Bolehkah Ibu Hamil Makan Jamur?

Oleh Rieke Saras pada 22 Feb 2018, 14:14 WIB
Jamur memiliki beragam kandungan gizi di dalamnya. Namun, amankah untuk ibu hamil?
Bolehkah Ibu Hamil Makan Jamur? (Dejan Dundjerski/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit ibu hamil yang menghindari jamur dalam makanan sehari-harinya. Mereka menganggap jamur tak baik selama kehamilan. Padahal, jamur menyimpan banyak kandungan gizi yang sesungguhnya sayang untuk dilewatkan begitu saja.

“Jamur menawarkan begitu banyak faedah untuk Anda,” kata ahli gizi Marjorie Nolan, MS, RD, seperti dikutip WebMD. “Mereka adalah sumber protein yang baik serta memiliki antioksidan seperti selenium, yang membantu mencegah kerusakan sel, dan tembaga, mineral yang membantu dalam produksi sel darah merah.”

Jamur juga satu dari sedikit sumber vitamin D yang berbasis nabati. Vitamin D ini penting untuk kesehatan tulang, otot, dan fungsi saraf. Walaupun sulit memenuhi kebutuhan vitamin D harian hanya pada jamur, ini adalah cara yang bagus untuk meningkatkan asupan. Apalagi jika Anda tidak banyak mengonsumsi makanan kaya vitamin D lainnya, seperti ikan berlemak atau telur.

Selain itu, jamur juga dapat menambah cita rasa pada setiap makanan karena mengeluarkan aroma umami yang lembut. Tak heran bila orang sering menambahkan jamur ke dalam pasta atau salad.

Tak semua jamur itu baik

Namun sayangnya, tak semua jamur bermanfaat bagi tubuh. Beberapa yang baik untuk kesehatan adalah jamur yang biasa dikonsumsi di Asia, seperti shiitake, maitake, oyster, dan enoki.

Misalnya saja jamur shiitake. Beberapa studi yang dilakukan pada hewan telah menunjukkan bahwa jamur ini memiliki properti antitumor dan penurun kolesterol. Sementara, jamur maitake mengandung gula kompleks yang disebut beta-glukan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Jamur oyster mempunyai komponen yang dapat membantu menangani kolesterol tinggi.

Lalu, apakah jamur boleh disantap oleh ibu hamil? Ahli kesehatan dr. Fiona Amelia mengatakan kepada KlikDokter, “Boleh-boleh saja ibu hamil makan jamur, asalkan dimasaknya sampai matang.”

Ia juga menambahkan bahwa jamur sebenarnya baik untuk kehamilan karena mengandung riboflavin atau vitamin B2. “Zat ini penting untuk perkembangan tulang, otot, dan saraf janin,” ujar dr. Fiona.

Di samping itu, ia menekankan pentingnya untuk berhati-hati dalam memilih jamur yang hendak dikonsumsi. “Ibu hamil harus menghindari jamur yang masih mentah, magic mushroom, dan jamur yang berkategori toksik atau beracun.”

Jamur yang masih mentah bersifat karsinogenik, bahan penyebab kanker. Ini tak hanya buruk bagi ibu hamil, tetapi juga semua orang. Dengan memasaknya secara benar, maka Anda dapat menghilangkan racun-racun di dalamnya.

Sedangkan jamur psilocybin, atau yang dikenal dengan magic mushroom, kebanyakan dimakan bukan untuk kandungan nutrisinya, tetapi untuk khasiat psikedeliknya. Psilocybin merupakan senyawa kimia yang dapat mengubah aktivitas otak dan memengaruhi janin yang sedang tumbuh. Saat menyusui, jamur ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi.  

Kiat memilih jamur

Ada hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi jamur saat hamil, seperti:

  • Kenali jenis-jenis jamur yang ada di pasaran. Jika mereka tampak menarik tapi tidak familiar, selidiki terlebih dulu apakah mereka termasuk aman untuk dikonsumsi.
  • Cek tanggal kedaluwarsanya. Jangan sampai melewati batas agar tak terkena gangguan kesehatan.
  • Bersihkan dengan baik sebelum dimasak. Selalu bilas dengan air bersih.
  • Masak hingga benar-benar matang. Apalagi ada beberapa jenis jamur yang memerlukan waktu masak yang lebih lama.
  • Beli jamur yang masih segar dari swalayan yang sudah terkenal atau vendor yang terpercaya.

Jamur memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan. Untuk ibu hamil, Anda boleh mengonsumsi jamur asalkan dicuci dengan benar dan dimasak matang. Sebelum membelinya, Anda juga harus melakukan riset apa saja jenis jamur yang memang baik untuk dimakan. Selamat menikmati jamur, ya!

[RVS]