Keputihan Berwarna Hijau, Pertanda Apa?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 27 Feb 2018, 11:59 WIB
Jika mengalami keputihan yang berwarna hijau, perlukah Anda panik? Ketahui lebih lanjut di sini.
Keputihan Berwarna Hijau, Pertanda Apa? (Hekla/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keadaan ini sering terjadi pada perempuan dan merupakan hal yang normal, atau bukan merupakan penanda dari adanya suatu penyakit. Cairan vagina diproduksi kelenjar di dalam vagina dan serviks, yang bertugas membawa sel-sel dan bakteri mati. Inilah yang membuat vagina bersih serta membantu vagina dalam mencegah infeksi.

Ciri-ciri keputihan normal

Kondisi cairan yang keluar saat terjadi keputihan bisa bervariasi, dengan bau, warna, dan konsistensi yang berbeda-beda. Warna keputihan bervariasi dari mulai yang jernih hingga putih susu. Jika terjadi infeksi, warnanya bisa berubah menjadi kuning atau kehijauan. Konsistensi cairan keputihan yang dihasilkan bergantung pada siklus haid.

Jumlah keputihan yang diproduksi saat Anda berovulasi, menyusui, atau ketika sedang terstimulasi secara seksual akan lebih banyak. Bau cairan keputihan juga bisa berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti kehamilan atau kebersihan area kewanitaan Anda.

Jenis-jenis cairan keputihan yang disebutkan di atas adalah yang masuk dalam kategori normal. Jika warna, bau, atau konsistensi dari cairan keputihan tampak tidak biasa, terutama jika disertai dengan keluhan gatal atau terbakar pada vagina, bisa jadi merupakan tanda terjadinya infeksi atau kondisi lainnya.

Berbagai penyebab ketidakseimbangan flora normal vagina

Setiap perubahan yang terjadi pada keseimbangan flora normal vagina dapat memengaruhi tekstur, bau, warna, atau produksi dari cairan vagina itu sendiri. Hal-hal yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina antara lain:

- Konsumsi antibiotik atau steroid

- Vaginosis bakterial, yaitu infeksi bakteri yang sering terjadi pada wanita hamil atau wanita yang sering berganti pasangan seksual. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri yang biasanya ada di vagina. Tidak diketahui secara pasti mengapa ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri ini terjadi.

- Pil kontrasepsi

- Kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala, tapi jenis kanker ini bisa menghasilkan cairan berdarah, berwarna kecokelatan, atau berair dengan bau tak sedap

- Infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore

- Diabetes

- Penggunaan cairan pembersih vagina (vaginal douche), sabun, atau losion

- Radang panggul pasca operasi

- Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease

- Trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit

- Atrofi vagina, penipisan, dan pengeringan dinding vagina yang terjadi pada wanita menopause

- Vaginitis, yaitu iritasi di dalam atau sekitar vagina

- Infeksi jamur yang terjadi bila terjadi pertumbuhan berlebih pada ragi di vagina. Kondisi ini sering kali dikarenakan penggunaan antibiotik atau faktor lain yang memengaruhi keseimbangan alami bakteri di daerah vagina. Spesies Candida adalah jenis ragi yang paling sering bertanggung jawab.

1 of 2

Penyebab cairan keputihan berwarna hijau

Cairan keputihan yang berwarna hijau merupakan ciri khas dari penyakit Trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit Trichomonas vaginalis, yang penularannya adalah lewat hubungan seksual. Selain berwarna kehijauan, cairan keputihan pada Trikomoniasis memiliki ciri berbusa, berwarna agak kekuningan, dan berbau tak sedap. Gejala lain yang muncul pada penyakit Trikomoniasis antara lain adalah rasa nyeri dan gatal pada saat buang air kecil.

Jika Anda mengalami perubahan dari ciri-ciri keputihan normal, baik dari warna, bau, konsistensi, dan banyaknya cairan keputihan yang keluar, yang juga disertai dengan berbagai gejala seperti rasa sakit, gatal, atau terbakar di daerah vagina, sudah sepatutnya Anda waspada. Segera periksakan diri ke dokter agar diketahui penyebab pastinya, sehingga Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Penanganan yang Anda terima akan tergantung pada apa penyebabnya. Misalnya pada kasus trikomoniasis, Anda akan diberikan metronidazole (obat antimikroba yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme protozoa dan bakteri anaerob) atau tinidazole (obat untuk mengobati beberapa tipe infeksi vagina).

Untuk mencegah infeksi atau kondisi keputihan yang tidak normal, selalu jaga kebersihan organ intim wanita. Salah satu caranya adalah dengan tidak menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat untuk sirkulasi udara. Jangan membersihkan vagina dengan douche karena dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina dengan menghilangkan bakteri yang berguna. Pencegahan yang tak kalah penting adalah tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang berisiko dan selalu gunakan perlindungan untuk menghindari infeksi menular seksual.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
Nita SolehaNita Soleha

dok saya nita sokeha. saya baru menikah.. saya mau tanya sehabis saya mens kok vagina saya bagian dalam gatak yang teramat. dan skrg keputihan brwarna hijah tp cuma sedikit. itu knpa ya dok?