Anak Diare dan Demam, Kapan Harus ke Dokter?
searchtext customer service

Anak Diare Disertai Demam, Kapan Harus ke Dokter?

Diare pada anak sering datang bersamaan dengan demam. Apa penyebab anak diare dan demam? Kapan harus ke dokter? Simak penjelasannya di sini.
Anak Diare Disertai Demam, Kapan Harus ke Dokter?

Klikdokter.com, Jakarta Diare terjadi ketika konsistensi tinja menjadi lebih cair dan frekuensinya menjadi lebih sering (lebih dari 3 kali dalam 24 jam). Kondisi ini dapat menyerang berbagai usia, salah satunya anak-anak. 

Diare pada anak merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia. 

Berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2018, diare paling banyak terjadi pada kelompok usia balita, yaitu sebanyak 11,4 persen. 

Biasanya, diare yang dialami anak muncul bersamaan dengan demam. Apabila anak diare dan demam, apa yang harus dilakukan orang tua? Agar tidak salah langkah, baca penjelasan lengkap di bawah ini. 

Artikel lainnya: Manfaat Minum Oralit Saat Anak Diare

Penyebab Anak Diare dan Demam

Penyebab Anak Diare dan Demam

Diare pada anak secara umum dibedakan menjadi akut dan kronis. Disebut sebagai diare akut apabila berlangsung kurang dari dua minggu, dan umumnya membaik dengan sendirinya. Sedangkan, diare kronis berlangsung lebih dari dua minggu. 

Gejala diare tak hanya buang air besar yang cair, sering kali demam ikut menyertainya. 

Demam yang terjadi bersamaan dengan diare utamanya disebabkan oleh infeksi rotavirus. Sebenarnya, orang tua tidak perlu terlalu khawatir, karena demam merupakan mekanisme tubuh untuk melawan infeksi yang sedang terjadi.

Selain infeksi rotavirus, demam dan diare pada anak juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti salmonela, serta infeksi parasit seperti giardia. 

Tak hanya keluhan buang air besar cair dan demam saja, biasanya ada gejala lain yang menyertai. Misalnya nyeri perut, mual, muntah, hingga penurunan nafsu makan dan minum.

Artikel lainnya: Anak Diare, Haruskah Diberi Antibiotik?

Penanganan Demam dan Diare pada Anak di Rumah

Penanganan Demam dan Diare pada Anak di Rumah

Jika terjadi demam disertai mencret pada anak, tak perlu khawatir. Sebagian besar kasus diare tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. 

Meski begitu, orang tua tetap harus melakukan tindakan agar penyakit tersebut tidak bertambah parah.

Orang tua bisa melakukan pertolongan pertama di rumah untuk mengatasi keluhan tersebut. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengatasi anak diare dan demam di rumah:

  • Banyak Minum Air Putih

Saat anak diare dan demam, dirinya harus lebih banyak mengonsumsi cairan. Pastikan anak minum meskipun hanya sedikit. Cairan yang cukup juga dapat membantu menurunkan suhu tubuhnya yang demam.

Hindari pemberian jus buah atau minuman bersoda, karena hal ini dapat membuat diare semakin parah. 

Tak hanya air putih, orang tua juga bisa memberikan cairan elektrolit berupa oralit atau larutan gula dan garam untuk membantu menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang akibat diare.

Artikel lainnya: Jangan Cemas, Ini Obat Diare Alami Anak untuk Pertolongan Pertama

  • Pilih Makanan yang Lembut

Sangat wajar di kala sakit anak mengalami penurunan nafsu makan. Meski begitu, pastikan orang tua tetap memberikan makanan dengan porsi sedikit-sedikit namun sering. 

Untuk anak yang diare, orang tua dapat memberikan bubur atau makanan berkuah lainnya. Jika anak tak mau, berikan makanan apa pun yang ia inginkan. 

Namun, pastikan orang tua tidak memberikan makanan yang mengandung lemak atau bersifat pedas.

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Harus ke Dokter?

Meski dapat sembuh dengan sendirinya dengan perawatan di rumah, ada hal-hal yang perlu diwaspadai agar demam dan diare tidak menimbulkan komplikasi. 

Perlu diketahui, diare dan demam pada anak-anak dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu kondisi kekurangan cairan dalam tubuh. Keadaan ini bisa menimbulkan pusing, badan lemas, wajah pucat dan bibir kering, yang jika dibiarkan dapat berujung pada kematian.

Segera bawa anak ke dokter apabila muncul gejala:

  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius
  • Rewel, sering menangis, atau terlihat sangat menderita dengan kondisinya
  • Mengalami diare lebih dari tiga hari
  • Usia di bawah enam bulan
  • Muntah kehijauan atau kekuningan
  • Muntah lebih dari tiga kali
  • Anak tidak mau minum atau makan sama sekali
  • Tidak buang air kecil selama enam hingga dua belas jam
  • Buang air besar disertai darah
  • Terdapat nyeri perut lebih dari dua jam
  • Terdapat ruam kemerahan di kulit
  • Kulit tidak elastis ketika dicubit
  • Urine berwarna kuning pekat
Baca Juga

Diare pada anak yang terjadi bersamaan dengan demam memang tak melulu menjadi tanda bahaya. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa dianggap remeh. 

Jangan tunda untuk membawa anak ke dokter, khususnya jika ia mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan.

Bila punya pertanyaan lain seputar kesehatan anak, gunakan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter. Orang tua juga dapat mengecek tumbuh kembang anak lewat Kalender Tumbuh Kembang

[RS]

ARTIKEL TERKAIT

Minuman Boba Buat Perut Sakit, Bisa Jadi Anda Kena Intoleransi Laktosa

Info Sehat
19 Mei

Hal-Hal yang Bikin Anak Mudah Terserang Diare

Info Sehat
12 Mei

Perbedaan Diare Akibat Rotavirus dan Hepatitis Akut

Info Sehat
12 Mei

Kapan Obat Penurun Panas Anak Boleh Diberikan Lewat Anus?

Info Sehat
08 Mei

Normalnya, Berapa Hari Demam Berlangsung?

Info Sehat
01 Mei

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
ica juniyanti
4 Tahun Lalu

makasih infonya dok, baca deh https://akurat.co/gayahidup/id-256352-read-kelebihan-minum-air-putih-memiliki-efek-samping-ini-penjelasan-dokter-reisa-asmoro apa bener ya kebanyakan minum air putih berbahaya ?

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat