Tanda dan Gejala HIV pada Minggu Pertama

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 02 Mar 2018, 13:06 WIB
Siapa yang menduga bahwa pada minggu pertama, gejala HIV sering kali menyerupai gejala infeksi virus biasa.
Tanda dan Gejala HIV pada Minggu Pertama (Angellodeco/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi HIV masih menjadi momok bagi sebagian besar orang. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Penyakit HIV pada kondisi dan derajat tertentu dapat menyebabkan penderitanya sangat lemah dan mudah terserang penyakit. Bukan hanya itu, faktor penularannya pun membuat HIV-AIDS lekat dengan stigma negatif di masyarakat. Yang membuat penderita terlena, awal gejala HIV sering menyerupai gejala infeksi virus biasa.

HIV adalah human immunodeficiency virus. Ada dua tipe virus yang dapat menyebabkan infeksi HIV, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Virus ini termasuk dalam kelompok retrovirus dan penularannya adalah melalui darah, penggunaan jarum suntik, hubungan seksual tidak aman, serta penularan ibu ke bayi saat persalinan. Saat menginfeksi tubuh manusia, virus ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat penderitanya mudah terinfeksi penyakit lainnya.

Banyak orang menganggap HIV dan AIDS adalah dua hal yang sama. Sekalipun berhubungan erat, keduanya adalah kondisi yang berbeda. Infeksi HIV berlanjut terus akan menyebabkan gangguan sistem imun yang berat yang disebut AIDS atau acquired immune deficiency syndrome. Kondisi AIDS inilah yang dapat mengancam nyawa penderitanya.

Gejala awal mirip dengan infeksi biasa

Seseorang yang terinfeksi HIV pertama kali disebut mengalami infeksi HIV akut, atau disebut juga sindrom retrovirus akut. Gejala fisik biasanya muncul 3–6 minggu setelah penderitanya terpapar virus.

Pada tahap ini, sebagian penderita tidak mengalami gejala apa pun. Kalaupun muncul gejala, umumnya gejalanya seperti infeksi flu (flu-like syndrome) sehingga sering kali sulit dibedakan dengan infeksi virus biasa.

Beberapa tanda dan gejala infeksi HIV pada minggu pertama adalah:

  1. Demam

Hampir seluruh kasus infeksi HIV dapat mengalami demam. Demam dapat bersifat hilang timbul ataupun menetap. Suhu saat demam pun bervariasi mulai dari ringan sampai tinggi hingga 39 0C

  1. Nyeri tenggorokan

Pasien infeksi HIV awal dapat mengeluhkan nyeri tenggorokan, terutama saat menelan. Pada pemeriksaan, sering kali tenggorokan juga tampak merah.

  1. Nyeri otot dan sendi

Sebagaimana infeksi virus lainnya, mereka yang mengalami infeksi HIV juga akan merasakan nyeri sendi dan otot. Penderitanya biasa mengeluh pegal linu, mudah lelah, dan badan terasa lemas.

  1. Sakit kepala

Infeksi HIV awal juga menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala. Keluhan ini dapat juga disertai keluhan nyeri di belakang mata, mata terasa pegal, dan perih.

  1. Ruam kemerahan di kulit

Pada masa awal infeksi, dapat muncul ruam kemerahan di kulit terutama bagian punggung, dada, dan perut. Ruam tersebut umumnya tidak terasa gatal.

  1. Pembesaran kelenjar getah bening

Infeksi HIV membuat kelenjar getah bening membesar sehingga terasa seperti ada benjolan, terutama di bagian leher dan ketiak. Sebenarnya hal ini adalah bentuk respons tubuh terhadap infeksi.

Gejala-gejala di atas sebenarnya merupakan respons tubuh untuk melawan kuman yang menginfeksi. Pada masa ini terjadi viremia, ketika kadar virus dalam darah penderitanya sangat tinggi sehingga dapat dengan mudah menularkannya pada orang lain. Jadi sekalipun gejalanya tampak ringan, penularan sudah dapat terjadi sejak tahap awal.

Namun perlu diingat, bila Anda mengalami gejala-gejala di atas bukan berarti Anda pasti mengalami infeksi HIV. Masih mungkin Anda mengalami infeksi virus lainnya. Karena itu, untuk membedakannya penting untuk melakukan pemeriksaan HIV, khususnya bila Anda memiliki faktor risiko penularan virus HIV.

Mengenali gejala HIV sejak minggu pertama sangat penting untuk dilakukan. Bila terdeteksi sedini mungkin dan ditangani segera, akan mengurangi risiko AIDS di kemudian hari.

[RS/ RVS]