Ada Benjolan di Vagina, Haruskah Panik?

Kenali berbagai jenis kelainan yang dapat menyebabkan benjolan di vagina.
Ada Benjolan di Vagina, Haruskah Panik?

Klikdokter.com, Jakarta Benjolan di vagina tentunya membuat para wanita panik dan merasa waswas. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelainan wajar yang tidak berbahaya, infeksi, hingga kanker.

1 dari 3

Penyebab Munculnya Benjolan di Vagina

Ilustrasi Benjolan di Vagina
loading

Agar Anda lebih waspada, ada baiknya kenali beberapa penyebab munculnya benjolan di vagina di bawah ini:

  • Kista di Bibir Vagina

Bibir vagina memiliki beragam jenis kelenjar, seperti kelenjar Bartholin dan Skene. Karena suatu hal, kelenjar ini dapat tersumbat dan terinfeksi, lalu menimbulkan kista.

Kista adalah kantong yang berisi cairan atau nanah, yang umumnya terbentuk karena trauma atau infeksi.

Kista di bibir vagina yang berukuran kecil dan tidak terinfeksi, umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak membutuhkan terapi khusus.

Namun, kista yang terinfeksi dan menimbulkan gejala seperti nyeri dan bengkak perlu ditangani segera.

Artikel Lainnya: Berbagai Kelainan pada Vagina yang Harus Diwaspadai

Kista dari kelenjar Skene lebih jarang terjadi. Namun, jika kelenjar Skene tersumbat, dapat terbentuk kista di bagian atas bibir vagina, dekat saluran kencing, arah jam 1 dan 11.

Kista Bartholin adalah yang paling sering terbentuk di daerah bibir vagina. Letaknya di bagian bawah, arah jam 5 dan 7.

Karena letaknya berdekatan dengan mulut vagina, kista Bartholin lebih sering terinfeksi, terutama jika wanita tersebut mengalami keputihan akibat infeksi bakteri.

Kuman yang sering menyebabkan infeksi kista Bartholin adalah gonore dan klamidia. Bila mengalami benjolan yang nyeri, panas, bengkak hingga membuat Anda sulit berjalan, segeralah berkonsultasi pada dokter.

  • Kista di Vagina

Kista vagina dapat terbentuk di dinding vagina, biasanya bentuknya sebesar kacang. Penyebab kista vagina yang paling sering adalah trauma ketika melahirkan.

Jadi, jangan heran jika setelah melahirkan bayi, Anda dapat menemukan beberapa benjolan kecil di dinding vagina. Hal tersebut adalah wajar.

Kista di dinding vagina umumnya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Namun jika terlalu besar, dapat menyebabkan gangguan saat berhubungan intim.

Apabila hal tersebut terjadi, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk rencana terapi.

  • Sumbatan Kelenjar Lemak

Benjolan di vagina dapat pula disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar lemak, yakni ketika terdapat cukup banyak kelenjar lemak di vagina.

Sumbatan kelenjar tersebut akhirnya menimbulkan benjolan kecil berwarna putih kekuningan, yang disebut dengan Fordyce spot.

Meski dapat bertambah seiring dengan usia, benjolan ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan terapi.

  • Kelebihan Kulit

Terkadang, pada bibir vagina terdapat kulit lebih (skin tag) yang dapat menimbulkan benjolan kecil. Hal tersebut tidaklah berbahaya, dan tidak memerlukan terapi.

Namun, apabila Anda terganggu, kulit lebih tersebut dapat dihilangkan dengan operasi kecil.

  • Herpes Simpleks

Infeksi virus herpes simpleks (HSV) di vagina juga dapat menyebabkan timbulnya benjolan. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual atau air cebok yang terkontaminasi. 

Artikel Lainnya: 6 Penyebab Vagina Bengkak Setelah Bercinta

Virus akan diam di dalam tubuh, dan akan “terbangun” ketika daya tahan tubuh Anda sedang turun. Karena itu, herpes simpleks dapat kambuh.

Infeksi pertama adalah yang paling berat. Namun, gejalanya akan berkurang dan lebih ringan pada infeksi yang berikutnya.

Gejala awal yang Anda rasakan adalah kesemutan hingga nyeri yang menjalar pada daerah vagina, yang kemudian dapat menyebar hingga ke bokong dan paha.

Setelah itu, akan timbul rasa nyeri di bibir vagina, yang diikuti dengan munculnya lenting-lenting kecil yang nyeri.

