Tahapan Fase Gejala HIV yang Wajib Anda Tahu

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 04 Mar 2018, 11:55 WIB
HIV merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Ketahuilah cara mengenali gejala HIV di tahap awal.
Tahapan Fase Gejala HIV yang Wajib Anda Tahu (Dima Sidelnikov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immunideficiency Syndrome) dan menyerang sistem kekebalan tubuh hingga merusak bagian dari sistem di dalamnya, seperti sel darah putih. Agar dapat segera melakukan tindakan, Anda perlu tahu gejala HIV sesuai tahapannya.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah penderita yang terinfeksi HIV dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2017 dilaporkan sebanyak 242.699 orang. Penderita HIV banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi karena tidak merasakan gejala selama bertahun-tahun.

Sedangkan kenyataannya, jika sudah terinfeksi virus ini, dapat dengan mudah berkembang menjadi penyakit AIDS dan mengancam nyawa penderita, terlebih jika sudah memasuki tahap akhir.

Infeksi HIV sendiri memiliki tiga tahapan gejala. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Tahap pertama

Tahapan pertama terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Gejala ini hanya berlangsung selama 2 minggu kemudian akan menghilang. Jika penderita mengenali gejala dalam tahapan ini dan merasa telah terinfeksi HIV dapat segera menghubungi dokter dan bisa mendapatkan pengobatan untuk mencegah perkembangan virus.

Gejala yang akan dirasakan penderita adalah sebagai berikut:

  1. Nyeri otot dan sendi. Seluruh badan terasa pegal dan nyeri.
  2. Demam. Saat kekebalan tubuh menurun, suhu tubuh dapat meninggi sampai dengan suhu 40 derajat celcius.
  3. Nyeri kepala. Setelah keluhan demam dan nyeri otot, kepala terasa seperti tertusuk dan sulit berkonsentrasi.
  4. Nyeri menelan. Keluhan nyeri menelan disertai batuk dan peradangan di tenggorokan sering dikeluhkan oleh penderita HIV.
  5. Mual dan muntah. Gangguan di saluran pencernaan seperti mual dan muntah sering terjadi pada penderita HIV.
  6. Ruam kemerahan pada tubuh. Gejala ruam merah yang penampakannya seperti campak.

Tahap kedua

Pada tahapan kedua, penderita HIV tidak mengalami gejala apapun dalam jangka waktu yang lama. Namun pada kenyataannya, di tahap ini virus HIV secara perlahan melumpuhkan sistem daya tahan tubuh penderita, yaitu membunuh sel darah putih yang dinamakan CD 4 T cells.

Tahap ketiga

Pada tahapan ketiga, kadar CD 4 T cells sudah menurun dan dapat berada di bawah nilai normal yaitu 200. Pada tahap ini, penderita dapat didiagnosa penyakit AIDS.

Gejala yang menyertai di tahap ini adalah:

  1. Diare dalam jangka waktu lama. Diare yang tak kunjung sembuh merupakan gejala paling sering dialami oleh penderita yang sudah memasuki tahap lanjut infeksi HIV. Di tahap ini terjadi perubahan konsistensi feses menjadi cair dengan frekuensi BAB lebih dari 4 kali dalam sehari.
  2. Berat badan menurun drastis. Pada penderita dapat terjadi penurunan berat badan yang drastis tanpa ada penyebab yang jelas sebelumnya.
  3. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan. Adanya infeksi di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar di beberapa bagian tubuh.
  4. Infeksi jamur di area mulut, tenggorokan dan vagina. Penurunan daya tahan tubuh menyebabkan area yang lembap di beberapa bagian tubuh mudah terjangkit organisme seperti jamur. Kondisi ini menyebabkan infeksi yang susah ditangani.
  5. Demam lebih dari 10 hari. Selain diare, demam yang berlangsung hingga lebih dari 10 hari juga kerap kali dialami oleh penderita.
  6. Sesak napas. Adanya peningkatan jumlah organisme di dalam tubuh karena menurunnya daya tahan tubuh menyebabkan organ paru–paru mudah terjangkit infeksi.

Tiga tahapan di atas merupakan fase seseorang terserang gejala HIV. Jika Anda memiliki gejala seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan penanganan intensif.

[NP/ RVS]