperti ini dinilai dapat membuat hubungan anak dan orang tua menjadi harmonis.

Meski demikian, dalam beberapa hal, orang tua tetap memiliki kewajiban yang mutlak dalam hal memberikan perlindungan kepada anak. Orang tua tetap perlu melindungi atau mencukupi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan pergaulan. Dalam hal ini orang tua perlu memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik.

Mengenai hal tersebut, orang tua cukup memberikan arahan secara garis besar saat anak mulai mengerti. Misalnya untuk pola makan, orang tua perlu mengarahkan anak untuk menerapkan pola makan sehat dan mengurangi jajanan yang tidak sehat. Jelaskan manfaat makanan sehat untuk tubuhnya dan dampak negatif mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Dalam hal berpakaian, terutama pada anak remaja, orang tua perlu mengarahkan anak untuk berpakaian sesuai dengan gender, adat-istiadat, dan kondisi. Jelaskan kepada anak tentang dampak negatif dari berpakaian secara terbuka.

Dalam hal pergaulan, arahkan anak untuk berteman dengan teman-teman yang baik, dan menghindari pola pergaulan yang tidak sehat. Orang tua tidak perlu terlalu spesifik tentang siapa saja yang boleh menjadi teman anak.

Tidak mudah memang menjadi orang tua yang sempurna untuk anak. Namun, setidaknya, Anda perlu sering introspeksi, apakah pola asuh Anda terlalu cuek atau overprotektif? Jika terlalu cuek, Anda perlu meningkatkan kepedulian kepada anak mulai dari sekarang.

Bila overprotektif atau melindungi anak secara berlebihan, Anda perlu mengurangi hal tersebut dan memberikan ruang kepada anak untuk memilih sendiri hal-hal yang diminatinya. Tentu saja hal ini masih perlu dalam pengawasan Anda. Memang ada kalanya, Anda harus marah atau memberikan pujian kepada anak. Namun, usahakan semua hal tersebut seimbang dan sesuai porsinya.

[BA/ RVS]