Apabila lenting-lenting tersebut banyak jumlahnya, vagina akan bengkak. Selain itu, Anda juga dapat mengalami demam dan menggigil.

Jika Anda mengalami hal tersebut, jangan ragu untuk menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan. Hindari berhubungan intim dengan pasangan karena infeksi ini dapat menular.

  • Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Sama seperti virus HSV, virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan air cebok yang terkontaminasi. 

Awalnya muncul sebagai bintil-bintil kecil, yang lama-kelamaan dapat bersatu dan membesar seperti kembang kol atau jengger ayam. Kutil juga dapat menimbulkan gejala gatal atau terbakar.

Apabila mengalami gejala tersebut, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Meski tampak tidak berbahaya, beberapa jenis kutil kelamin dapat menimbulkan kanker di kemudian hari.

2 dari 3

Cara Menghilangkan Benjolan di Vagina

Wanita sedang Berendam Air Hangat
loading

Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi benjolan di vagina:

  • Berendam Air Hangat

Jika belum terdapat infeksi atau abses, berendam di air hangat dapat membantu mengatasi benjolan di vagina.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, berendamlah di air hangat sebanya dua hingga tiga kali sehari dan dilakukan selama empat hari.

Suhu air yang hangat diyakini bisa membuat kista mengecil dan membuat cairan yang ada di dalamnya keluar dengan sendirinya.

  • Pembedahan Drainase

Ini adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk mengeluarkan cairan dari dalam benjolan. Pembedahan drainase dilakukan jika benjolan telah terinfeksi atau terpantau sangat besar.

Prosedur pembedahan drainase dilakukan dengan menyayat permukaan benjolan dan menempatkan selang kecil untuk membantu mengeluarkan cairan.

Setelah seluruh cairan keluar dari dalam kista, sayatan akan kembali di 'tambal'.

  • Marsupialisasi

Marsupialisasi adalah prosedur pembedahan yang biasanya dilakukan jika benjolan di vagina sudah terinfeksi dan tidak mampu diatasi dengan pembedahan drainase.

Marsupialisasi dilakukan dengan mengiris permukaan benjolan (kista) dan menempatkan selang atau kateter untuk mengeluarkan cairan di dalam benjolan.

Pada prosedur ini, dokter akan menjahit ujung pada kulit sekitar benjolan agar tetap terbuka sehingga terbentuknya kista baru bisa dicegah.

  • Antibiotik

Antibiotik adalah obat yang hanya dan untuk mengatasi infeksi bakteri. Jadi, jika benjolan di vagina terbukti mengalami infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.

Antibiotik merupakan jenis obat yang mesti dan harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan.

Hal ini dilakukan agar hasil pengobatan benar-benar efektif dan mecnegah terjadinya resistensi antibiotik.

  • Antivirus

Pada kasus benjolan di vagina akibat herpes simpleks, dokter akan meresepkan obat-obatan antivirus, dengan tujuan mempercepat proses penyembunan luka saat gejala pertama kali timbul.

Selain itu, pemberian antivirus pada benjolan akibat herpes simpleks juga bisa membantu mengurangi derajat keparahan dan durasi dari keluhan.

  • Kauterisasi

Kauterisasi atau elektrokauter adalah prosedur yang paling sering dilakukan untuk membantu mengatasi benjolan di vagina akibat kutil kelamin.

Prosedur ini dilakukan dengan anestesi lokal, agar tidak nyeri saat pengangkatan kutil berlangsung.

Baca Juga

Anda merasa memiliki benjolan pada vagina? Lakukan pengecekan segera agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang mengganggu.

Anda tidak perlu ragu atau malu untuk menemui dokter. Lebih cepat didiagnosis, maka akan lebih mudah pula diobati.

[RS/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Berbagai Kelainan pada Vagina yang Harus Diwaspadai

Info Sehat
23 Des

Sempat Disangka Kista, Ini Perbedaannya dengan Kanker Ginjal

Info Sehat
13 Des

Selalu Sakit Punggung, Apakah Itu Gejala Kanker Ginjal

Info Sehat
13 Des

Kista Ganglion, Salah Satu Penyebab Benjolan di Tangan

Info Sehat
20 Nov

Ada Benjolan di Vagina, Kapan Harus Khawatir?

Info Sehat
09 Nov

1 KOMENTAR

Avatar
Disma Al Syidma
2 Tahun Lalu

Nyeri pada saat datang bulan yang sampai muntah dan pingsan itu berbahaya apa tidak? Dan perlu di periksakan atau tidak?

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk