Keuntungan Menggunakan Sikat Gigi Berbulu Halus dan Tipis

Oleh drg. Callista Argentina pada 22 Feb 2018, 15:48 WIB
Sikat gigi seperti apa yang dapat membersihkan gigi secara maksimal? Apakah yang berbulu halus, tipis, medium atau kasar?
Keuntungan Menggunakan Sikat Gigi Berbulu Halus dan Tipis

Klikdokter.com, Jakarta Sikat gigi yang dijual di pasaran memilki bermagai macam jenis dan manfaat. Dari yang berbulu standar, berbulu halus dan tipis, kasar, bahkan kombinasi dengan bahan karet, panjang bulu yang multi-level, dan masih banyak lagi. Tentunya masing-masing dirancang untuk membantu proses sikat gigi, supaya dapat membersihkan gigi dari sisa makanan semaksimal mungkin.

Umumnya ada tiga jenis sikat gigi yang beredar di pasaran, yaitu sikat gigi yang berbulu tipis, halus, dan kuat. Masing-masing memiliki keunggulannya masih-masing.

Sikat gigi berbulu tipis dinilai mampu untuk menjangkau sela gigi. Sikat gigi berbulu halus dapat membantu menurunkan risiko luka atau iritasi pada gusi. Sedangkan sikat gigi yang kuat dapat membantu membersihkan plak pada gigi.

Beberapa orang lebih menyukai sikat gigi berbulu kasar atau kuat karena mereka merasa yakin sikat gigi tersebut dapat lebih membersihkan gigi dengan baik. Meski begitu, menurut European Journal of Dentistry, menyikat gigi dengan bulu sikat yang kasar bisa menyebabkan luka pada gusi dibanding dengan sikat gigi berbulu halus dan tipis.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena usaha untuk membersihkan daerah gigi di sekitar perbatasan garis gusi, yaitu awal mula tumbuhnya karang gigi. Ditambah lagi dengan kebiasaan menyikat gigi dengan gerakan vertikal, maka dapat memicu adanya penurunan gusi atau gingival recession.

Ada juga yang lebih memilih sikat gigi dengan bulu halus karena dapat menjangkau saku gusi, yaitu tempat di mana tempat tumbuhnya karang gigi, tanpa gusi merasa teriritasi atau luka. Gusi yang luka biasanya ditandai dengan terlihat sedikit darah pada busa saat menyikat gigi.

Penggunaan sikat gigi yang halus dan tipis dinilai tepat untuk menjangkau gigi, khususnya gigi bungsu yang letaknya jauh paling belakang. Biasanya untuk menjangkau dan membersihkan area tersebut, sering kali Anda berusaha menyikatnya dengan berbagai gerakan, depan-belakang, berputar, hingga mencongkel. Kondisi inilah yang banyak membuat orang menjatuhkan pilihan pada sikat gigi berbulu tipis.

Beruntunglah bahwa kemajuan teknologi dalam hal pembersihan gigi kini terbilang pesat, yang mana sudah ada sikat gigi yang memiliki tiga kombinasi keunggulan dari bulu sikat gigi tipis, halus, dan kuat. Dengan begitu, membersihkan plak pada gigi dapat dilakukan dengan optimal, tanpa perlu khawatir bahwa sikat gigi Anda akan merusak gusi di sekitarnya.

Sebagai tambahan, dianjurkan juga untuk memilih sikat gigi yang bulunya terbuat dari binchotan charcoal. Kemampuan binchotan charcoal dalam mengusir bakteri sudah terbukti ampuh. Dengan bulu sikat yang cepat kering, maka 99,9% bakteri akan terhambat, sehingga kesehatan gigi dan mulut pun lebih terjamin dari ancaman kuman dari udara luar. Kondisi ini pun bisa membuat sikat gigi aman dibawa traveling.

Supaya aktivitas membersihkan gigi lebih optimal, ada beberapa faktor lain yang juga harus Anda perhatikan, seperti metode atau teknik menyikat gigi, intensitas kekuatan saat menyikat gigi, waktu menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi, serta pemilihan pasta gigi yang tepat.

(RN/ RH)